Ketika sesuatu yang kita harapkan selama ini tidak selalu menjadi kenyataan adalah pilihan pahit untuk menerima bahwa harapan – harapan tersebut belum diijabah oleh-Nya. Dia tahu mana yang terbaik untukmu, bahkan urusan masa depan mu.

Seringkali kekhawatiran mengenai masa depan selalu muncul di bagian lobus otak ini, 'ntah mengenai pekerjaan pun jodoh kelak. Terlebih melihat orang – orang disekitar melemparkan argument yang sangat menohok hati. "dimana kamu bekerja saat ini ?"…"Berapa gajimu saat ini?"…."bagaimana lingkungan disekitar kantormu?"..bahkan ketika bertemu teman seangkatan yang dulunya satu sekolah atau satu kampus, melihat mereka telah memakai seragam kebesaran, membawa kendaraan pribadi atau bahkan telah menggandeng pasangan baru. Bukan maksud berdengki hati melihat kebahagiaan orang lain, tetapi lebih kepada kenyataan yang terkadang tidak sesuai dengan keinginan…

Tidak. Seharusnya bersyukur adalah kata yang tepat untuk itu. bukan mengeluh atas apa yang telah didapat. karena sesungguhnya, Tuhan punya rencana lain yang jauh lebih indah dari yang kita fikirkan. Bukankah akan ada pelangi sesudah hujan badai ? ya, Tuhan pasti punya rencana untuk dia yang bersabar. Bersabar menerima ketentuan-Nya dengan selalu bersyukur kepada-Nya. Sungguh Dia yang Maha Bijaksana. Karena apa yang akan kita dapatkan nantinya adalah sesuai dengan kerja keras dan usaha yang kita lakukan saat ini. Jika bukan hari ini kita memanen hasilnya, mungkin Tuhan menyuruh kita untuk lebih banyak berusaha lagi agar hasil yang akan kita tuai nantinya lebih baik lagi. Jika hasil yang didapatkan hanya dengan cara instan, makan yang akan dirasakan nantinya tidak sebanding dengan yang kita harapkan. Namun, jika apa yang kita dapatkan berasal dari cucuran keringat, maka hasilnya akan terasa jauh lebih nikmat. Karena kebahagiaan itu sendiri didapatkan dengan perjuangan yang kuat, perjuangan kuat pun harus memiliki pengorbanan, karena kamu tidak akan menemukan kebahagiaan tanpa adanya perjuangan dan pengorbanan.

Pun perkara hati yang mungkin selama ini selalu menjadi benang kusut difikiran. Jodoh? ya, dia yang sedang menunggu di masa depan. dia yang sedang berusaha untuk bertemu kelak di hari yang tepat. dia yang setia dan berusaha untuk terus memperbaiki diri agar ketika bertemu, sudah pantas menjadi pendampingmu. Jodoh sejati ialah yang sama – sama berserah diri kepada-Nya menunggu kapan saat yang indah itu akan datang, tidak muluk menuntut untuk segera dipertemukan, tetapi lebih kepada bersabar bahwa saat yang indah pasti datang pada saat yang indah pula. Jadi, untuk apa terus menerus khawatir terhadap sesuatu yang sudah ditetapkan-Nya ?? Toh, tulang rusuk tak akan pernah tertukar. Sejauh apapun kamu pergi dan melangkah, Jika dia , yang berjodoh denganmu kelak, akan tetap didekatkan oleh-Nya. Namun, jika memang kamu belum berjodoh dengannya, sedekat apapun kamu bersamanya, akan ada jalan dan halangan untuk tidak didekatkan.

Karena Tuhan tidak akan mencampakkan hamba-Nya yang bersabar. karena kesabaran yang hakiki adalah berusaha dengan ikhlas untuk menjalani ketentuan dan berserah diri atas ketetapan-Nya.

Advertisement

Ketika hati dan fikiran telah sejalan, bahkan dengan ikhlas menerima apa yang telah didapat, adalah keberkahan dan keindahan tersendiri dalam jiwa.Tenang dan Damai. Karena pada dasarnya, manusia memiliki jiwa yang mengingkan kenyamanan dan kedamaian.

Apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Tuhan, dan apa yang buruk menurut kita belum tentu buruk menurut Tuhan. Jadi, tidak harus berlimpah emas atau menjadi saudagar kaya raya, kalau menerima dengan ikhlas setiap jalan yang Tuhan pilihkan adalah ketentuan yang terbaik menurut-Nya untuk kita……