Hai kamu, masa laluku. Apa kabar? Aku tidak pernah mendengar sedikitpun kabar tantang mu dari dirimu sendiri, berbulan bulan berlalu seperti itu. Aku sempat melihat postingan-postinganmu di berbagai macam sosial media milikmu. Kadang kau terlihat seperti kesepian, beberapa saat kemudian kau terlihat bahagia sekali.

Aku hanya berpikir kenapa kamu menjadi seberantakan itu. Aku hanya mengetahui kabarmu dari semua hal itu. Menyedihkan bukan? Seandainya kamu tahu, saat kamu memutuskan pergi, jiwaku seolah mati tak beraga, aku tak pernah sempat mengatakan apa yang aku pikirkan, kamu egois, kamu pergi bahkan tanpa memberi sebuah penjelasan. Sehari, seminggu, sebulan aku masih berharap kau akan kembali, tapi nyatanya kau benar-benar pergi dan membuang semua janji yang sengaja kau patahkan. Kau sendiri tahukan, Tuhan selalu adil dalam memberikan luka? Lalu bagaimana jika nanti saat kamu kembali aku sudah berhenti menanti, saat kamu sedih, aku sudah tak perduli lagi, saat kamu mencari aku sudah benar benar hilang. Aku mengingat sebegitu banyak hal tentang pantai yang telah kita kunjungi bersama, tentang bagaimana kita melihat indahnya matahari terbenam bersama, bangun di tempat yang sama, membuat istana pasir bersama. Aku masih ingat ekspresi wajahmu ketika kamu tahu aku ada diantara teman-teman mu.

Kamu bilang aku yang pertama, kamu bilang kamu bahagia, kamu bilang kamu tidak ingin waktu ini berlalu. Apa kah kamu tahu? Akupun seperti itu. Mungkin jika kamu membaca tulisan ini, kamu pasti berfikir bahwa aku masih mengharap kamu kembali bukan? Tidak, sebenarnya tidak seperti itu. Aku hanya ingin menegaskan bahwa aku baik-baik saja sekarang. Meskipun terkadang aku merasa sedikit sepi, tapi aku tahu aku punya Tuhan yang selalu ada di hidupku. Aku hanya akan diam disini, di tempat yang tak pernah kau ketahui, membangun mimpi ku, memperbaiki diriku, merancang ulang masa depanku yang tanpa ada kamu di dalamnya. Terimakasih telah hadir dan mengeluarkan aku dari lubang dalam meskipun akhirnya kau membuat lubang baru yang lebih dalam. Setelah kau menutup buku kita secara paksa, aku sudah memutuskan untuk membakarnya. Sejujurnya, setelah kepergianmu

Aku kehilangan semua rasa terhadap cinta.

Semoga Tuhan menyampaikan semua rinduku yang tak bisa lagi aku tegaskan, semoga wanita yang sedang kau impikan sekarang dapat membuatmu lebih baik dan bahagia dari sebelumnya. Berbahagialah, aku akan mendo'akan mu.

Advertisement

Mungkin pantai yang baru membuatmu lebih bahagia, tapi disana tidak ada istana pasir dengan kenangan yang indah yang telah kita bangun bersama. Tidak ada aku, dan tidak ada mimpi kita.