Berakhirnya suatu hubungan yang telah terjalin lama, pasti membuat kamu bertanya – tanya "Kita masih saling sayang kan? Katanya kita ga akan pernah putus. Kok kamu tega ninggalin aku…" lalu bertanya dalam hati, "salah gue dimana, salah gue apa?" Malah sahabat kamu ada yang nyeletuk "buang-buang waktu loe aja…" Ugh, mereka tidak tahu waktu kamu dengernya tuh sakitnya di sini… Saat menjalaninya kamu merasa sudah memberikan yang terbaik. Sudah menyayangi dia dengan sepenuh hati. Dan merasa selama ini tidak ada masalah besar yang diributkan. Pertengkaran itu ada namun kembali sayang – sayangan lagi jika rindu menggebu – gebu. Sebenarnya kerusakan itu sudah ada namun kecil, setitik. Kamu tidak menyadarinya, kamu terlena karena sudah terlalu nyaman "Ah, gue dan dia nggak mungkin putus. Dia uda cinta mati sama gue. Gue pun sayang dia karena dia memang baik. Gue bertingkah ini – itu dia pasti ikhlas dan happy lagi ke gue." Eits, nanti dulu… tapi akhirnya putus kan? Mungkin hal – hal kecil ini yang kamu sepelekan justru merusak hubunganmu dengan kekasih : 1. Kurang komunikasi. Tiap ada masalah dibahas di bbm ato sms. Kurangnya intensitas bersama pasangan, kadang membuat lupa apa yg mau dibahas. Kirain masalah sudah selesai dan menganggap baik-baik saja. Saat komunikasi via aplikasi chatting Bbm bahasanya singkat, terlihat ga sopan dan tidak terdengar suara kesungguhanmu. Jarang telepon dan bicara yg penting. Malah setelah ketemu hanya jalan, makan dan nonton. Obrolan sekedarnya. Masalah yang tak selesai itu, menggumpal dihati menunggu untuk memecah hubunganmu dan dia. 2. Tidak terbuka. Kamu dan dia jadi kurang akrab. Mau bahas yang serius di bbm malas nulis dan bacanya. Teleponan ga ada tempat yang cukup tenang untuk membahas masalah "kecil" kalian. Jarang ketemu, bagaimana kamu memahami satu sama lain? Kamu orang yg tertutup. Dia kurang pandai bercerita dan bertanya. Kalian jadi semakin jauh dan masa bodo. 3. Masalah yang menumpuk. Timbunan kotoran itu lama2 menggunung dan sangat mengganggu. Kamu tidak sadar itu sudah terlalu penuh dan merusak. 4. Saling menyalahkan.

Aku merasa berubah dan masa bodo karena dia duluan yg begitu.

Tapi dia menyalahkanku, perhatiannya berubah karena sikapku yg tidak berkenan di hatinya. Dia merasa aku tidak cinta dan tidak mau berumah tangga. Aku merasa dia tidak ikhlas dan terlalu sibuk. 5. Cinta butuh pengorbanan. Kadang aku merasa rugi jika memberi sesuatu kepadanya. Dan merasa dia pun setengah hati. Hanya kata2 di mulut tidak terlihat dari tindakan. 6. Kurang akrab dg keluarga. Aku tidak pandai bergaul dan bermulut manis. Keluarganya jarang ada acara yg aku bisa ikutan. Jadi jarang ngumpul dan ngobrol. Mereka tidak mengenalku dan aku sungkan dg mereka.