Kasih sayang merupakan topik paling hangat yang banyak diperbincangkan orang-orang. Dari yang muda hingga yang berusia tua, semua memiliki kasih sayang yang dapat mereka ungkapkan dengan caranya masing-masing. Bagi kaum muda, mengungkapkan kasih sayang bahkan sudah menjadi trend, terlebih di era yang katanya kekinian. Hal tersebut merupakan sebuah kewajaran, karena memang fitrahnya manusia ialah berkasih sayang.

Dalam kitab cinta-Nya, QS. Al-Anbiyya [21] : 107 Allah SWT bahkan memerintah seorang pemimpin seperti Nabi agung Muhammad Saw. hanyalah untuk menumbuhsuburkan kasih sayang semesta atau rahmatan lil ‘alamin.

Advertisement

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Artinya: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. QS Al-Anbiyya [21] : 107

Islam secara luas tidak melarang siapapun untuk mengungkapkan kasih sayang. Justru dengan kasih sayang, dalam ayat tersebut dikatakan seluruh alam semesta akan sejahtera, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia.

Advertisement

Namun kasih sayang seperti apa dan bagaimana cara mengungkapkannya? Seorang aktivis yang juga pemimpin spiritual dan politisi dari India mengatakan bahwa kasih sayang merupakan bentuk tertinggi tanpa kekerasan. Sejatinya mereka yang hatinya terpatri kasih sayang, tentu tidak akan menyakiti atau bahkan melukai yang lainnya. Sebab, kasih akan melembutkan sekeras apapun hati.

Berkasih Sayang dan Berlemah Lembutlah dengan Orang “Terkeramat” Kita

Seorang ibu, sekalipun ia dalam amarah karena kesalahan anaknya, tetap saja takkan tega memukul sang buah hati. Pun sebaliknya, sebab kasih sayang yang begitu dalam, bahkan seorang ibu mampu membuat sang anak menangis tersedu. Hal itu ia lakukan hanya supaya kita sadar akan kesalahan dan tak akan mengulanginya. Meski jauh dari dalam lubuk hatinya, ibu akan lebih tersedu atas sikap kerasnya kepada sang anak, untuk sebuah kebaikan di masa datang.

Itulah ungkapan kasih sayang yang nyata, meski tak terucap lewat kata namun ia mampu menebar kebaikan bagi semua insan. Tak jauh beda dengan ayah, sosok lelaki kuat yang sebagian besarnya terkenal cenderung cuek terhadap hal yang berkaitan dengan kelembutan seperti kasih sayang itu, punya cara tersendiri untuk mengungkapkan kasih sayangnya terhadap sang buah hati. Dalam diamnya, sosok ayah sejujurnya jauh lebih mengkhawatirkan anaknya. Agar si anak tak mengalami kesulitan yang pernah ia alami sebelumnya, seorang ayah rela berkorban waktu, tenaga dan materi demi berjuang banting tulang bahkan hingga larut malam.

Meski harus pulang ketika sang buah hati telah terlelap, dan ia lebih memilih untuk ikhlas menggugurkan harapannya dapat melepas penat bersama buah hati dalam canda dan tawa. Hanya demi kebahagiaan anak-anaknya, agar mampu bersaing dan bersanding dengan jutaan anak yang bahkan dari negara lainnya.

Meski demikian, ayah tak akan pernah kecewa. Sebab ia sadar akan kuasa Sang Pencipta yang telah mengatur hidupnya dan menanamkan cinta dan kasih sayang diantara mereka. Baginya, kebahagian istri dan anak-anaknya adalah sebuah ketenangan jiwa. Seperti firman Allah dalam QS. Ar-Ruum [30] : 21 yang artinya, “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. (Ar-Ruum: 21)

Yuk, merayakan kasih sayang!

Itulah bukti nyata kasih sayang ayah yang tiada duanya, sama seperti cinta dan kasihnya seorang ibu. Kasih sayang yang tak perlu diperingati pada momen tertentu, sebab merayakannya dapat dilakukan setiap saat dengan hal-hal yang positif dan lebih bermanfaat.

Ungkapan kasih sayang yang sesungguhnya ialah yang bahkan mampu mengalahkan jutaan kata, 'I Love You' dari seorang kekasih, menurunkan “harga” untuk sebatang coklat dari teman spesial, hingga mampu menggugurkan dan me-layukan rangkaian bunga mawar yang tersusun indah dalam buket. Kasih sayang tersebut ialah kasih sayang-Nya dan kasih sayang kedua ibu-bapak.

Maka berlemah lembutlah kita kepada “Orang Terkeramat” itu, sebab sekali saja kita berkata “Ah!” bila mereka tak ridho, celaka bagi kita. Hal tersebut jelas telah diperingatkan Sang Pencipta dalam Al-Israa’ : 23-24.

Kasih Sayang dengan Sesama Melahirkan Kasih Sayang terhadap Lingkungan

Kasih sayang yang tercipta di antara orang tua dengan anak, maupun dengan pasangan halal, tentu akan melahirkan kasih sayang yang lebih kepada sekitar. Lalu, kasih sayang seperti apa yang diharapkan dari sekitar? Ialah sikap, perilaku dan etika kita terhadap lingkungan, baik dengan saudara, tetangga, guru, teman sekalipun dengan orang yang belum dikenal, hingga etika terhadap tumbuh-tumbuhan dan hewan. Kasih sayang akan menumbuhkan sikap peduli. Itulah yang diharapkan terhadap sekitar.

Mengungkapkan kasih sayang dengan saudara, teman dan guru mudah saja dilakukan, baik hanya dengan lisan atau lebih lagi dengan perbuatan terpuji lainnya. Namun yang berat dilakukan di era sekarang ialah berkasih sayang dengan sesama yang belum dikenal. Orang masa kini cenderung banyak curiganya ketimbang berbaik sangka, bagaimana tidak? Jika setiap detik informasi yang dihadirkan ke tengah-tengah keluarga ialah soal penipuan, kekerasan, hingga level biadab soal pembunuhan.

Data yang dihimpun dari berbagai sumber berita di media terpercaya hingga kepolisian menunjukkan, sebagian besar pelaku kejahatan merupakan orang yang tidak dikenal.

Termasuk ‘pacar’ atau kekasih yang belum sah dalam ikatan apapun, sebab mereka juga orang luar yang baru singgah dalam hidup ini. Meski ada juga yang justru dari keluarga terdekat, namun itu hanya beberapa saja. Sebab, di luar faktor ekonomi hingga sosial, kurangnya kasih sayang diantara mereka-lah jua yang melatarbelakangi hal tersebut. Bukan berarti, hal ini mengajarkan kita untuk terus mencurigai setiap orang yang baru kita temui. Melainkan, berhati-hatilah!

Jika kepada kedua orangtua atau saudaranya sendiri saja sudah berani, apalagi orang yang tak ia kenal sama sekali? Namun mereka yang teramat menyayangi keluarganya, minimal ia akan menganggap orang lain yang ia temui adalah setara dengan orang tua, saudara dan sahabat atau gurunya. Artinya semua yang kita lakukan jelas akan berdampak, baik positif maupun negatif bagi psikologis. Namun berbaik sangka dan berkasih sayang dengan sesama meski belum dikenal, tak ada salahnya, selama kita mampu mengendalikan diri ketika tanda-tanda mencurigakan mulai nampak.

Dicintai Penduduk Langit

Hasan Shahih, Rasulullah SAW bersabda, orang-orang yang saling mengasihi akan dikasihi bahkan oleh Yang ada di langit. “[[Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Umar], telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Amr bin Dinar] dari [Abu Qabus] dari [Abdullah bin Amr] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang-orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Ar Rahman, berkasih sayanglah kepada siapapun yang ada di bumi, niscaya Yang ada di langit akan mengasihi kalian.

Lafazh Ar Rahim (rahim atau kasih sayang) itu diambil dari lafazh Ar Rahman, maka barang siapa yang menyambung tali silaturrahmi niscaya Allah akan menyambungnya (dengan rahmat-Nya) dan barang siapa yang memutus tali silaturrahmi maka Allah akan memutusnya (dari rahmat-Nya)." Berkata Abu 'Isa: Ini merupakan hadits hasan shahih.]]]”

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي قَابُوسَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمْ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ الرَّحِمُ شُجْنَةٌ مِنْ الرَّحْمَنِ فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَهَا قَطَعَهُ اللَّهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

[HR. Tirmidzi No.1847].

Kasih Sayang Tertinggi

Jauh di atas kasih sayang orangtua dengan anak dan sebaliknya, kasih sayang dengan sesama manusia, dan kasih sayang dengan apa-apa yang ada di bumi, sejatinya hanya kasih sayang-Nya lah yang menempati posisi tertinggi. Sebab, kasih sayang-Nya lah yang mempertemukan kita dengan dunia beserta isinya. Kasih sayang-Nya juga yang mampu mempertahankan kita di tengah segala kesulitan yang mendera, kasih dan sayang-Nya pula yang menjadikan kita untuk saling berkasih sayang.

Inilah makna dari kasih sayang dari yang Maha Mengasihi. Bukan sekadar kasih sayang yang hanya dapat dilisankan atau bahkan diuangkan. Lebih dari itu semua, kasih sayang sejati ialah kasih sayang yang tak terhenti dan tak ternilai dengan apapun jua.

Semoga dengan kasih sayang, negeri kita semakin sejahtera. Karena kasih membaur-kan perbedaan, melenyapkan kebencian dalam persaudaraan.

Salam Hangat Penulis

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya