Aliando Syarief Blak-blakan Ungkap Penyebab Idap OCD Ekstrem: Aku Dipaksa Kerja!

Gangguan mental memang bisa dialami oleh siapa saja dengan penyebab yang beragam, mulai dari pengaruh lingkungan sosial, keluarga, hingga pengelolaan emosi pada diri sendiri. Aktor kenamaan Aliando Syarief juga mengalami salah satu gangguan mental yakni OCD (Obessive Compulsive Disorder). Kondisi tersebut sempat membuat publik kaget, apalagi Aliando sempat vakum cukup lama di dunia hiburan.

Advertisement

Usai mengungkap kondisinya pada awal 2022 kemarin, akhirnya baru-baru ini Aliando menceritakan penyebab OCD yang dideritanya selama kurang lebih satu tahun. Ternyata ada kejadian buruk yang dialami Aliando sehingga berimbas pada kondisi mentalnya.

OCD yang diderita Aliando adalah imbas dari kejadian kriminal di rumahnya

Aliando OCD

Aliando (kiri) sedang bercerita soal penyebab OCD pada Ricky Cuaca (kanan) | Tangkapan layar YouTube Ricky Cuaca

Aliando baru-baru ini kembali menjadi sorotan publik karena cerita OCD yang dideritanya. Setelah cukup lama membuat publik penasaran, akhirnya pemain sineteron Ganteng-Ganteng Srigala ini mengungkap penyebab OCD yang dideritanya. Aliando membagikan ceritanya ini lewat sebuah tayangan podcast di kanal YouTube Ricky Cuaca belum lama ini.

Aliando mengakui bahwa keputusannya untuk vakum dari pekerjaannya di industri hiburan bukan karena OCD yang dideritanya. Namun, karena ada masalah lain yang menyebabkannya mengalami OCD. Aliando menjelaskan bahwa ada kejadian kriminal di rumahnya yang berimbas pada gangguan mental OCD tersebut.

Advertisement

“Jujur, bukan karena penyakit OCD gue menghilang, OCD hanyalah dampak dari masalah ini. Ini kriminalitas, jadi ada kasus kriminal yang terjadi di rumah gue, habis itu terkenalah gue OCD,” kata Aliando pada Ricky Cuaca.

Sayangnya, Aliando enggan menjelaskan dengan detail seperti apa kejadian kriminal yang dialaminya. Ia hanya menceritakan adanya kekerasan domestik yang menyerangnya secara mental, yang dilakukan oleh oknum yang bekerja bersamanya.

Advertisement

“Kalau bisa dibilang, kasus gue ini ada namanya domestic abuse, gue dipaksa untuk bekerja, menduiti mereka, kalau enggak gue akan disiksa,” jelas Aliando.

Kendati mengalami kejahatan itu, Aliando nggak bisa melaporkan kejadian yang dialaminya pada pihak berwajib, lantaran ia nggak memiliki bukti. Bagaimana pun kekerasan yang Aliando alami secara psikis sehingga ia merasa nggak memiliki bukti yang kuat.

Kondisi Aliando diperparah dengan dorongan upaya manipulasi emosi yang dilakukan pelaku

Aliando OCD

Potret Aliando | Foto dari Instagram Aliando

Selain mendapat perlakuan buruk yang menyerang mental Aliando, ia juga mengungkap bahwa para pelaku kerap memutar balikkan fakta dan memanipulasi emosi yang ia rasakan. Hal ini membuat Aliando berpikir bahwa kondisi mental yang dialaminya itu karena keluarganya.

“Jadi orang-orang ini mau sembunyi tangan dari apa yang dilakukan ke gue dan mengubah emosi gue untuk kesel dengan orang-orang di samping gue,” ungkap Aliando.

Setelah aktor 25 tahun ini menyadari ada kesalahan dalam emosinya, akhirnya ia memutuskan pergi untuk meninggalkan orang-orang yang dianggapnya kriminal itu. Hal inilah yang membuatnya harus vakum untuk tampil di depan layar.

Berdasarkan cerita Aliando saat pertama kali mengungkap kondisi mentalnya yang mengidap OCD, ia mengakui bahwa penyakit itu sudah ia alami sejak masih duduk di kelas 2 Sekolah Dasar. Seiring bertambahnya usia, penyakit tersebut kerap muncul saat ia sedang bekerja. Hal inilah yang mungkin akhirnya diperparah dengan yang Aliando sebut dengan tindakan kriminal dari lingkungan pekerjaannya itu. Sehingga, ia mengalami OCD ekstrem.

Melansir dari Mayoclinic, gangguan OCD seperti yang dialami Aliando membuat penderitanya mengalami pola pikiran dan ketakutan yang nggak diinginkan (obsesi) sehingga, membuatnya melakukan perilaku berulang (kompulsi). Misalnya saja, mencuci tangan berulang kali, menghitung benda-benda tanpa merasa puas, kecurigaan yang berlebihan. Bahkan, Aliando pernah mengungkap jika ia sempat merasa harus menghitung rambut sebelum mandi.

Sementara itu penyebab OCD sebenarnya nggak diketahui secara pasti. Namun, melansir dari Webmd, beberapa faktor risiko OCD meliputi adanya keturunan dari orang tua, depresi, kecemasan, trauma, dan adanya riwayat kekerasan. Sehingga, setiap orang yang mengalami OCD bisa memiliki penyebab yang berbeda-beda.

Kendati sempat mengalami OCD ekstrem, tapi saat ini Aliando menyatakan dirinya sudah membaik 99 persen dari kondisinya yang paling parah. Hal ini tentu karena Aliando menjalani terapi rutin untuk memulihkan kondisi mentalnya tersebut. Sehingga, saat ini ia pun sudah mulai muncul di depan layar dan mulai aktif bermedia sosial.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE