Muak Anaknya Disebut Kurang Gizi, Shandy Aulia Lacak Identitas Warganet: Orang Berpendidikan Tinggi

Anak Shandy Aulia disebut kurang gizi

Seolah nggak ada kapok-kapoknya, warganet terus saja menghakimi Shandy Aulia sebagai ibu yang bebal. Ia dinilai nggak mau menerima kritikan soal tumbuh-kembang Claire Herbowo, putri semata wayangnya. Seperti diketahui, buah hati Shandy itu kerap dicibir kurang gizi karena terlihat kurus dan tak berambut tebal seperti kebanyakan balita seusianya.

Advertisement

Kontroversi pola pengasuhan Shandy bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, ia pernah dituding keterlaluan lantaran memaksakan Claire berjalan. Di lain hari, ia jadi sorotan karena menyuapkan durian pada bayinya yang berusia 8 bulan. Publik pun masih ingat ia menjadi buah bibir gara-gara caranya menggendong Claire yang dianggap membahayakan. Terbaru, warganet ngotot menyebut Claire kurang gizi sampai membuat Shandy geram.

Shandy Aulia bertekad menemukan identitas warganet yang menyebut putrinya kurang gizi

Jagat maya kembali dihebohkan dengan unggahan Shandy Aulia. Ia meminta tolong pengikutnya di Instagram untuk mencari informasi warganet dengan akun @laprilya19. Pasalnya, warganet itu tak henti-hentinya melontarkan komentar dengan kata-kata kasar. Apalagi pemilik akun tersebut sampai menyamakan Claire dengan monyet.

Advertisement

“Bantu saya carikan informasi mengenai orang ini.
saya tertarik ngobrol dan bertemu dengan beliau secara pribadi perihal urusan anak saya.
yang mungkin mengetahui beliau siapa, bekerja dimana dan tempat tinggal dimana mohon DM saya.
Terima kasih. 😊,” tulis Shandy, Jumat (25/6).

Shandy bertekad untuk melacak identitas si pemilik akun agar bisa bertemu secara langsung. Ia ingin membicarakan kondisi Claire yang sering dipermasalahkan. Bahkan warganet nggak pernah lelah menyudutkannya sebagai ibu yang buruk dan lalai. Menurut warganet itu, pertumbuhan Claire terhambat dan kurang sehat. Tak terima dengan penghakiman itu, Shandy berusaha mencari identitas asli dan lengkap si warganet.

Advertisement

“Biar kamu gak capek dan bisa membedakan pertumbuhan anak saya dan monyet kita ngobrol ya… dari hati ke hati… oh ya bu… sampai jumpa di Manado ☺️,” lanjut Sahndy di unggahan berikutnya.

Berkat kiriman informasi dari warganet lain lewat Direct Message (DM), Shandy sudah mengantongi identitas warganet itu dalam waktu sekejap. Semenjak jadi ibu, ia mengakui kesabarannya memang lebih panjang. Namun, kesabarannya pun bisa habis bila Claire dilecehkan secara verbal di muka umum. Setelah menemukan identitas orangnya, Shandy memastikan akan menemuinya.

“Salut buat anda berani tanpa akun palsu. Karena itu saya ingin bertemu anda untuk berbincang-bincang menambah wawasan dan belajar dari anda. Untuk mengapresiasi komentar anda terhadap anak saya.
Dan saya pastikan kita akan bertemu ☺️☺️,” pungkas Shandy.

Shandy bongkar identitas warganet yang bilang Claire kurang gizi. Ternyata, warganet itu berpendidikan tinggi

Walaupun tak membeberkan keseluruhan identitas warganet tersebut, Shandy membagikan gelar pendidikan yang disandangnya. Bila dilihat dari gelar itu, Shandy menduga orang di balik akun @laprilya19 bukan orang kurang kerjaan yang senang cari ‘panggung’ dan sensasi. Warganet itu memiliki pekerjaan yang baik dan mulia. Ia adalah lulusan sarjana keperawatan.

“Sebenarnya Saya tidak meminta anda menyukai dan memuji anak saya itu mutlak hak anda sebagai manusia. tidak juga saya meminta anda menyetujui cara mendidik dan merawat anak saya. Anda berpendidikan dan memiliki pekerjaan yang terhormat. Tetapi tidak menjamin karakter tutur kata anda juga terhormat dalam berpendapat terhadap sesama wanita dan kepada bayi usia 16 bulan,” tegas Shandy.

Shandy menyadari gaya pengasuhannya pada Claire tidak akan disukai semua orang. Setiap orang berhak sepakat atau tidak dengannya. Perbedaan pendapat itu wajar, tapi bukan berarti perbedaan itu memicu pertikaian, apalagi sampai dijadikan pembenaran untuk menghakimi orang lain. Menurutnya, percuma manusia memiliki pendidikan yang tinggi, tapi nggak punya nurani untuk menghormati orang lain. Manusia nggak perlu pendidikan tinggi untuk bersikap baik dan penuh empati.

“Sayapun dapat emosi dengan mempublish data diri anda dimuka umum tapi saya tetap menggunakan nurani saya dalam mengambil keputusan itulah yang membedakan kita antara manusia dan binatang. 😊 manusia itu punya nurani. Sedangkan binatang tidak. Bisakah anda kembali mengambil pendidikan nurani terhadap sesama manusia terutama pada sesama wanita?,” ungkap Shandy.

Meskipun diliputi kemarahan, Shandy berusaha tetap tenang dan tidak lepas kendali. Ia tetap menggunakan nuraninya untuk mengambil keputusan bijak. Di sisi lain, kejadian itu memberi pelajaran pada Shandy. Ia seolah diingatkan agar tidak hanya mengedepankan pendidikan akademis Claire suatu saat nanti. Ia punya kewajiban untuk mengajarkan Claire tentang empati dan nurani. Sehingga Calire tumbuh menjadi orang yang berkarakter sopan. Jadi, ketika menghadapi lingkungan sosialnya, Claire tetap bisa menjaga lisannya dengan cara bertutur kata yang baik.

“Karena pendidikan tinggi bila tidak mememiliki nurani artinya manusia yang paling malang didunia ini. ❤️,” tutup Shandy.

Insiden semacam ini sudah berkali-kali terjadi. Sudah seharusnya juga semua pihak belajar untuk bermedia sosial dengan bijak dan benar. Ingat ya, SoHip. Ketikan jari kita bisa menyakiti siapa pun kalau tidak bersikap hati-hati.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE