Andien Aisyah Pernah Alami Abusive Relationship, Luluh Setiap Mantan Pacar Minta Maaf

Keluar dari jerat lingkaran kekerasan dalam hubungan memang terbilang nggak mudah. Sikap manipulatif dari pasangan yang melakukan kekerasan sering bikin pasangannya luluh lagi dan kembali melanjutkan hubungan itu.

Advertisement

Seperti halnya yang baru-baru ini diceritakan penyanyi Andien Aisyah dalam cuitan Twitter pribadinya. Andien mengenang hubungannya dengan sang mantan pacar yang abusive banget hingga dirinya mendapat perlakuan tak pantas seperti dipukul hingga dicekik. Sulit bagi Andien untuk memutuskan hubungan dengannya sampai akhirnya sang ibunda menasihati putrinya itu bahwa bukan tugas Andien untuk mengubah karakter buruk pasangannya.

Andien Aisyah sempat memutuskan hubungan saat dipukulin mantan pacar untuk pertama kali. Namun, ia kembali luluh karena kasihan dengan pria itu

Andien Aisyah menceritakan pengalaman pahitnya saat menjalin hubungan toksik dengan mantan pacarnya di masa lalu. Pria itu sering melakukan tindak kekerasan fisik kepada Andien seperti memukul, mencekik, hingga melemparkan barang berukuran besar ke arah Andien. Saat pertama kali diperlakukan nggak pantas begitu, Andien langsung memutuskan si mantan pacar.

Advertisement

“Gue pernah ngalamin abusive relationship (nggak bisa dibilang KDRT karena belum menikah) with my boyfriend back then. Pas dipukulin pertama kali, gue langsung putusin,” tulis Andien membuka cuitannya (14/10).

Namun, setelahnya si mantan pacar justru mendatangi Andien dan menangis memohon agar hubungan mereka nggak berakhir. Pria itu berdalih kalau dirinya nggak bisa hidup tanpa sosok penyanyi itu. Lantaran kasihan, Andien pun luluh dan kembali melanjutkan hubungannya.

“Besokannya dia kayak nangis2 mohon2 dan bilang nggak bisa hidup tanpa gue. Lalu karena gue kasihan.. Gue luluh,” sambungnya.

Advertisement

Bukannya berubah jadi lebih baik, si mantan pacar kembali mengulangi tindak kekerasannya terhadap Andien selama 9 bulan lamanya

Andien mendapat tindak kekerasan saat pacaran

Andien mendapat tindak kekerasan saat pacaran | Credit: Instagram @andienaisyah

Momen kembalinya hubungan mereka nyatanya nggak dipakai si mantan pacar untuk memperbaiki kelakuannya terhadap Andien. Hasilnya, tindak kekerasan yang sama pun berulang lagi selama 9 bulan masa pacaran mereka. Bahkan, setiap Andien berusaha mengakhiri hubungan, si mantan pacar kembali minta maaf, memohon-mohon dan akhirnya membuat Andien luluh.

“Setelah gue balikan, dia ngulangin hal yang sama. Lalu gue putusin lagi. Abis itu dia nangis2 lagi, mohon2, ampe gue kasian. Terus gue luluh lagi. Begitu aja terus selama 9 bulan isinya ditonjok, disabet, dicekik, dipukul pake hardcase gitar. Putus nyambung. Minta maaf dan luluh,” tulisnya.

Saat itu, Andien mengaku nggak bisa menceritakan kekerasan yang ia alami dari si mantan pacar kepada orang tuanya. Ia nggak ingin kedua orang tuanya berbalik menyalahkan pria itu. Sebagai alasan, Andien berdalih lebam di matanya adalah karena jatuh atau kepentok benda.

Andien akhirnya benar-benar mengakhiri hubungan toksik itu setelah dinasihati ibunda. Ia bilang mengubah pasangan bukanlah tanggung jawab Andien

Mengubah pasangan bukan tanggung jawab Andien

Mengubah pasangan bukan tanggung jawab Andien | Credit: Instagram @andienaisyah

Sang ibunda pada akhirnya nggak bisa tinggal diam melihat putrinya masih berada di dalam hubungan yang nggak sehat. Andien kemudian disadarkan oleh nasihat ibundanya. Ia bertanya pada Andien apakah mungkin mengubah karakter seseorang yang sudah tertanam puluhan tahun hanya dalam waktu sebentar.

“Yang bikin gue “sadar” adalah nasehat dari nyokap. Beliau bilang: menurutmu, kamu bisa mengubah orang yang sudah 20 tahun lebih mengenyam kehidupannya sendiri? Dengan pola asuh yang udah terpatri di dia, semua kebiasaannya, semua masa lalunya. Bisa kamu ubah dalam beberapa bulan ini?” sambungnya.

Untuk semakin menguatkan hati sang putri, ibunda Andien menegaskan kalau yang bisa mengubah karakter seseorang hanyalah kemauan dari diri mereka sendiri. Sebagai pasangan, Andien nggak punya tanggung jawab apapun soal itu. Ibunya bilang, Andien cukup bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

And she added.. “Andienku, dia bukan tanggung jawab kamu. Bukan tanggung jawab kamu untuk mengubahnya. Itu tanggung jawab dia sendiri. Tanggung jawab kamu adalah diri kamu.” That hit me hard,” kata Andien.

Andien sendiri nggak menampik bahwa mantan pacarnya itu memang manipulatif banget. Andien berhasil dibuat seakan dirinya bisa menjadi pahlawan untuk menyelamatkan pria itu. Lebih parahnya lagi, si mantan pacar malah menormalisasi tindakan kekerasannya terhadap Andien dengan alasan dirinya “sakit” dan hanya Andien yang mampu menolongnya.

Teman-teman Andien sebelumnya sudah mengingatkan sang penyanyi itu untuk segera mengakhiri hubungannya. Nggak cuma mereka, penata rias Andien juga menasihati hal yang sama. Apalagi setiap kali Andien manggung, sang penata rias diminta untuk bisa menutupi lebam di mata Andien.

Ditanya soal alasan mengapa dirinya nggak melapor ke polisi, Andien mengaku kalau ia takut kariernya hancur. Apalagi kasus serupa sudah pasti menarik perhatian media untuk meliput sementara Andien nggak ingin diwawancarai oleh wartawan soal pengalaman pahit ini.

Syukurnya, kini Andien telah lepas dari hubungan nggak sehat itu. Masa lalu Andien ini memberi pelajaran bahwa dirinya (dan semua orang) nggak berhak mendapatkan perilaku abusive dari orang lain. Apapun alasan yang dipakai si pelaku untuk membenarkan perilaku tersebut, keselamatan diri sendiri tetap harus diutamakan.

Maybe it’s true he was sick. But I gotta save myself,” tutup Andien.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE