Tak Ada Target, Fero Walandouw Khawatir Kalau Buru-Buru Menikah Akan Berimbas ke Anak Kelak

Fero Walandouw tak buru-buru menikah

Fero Walandouw mengungkapkan belum mau melangsungkan pernikahan dan tak punya target pasti kapan waktunya. Hal tersebut dikatakan aktor berusia 31 tahun ini saat berbincang dengan Natasha Wilona. Dijelaskan bahwa ia tak pernah mempermasalahkan umur melainkan kesiapan. Sebab, menurut Fero pernikahan merupakan momen sakral yang diharapkan hanya berlangsung satu kali seumur hidup.

Advertisement

Fero menerangkan tak pengin buru-buru menikah hanya karena umur. Pasalnya jika hanya mengikuti standar yang dibuat oleh lingkungan, belum tentu rumah tangga tersebut akan berlangsung lama. Apalagi berdasarkan prinsip yang ia pegang, masing-masing pasangan harus saling mengenal dulu, bukan setelah menikah akhirnya justru ungkap ketidakcocokkan.

Pernikahan yang belum siap dikhawatirkan Fero akan berdampak pada anak.Padahal, kedua pasangan harusnya sudah sama-sama stabil

Fero tak menampik di usianya yang menginjak 30 tahun, tuntutan buru-buru menikah masih menjadi perbincangan banyak orang. Namun, ia selalu menegaskan bahwa pernikahan merupakan komitmen yang dijalani oleh dua orang bukan hanya berdasar pada omongan banyak pihak.

Terlebih ia takut, jika stigma usia sekian harus sudah menikah, akhirnya orang-orang  akan pasrah dengan anggapan “Gapapa, yang penting sudah nikah” atau mereka yang khawatir dengan stigma tak laku karena sudah cukup berumur.

Advertisement

“Orang mau bilang ‘udah tua juga’ aku punya prinsip, selalu aku bilang kemana pun, umur itu nggak masalah. Lo buru-buru nikah, 15 tahun lagi, 20 tahun lagi, pernikahan lo nggak tau, nggak jelas. Itu yang paling bahaya,” papar Fero dikutip dari YouTube Natasha Wilona, Selasa (14/9).

Banyaknya pertimbangan sebelum menikah juga ia pikirkan untuk anaknya nanti. Sebab orang tua yang belum stabil secara emosi dan finansial akan berdampak buruk pada buah hati. Padahal, sudah seharusnya pasangan yang dikarunia anak bertanggung jawab dengan semua kebutuhan dan pengasuhan yang diberikan.

Advertisement

“Karena nanti yang kasihan anak-anak. Aku harus sadar ke situ. Aku pengin pernikahan aku sekali seumur hidup. Karena ketika terjebak dalam situasi, kondisi dan mungkin umur. Akhirnya ‘ya udah deh nikah aja’, padahal dia belum mengenal pasangannya dengan benar. Dia belum sama-sama dekat dengan Tuhan. Dia belum tahu apa yang mau dilakuin, visi misi nggak sama,” terangnya.

Maka dari itu, ia lebih berupaya membenahi diri terlebih dahulu. Bagi Fero jika sudah saatnya, Tuhan akan memudahkan jalan tersebut

Bukan tanpa alasan Fero tak mau menargetkan kapan harus menikah. Ia percaya jika waktunya sudah tepat, dalam artian diri sudah sepenuhnya bahagia, secara emosi dan finansial stabil hingga saling mengetahui karakter masing-masing pasangan, maka pernikahan akan datang dengan sendirinya.

Dalam kesempatan tersebut, Fero juga menuturkan status hubungan dengan Steffi Zamora. Pemain film “Ananta” ini mengaku memiliki hubungan spesial dan membantah isu settingan hanya karena satu judul film.

“Aku sama Steffi sekarang sudah menjalani hubungan yang serius. Aku kenal Steffi udah lama dan dekat sama dia sampai benar-benar bisa dibilang kami resmi pacaran itu jauh sebelum film yang kemarin di Bali. Kalau dibilang settingan balik lagi, aku tuh nggak dapat keuntungan apa-apa dari settingan. Mau aku dekat sama Wilona sama Yuki, A, B, C, D, E nggak dapat Rp10 M,” jawab Fero menanggapi komentar salah satu warganet.

Pada akhirnya ia memilih menyerahkan masalah pernikahan kepada Tuhan. Saat ini yang diutamakan menjadi pribadi yang lebih dewasa, bijak dan mampu bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.

“Ya kita jalanin, kalau ternyata sudah saatnya dan oke. Tuhan memudahkan jalannya, ya udah,” tutup Fero.

Prinsip Fero yang tak mau buru-buru menikah karena alasan spesifik tersebut memang patut diapresiasi. Apalagi mengingat pernikahan bukanlah hubungan yang mudah diakhiri begitu saja. Pun tak semudah yang terlihat di film, media sosial atau perkataan orang. Semoga bisa diambil sisi positifnya, ya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE