Ceritakan Kepergian Rina Gunawan, Teddy Syach: Saya Berani Bersaksi Bahwa Istri Saya Orangnya Baik

Kronologi meninggalnya Rina Gunawan

Kepergian artis Rina Gunawan untuk selama-lamanya masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga, kerabat dan penggemar. Ibu dari dua anak ini menghembuskan napas terakhir pada Selasa (2/3/2021) malam di RSPP Simprug, Jakarta Selatan. Semasa hidup, mendiang dikenal sebagai pribadi yang sangat ramah dan penyayang kepada orang-orang di sekitarnya.

Advertisement

Sebelumnya, Rina Gunawan sempat menjalani perawatan di ICU karena terinfeksi Covid-19 dan memiliki penyakit bawaan. Sang suami, Teddy Syach pun menjelaskan kronologi sang istri bisa positif hingga pesan haru usai mengantarkan Rina ke tempat peristirahatan terakhir.

Sambil berlinang air mata, Teddy Syach ucapkan kerelaannya dan besyukur Tuhan telah mengirimkan istri yang baik seperti Rina

Mengenakan Alat Perlindungan Diri (APD) sebagai bagian dari protokol kesehatan Covid-19, kakak dari Atalarik ini memberikan kalimat perpisahan terhadap perempuan yang sudah mengarungi bahtera rumah tangga bersamanya selama 22 tahun tersebut. Sempat terlihat tegar, namun akhirnya air mata yang tertahan mengalir juga. Tak menduga jika hari itu akan menjadi momen terakhir mengantar sang istri ke tempat yang abadi.

Advertisement

“Saya berani bersaksi bahwa istri saya orangnya baik, dia menjalankan tugasnya sebagai ibu dengan baik dan saya berani bersaksi, saya ridho, saya ikhlas belum pernah bertemu orang seperti beliau,” ucap haru Teddy seperti dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi, Rabu (3/3/2021).

Tak lama setelah peti jenazah Rina Gunawan dimasukkan ke dalam liang lahat dan tertutup tanah, Teddy Syach mengungkapkan perasannya kepada istri tercinta.

Advertisement

“Setelah menunaikan ibadah sholat Maghrib, saya, putra saya dan putri saya itu menyaksikan secara langsung kepulangan dari Bunda Rina Gunawan, sahabat, teman, kerabat kita. Saya membimbing beliau sampai akhir hayat,” pungkasnya.

Meskipun tak bisa menemani secara langsung di ruang ICU, pria berusia 46 tahun tersebut mengaku bersyukur sempat berkomunikasi sebelumnya meski hanya lewat sambungan video call.

Dalam kesempatan tersebut, Teddy Syach menceritakan kronologis sang istri jatuh sakit hingga tutup usia. Selain Covid-19 penyakit bawaan seperti sinus dan asma turut memperparah keadaan

Pasangan yang menikah sejak April 1999 ini memang terkenal harmonis tanpa terpaan gosip miring. Sang suami bahkan selalu bangga dengan pencapaian Rina Gunawan selama ini. Aktor tersebut pun mengutarakan kronologi, sedari awal keseharian Rina memang dipenuhi kesibukan sebagai wedding organizer, setelah menyelesaikan acara terakhir Rina dan beberapa kerabat di kantor juga dinyatakan positif.

Kondisi Rina pun berangsung menurun sebab bersamaan dengan penyakit bawaan yang diderita seperti sinus, sesak napas, dan asma. Dari Rumah Sakit Bintaro sang istri pun dialihkan ke Rumah Sakit Pertamina. Kondisi sempat stabil, namun karena harus bernapas sendiri justru sang istri merasa lebih berat, tim dokter akhirnya memberikan ventilator dan obat lain.

“Keluhannya kecapekan, intinya beliau kecapekan. Banyak kerja, mengurusi jasa, intensitas kerjanya terlalu tinggi. Jadi istirahat sulit, dan ada pekerjaan yang harus dikerjakan dekat-dekat ini,” ujar Teddy dikutip dari InsertLive, Rabu (3/3).

Kepergian Rina untuk selamanya meninggalkan dua orang anak, yakni Aqshal Ilham Syafatullah dan Karnisya Rahmasyach. Saat usia menginjak 45 tahun mendiang Rina dan suami sempat menghadiri perayaan di sebuah Gedung kawasan Depok. Dilansir dari WartakotaLive, Di sana ia menyampaiakan keinginan untuk bisa menjadi ibu yang baik bagi keluarga, terlebih ia ingin menemani sang anak hingga besar dan melihat mereka menikah. Namun, takdir berkata lain di usianya yang ke-46 Rina harus meninggalkan orang terkasih untuk selamanya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE