Sering Dianggap Sosok Sempurna, Maudy Ayunda Blak-blakan Soal Kekurangannya

Menyebut nama Maudy Ayunda rasanya akan diikuti dengan sederet prestasi serta banyak talenta yang dimiliki. Cantik, jago nyanyi,aktingnya juga tak perlu diragukan lagi, dipilih langsung oleh Menkominfo Johnny G. Plate sebagai Juru Bicara Pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia 2022, mendapat beasiswa LPDP untuk sekolah S2-nya di Stanford University,  serta menikah dengan oppa Korea.

Rasanya tak berlebihan kalau kata sempurna disematkan pada nama perempuan kelahiran 1994 ini. Namun, sebagai manusia biasa, apa iya seorang Maudy Ayunda nggak punya kekurangan sama sekali? Pada obrolannya di kanal YouTube Vindes baru-baru ini, Maudy Ayunda ternyata blak-blakan soal dirinya yang juga punya banyak kelemahan. Apa saja ya?

ADVERTISEMENTS

Maudy mengaku tak bisa masak dan juga menggambar

Kekurangan Maudy Ayunda

Maudy nggak bisa masak dan gambar | Credit: YouTube Vindes

“Nggak terlalu bisa masak. Aku tuh agak takut api dan percikan minyak. Jadi kalau masak itu ga bagus.” Jelas Maudy.

Dalam episode tersebut, Desta terlihat berkali-kali memuji prestasi dan kebisaan Maudy dalam banyak hal.  Meski ada jeda diam beberapa detik saat ditanya apa kekurangannya, Maudy akhirnya menjabarkan bahwa dia tidak terlalu bagus dalam memasak karena takut api dan percikan minyak. Dalam urusan dapur ini justru suaminya, Jesse Choi yang lebih mumpuni melakukannya. Satu lagi, Maudy menambahkan bahwa ia juga tidak bisa menggambar sama sekali.

“(Aku juga) Sama sekali nggak bisa gambar, atau painting. Kreatifitas di sisi itunya nggak bisa.” Imbuhnya.

ADVERTISEMENTS

Kadang, Maudy juga masih suka merasa insecure terhadap dirinya sendiri

Kekurangan Maudy Ayunda

Masih merasa insecure terhadap diri sendiri | Credit: Instagram @maudyayunda

Saat disinggung soal insecure, Maudy Ayunda juga ternyata tak luput dari perasaan itu. Selama ini, kita sering merasa kalau orang sukses dan berbakat dalam banyak hal rasa-rasanya tak pernah bergelut dengan perasaan tak aman dan minder tersebut. Namun nyatanya, lulusan Oxford ini pun juga merasakannya. Maudy masih merasa nggak pantas saat orang-orang menyanjungnya dengan deretan prestasi yang secara nyata memang dia punyai.

“Suka insecure, kayaknya kalau insecure itu nggak bisa dihindari ya. Maksudnya tetap aja kayak, misalnya tadi dibacain kayak gitu (prestasinya) ada perasaan pantas nggak sih sebenarnya,” ucap Maudy Ayunda.

Di sisi lain, Maudy baru saja menyabet prestasi terbaru dengan masuk dalam daftar Fortune 40 Under 40 kategori Entertainment Indonesia. Kalau jadi Maudy, mungkin kata insecure nggak ada dalam kamus hidup kita. Tapi menurut penuturannya, perasaan tersebut adalah sebuah kewajaran dan bisa dialami siapa saja, termasuk dirinya.

ADVERTISEMENTS

Menurut Maudy, insecure bisa muncul karena kita hanya fokus pada kekurangan diri saat melihat pencapaian orang lain

Kekurangan Maudy Ayunda

Cara mengatasi insecure ala Maudy | Credit: Instagram @maudyayunda

Mengutip dari Suara.com melalui siaran langsung Instagramnya bersama Miles Film, Maudy menganggap bahwa rasa insecure bisa diatasi  dengan membuka wawasan dan menekan diri sendiri.

“Karena kadang biasanya kalau kita insecure, pasti lagi insecure di satu dimensi, misal dia lebih cantik, dia lebih pinter, atau wah, dia mau dipromosiin gue nggak,” ucap Maudy.

Kita sering terjebak dalam satu dimensi tersebut. Padahal nyatanya, masih banyak dimensi lain yang kita kuasai, yang tentunya bisa berbeda antara satu orang dengan yang lain. Maudy juga mengajak agar kita berpikir secara menyeluruh saat menghadapi sebuah situasi agar bisa berpikir lebih bijak.

Nah, SoHip, agaknya cara Maudy Ayunda ini bisa kamu tiru saat merasa terpuruk, saat belum bisa mendapatkan apa yang kita punya, saat melihat orang lain lebih baik dari kita. Kita bisa melihat sebuah kondisi dari berbagai sudut pandang. Lewat pengalaman hidupnya, Maudy mengajak kita agar lebih seimbang dan berpikir secara menyeluruh dan cari versi terbaik dari kita.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

a young mother of two

Editor

Writing...