Maya Septha Bahas Soal Pernikahan, Semuanya Perlu Diusahakan

Untuk menjaga kerukunan dibutuhkan kompromi, menurut Maya

Kehidupan pernikahan tidak jarang menemui lika-liku. Namun, permasalahan akan datang satu paket dengan kebahagiaan bersama pasangan kalau keduanya mau rendah hati menurunkan ego masing-masing. Makanya, pernikahan tidak ada yang langsung sempurna dan damai-damai saja.

Advertisement

Itulah yang ingin disampaikan aktris Maya Septha lewat unggahan terbaru di Instagram pribadinya. Ia dikenal sering membagikan konten seputar kehidupan pernikahan, rumah tangga, dan juga parenting. Media sosialnya itu dijadikan tempat bertukar cerita antara dirinya dengan warganet.

Lewat potret bersama sang suami, Krisna Wardhana Sidarta, Maya Septha ingin menunjukkan kalau tidak ada pernikahan yang sempurna.

Pernikahan yang rukun adalah sesuatu yang diusahakan

Advertisement

Pernikahan adalah perjalanan tanpa henti dalam menyatukan dua pola pikir manusia yang berbeda. Perbedaan pendapat bahkan saling menyalahkan sering jadi peristiwa sehari-hari. Namun, bukan berarti pernikahan itu bisa langsung dikatakan tidak harmonis.

“Jujurly, tidak ada pernikahan yang sempurna. Mana ada yang bagus sendiri dari sananya,” buka Maya.

Advertisement

Tidak ada pernikahan yang langsung harmonis dari sananya, bagi Maya. Keharmonisan yang dihasilkan saat ini adalah bentuk kerendahan hati pasangan untuk saling mengesampingkan ego pribadi. Kompromi sangat menentukan kerukunan sebuah rumah tangga.

“Kalau kamu lihat pernikahan RUKUN, PASTILAH mereka saling membunuh ego pribadi untuk pernikahan yang sehat. Semua dilakukan MANUAL satu-satu. Melakukan apa yang benar. Mengesampingkan keinginan pribadi yang bikin nggak rukun. Mikirin semua tindakan kita jangan sampai melukai pasangan. Mau rendah hati mengakui kesalahan. Berusaha membahagiakan pasangan,” tulisnya.

Untuk bisa berkompromi dibutuhkan kedewasaan

Maya Septha dan suami

Maya Septha dan suami | Credit: Instagram @mayaseptha7

Mengharapkan pasangan untuk lebih dulu mengalah dan memahami keinginanmu bukan langkah yang tepat untuk membangun rumah tangga yang rukun. Maya menekankan agar memulai semuanya dari diri sendiri.

“SEMUA DIMULAI DARI DIRI SENDIRI. Kita nggak bisa atur pasangan harus gimana. Tapi kita bisa atur diri kita sendiri. Atur pikiran dan hati kita sendiri. Atur ekspektasi kita sendiri. Atur mulut kita sendiri,” sambungnya.

Membangun rumah tangga berarti memperjuangkan kebahagiaan bersama dalam jangka panjang. Sering kali emosi sesaat membuat ego pribadi meningkat sehingga tidak mau mengalah. Menurut Maya, di sinilah kedewasaan itu diuji.

“Kerukunan membutuhkan KEDEWASAAN kita untuk berpikir panjang dan realistis. Seringkali melibatkan MENGALAH dan menurunkan ekspektasi. Perlu kedewasaan untuk MAU MENGERTI pasangan dan mengutamakan pernikahan yang sehat,” sambungnya.

Memenangkan argumen tidak ada artinya kalau pernikahan jadi rusak

Keluarga Maya Septha

Keluarga Maya Septha | Credit: Instagram @mayaseptha7

Memenangkan argumen memang akan membuat kita merasa benar. Namun, kalau sampai mengorbankan keharmonisan rumah tangga tentu ada yang harus diperbaiki dari pola komunikasi pasangan itu. Maya tidak ingin hubungannya rusak hanya karena hal tersebut.

“Apalah artinya memenangkan argumen, tapi hubungan jadi rusak. Hati jadi jauh. Rumah jadi dingin, sebel-sebelan. Dan kita sampe mati hidup sama dia.

Seperti rumah yang kita tinggali setiap hari, harus diberesin, dibersihin, dihias supaya nyaman. Kadang udah dirapiin eh berantakan lagi. Tiap hari ngeberesinnya. Begitu juga pernikahan,” tutup Maya.

Maya Septha dan Krisna Wardhana Sidarta menikah sejak tahun 2012 silam. Mereka sudah dikaruniai tiga orang anak. Kehidupan rumah tangganya sering dijadikan inspirasi warganet karena dinilai inspiratif.

Maya dan suaminya diketahui juga sering mengikuti seminar pernikahan sejak sebelum menikah sampai saat ini. Ilmu-ilmu yang didapatkan, Maya bagikan ke media sosialnya untuk dipelajari bersama dengan orang tua lainnya.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE