Najwa Shihab Soroti Istilah Oknum yang Belakangan Sering Dipakai

Najwa Shihab soal istilah oknum

Belakangan masyarakat Indonesia dibuat miris dengan maraknya pemberitaan tak adil kepada kaum perempuan. Media sosial pun ramai untuk mengawal supaya kasus yang beredar bisa dipertanggungjawabkan oleh pihak terkait.

Advertisement

Banyaknya isu serupa yang mewarnai dunia maya membuat presenter Najwa Shihab memberikan pendapatnya. Ia menyoroti soal kata “oknum” yang belakangan menjadi tameng beberapa lembaga di Indonesia. Najwa menuangkan kegelisahannya supaya tak ada lagi pembenaran dari kejahatan yang dilakukan.

Kata oknum yang dilontarkan membuat Najwa Shihab merasa tak nyaman. Menurutnya, sama saja seperti penyangkalan

Publik menyoroti kasus asusila di lingkungan kampus terhadap pihak perempuan. Belum usai, muncul kebali di media sosial perihal kasus meninggalnya perempuan berinisial NW yang ditemukan di pusara sang ayah. RB, anggota polisi ditetapkan jadi tersangka lantaran memaksa NW untuk menggugurkan kandungannya sebanyak dua kali.

Advertisement

Dari kedua kasus berikut, nyatanya publik masih menemukan bahwa institusi terkait kerap berdalih dengan kata “oknum”. Hal ini rupanya yang membuat kesal Najwa Shihab.

Melalui Instagram resminya, Najwa mengunggah cuitan dari Zen RS yang berbunyi “Untuk setiap aib memalukan yang tak mungkin diakui, bahasa Indonesia menyediakan jalan ke luar yang menyebalkan: OKNUM,” tulis keterangan foto yang dibagikan Najwa.

Advertisement

“Oknum. Demi #NamaBaikKampus, atau nama-nama institusi lainnya (you name it), sangat mudah oknum dikambinghitamkan untuk hal ihwal yang sebenarnya bersifat struktural,” kata Najwa dalam keterangan, Minggu (6/12).

Diketahui, beberapa klarifikasi selalu menyebut nama pelaku dengan kata oknum, padahal pelaku merupakan bagian dari institusi mereka. Sebut saja oknum dosen, oknum polisi, dan entah ke depan oknum apalagi.

Menurut Najwa penyebutan kata oknum merupakan praktik mengakui tetapi di lain sisi juga menyangkal.

“Jika dibahasakan dalam sebuah kalimat, kira-kira hasilnya begini: ‘Memang ada yang salah [mengakui], tapi itu cuma secuil saja [penyangkalan], itu tidak menggambarkan kami sebetulnya,’ terang Najwa Shihab.

Penyangkalan yang terus menerus dikhawatirkan membuat institusi tak intropeksi. Najwa pun tekankan pentingnya kesadaran

Mantan jurnalis televisi tersebut kemudian menekankan jika situasi di dalam lembaga sudah sistemik, yang mana memengaruhi secara keseluruhan. Maka untuk ke depannya, akan muncul pengulangan yang sama sehingga lama-lama peng-oknum-an tak lagi memadai untuk menjaga nama baik institusi terkait.

Najwa pun meminta semua pihak untuk mengedepankan kesadaran. Memperbaiki keadaan yang sebenarnya sudah menjadi masalah serius. Suatu lembaga sudah semestinya paham bahwa memang situasinya tak baik-baik saja, butuh perbaikan di sana.

“Jika kondisi yang tidak baik-baik saja malah ditutup-tutupi. Semakin gigih usaha menutup-nutupi, kita akan makin jauh dari jalan terang perbaikan,” tutupnya.

Najwa Shihab tak secara spesifik mengaitkan kata oknum dengan citra institusi universitas tertentu atau kepolisian negara mana pun. Hanya saja, ia berbagi perspektif supaya semua pihak mau berbenah, dan mengakui bahwa sistem di dalamnya memang memprihatinkan.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE