Akui Punya Pengaruh Luar Biasa, Putri Indonesia Papua Barat 2015 Dukung Nagita sebagai Ikon PON XX

Olvah Alhamid dukung Nagita ikon PON XX

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX beberapa waktu yang lalu mendapat sorotan publik setelah ada kalangan seleb yang menyayangkan terpilihnya Nagita Slavina dan Raffi Ahmad sebagai ikon dalam ajang tersebut. Pasalnya, Nagita bukan orang asli Papua yang dikhawatirkan bisa menimbulkan isu apropriasi budaya. Namun, ada juga pihak lain yang mendukung pasangan pendiri RANS Entartaiment ini untuk terus maju sebagai ikon PON XX Papua.

Advertisement

Dukungan tersebut justru datang dari Putri Indonesia Papua 2015, Olvah Alhamid. Usai banyak pendapat kontra mengenai Ikon PON XX Papua terpilih, akhirnya Olvah mulai ikut menyuarakan pendapatnya untuk mendukung Nagita dan Raffi. PON XX Papua yang rencananya akan diselenggarakan pada 2-15 Oktober 2021 ini memang dinilai butuh sosok figur publik seperti Nagita dan Raffi. Olvah pun menanggapi berbagai pendapat kontra tersebut dengan bijak dan realistis melihat fakta-fakta di masyarakat Indonesia.

Olvah mengungkap fakta bahwa banyak orang Indonesia yang baru tahu tentang PON XX Papua dari Nagita dan Raffi

Terpilihnya Nagita dan Raffi sebagai ikon PON XX Papua memang bukan tanpa alasan. Pasangan seleb tersebut memang memiliki follower media sosial yang sangat banyak sehingga dinilai paling mampu mempromosikan PON XX Papua. Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Olvah mengungkap fakta terkait peran Nagita dan Raffi sebagai ikon PON XX. Menurut Olvah, nggak ada orang asli Papua yang sangat terkenal seperti Nagita dan Raffi.

Advertisement

“Tahukah kalian bahwa lebih banyak orang yang baru tahu tentang PON akan diselenggarakan di Papua dari Raffi & Nagita? Padahal sudah dari tahun 2016 pemerintah menyiapkan ini semua. Masa? Iya, itu faktanya,” tulis Olvah dalam unggahannya. Lebih lanjut, Olvah menilai bahwa Nagita dan Raffi memang dapat menjangkau lapisan masyarakat yang nggak bisa dijangkau oleh pemerintah. “Raffi dan Nagita dapat menjangkau lapisan masyarakat yang pemerintah dan kita semua tidak dapat jangkau,” imbuh Olvah.

Menurut Olvah, dengan banyaknya masyarakat yang tahu PON XX Papua justru akan meningkatkan perekonomian Papua

Advertisement

Terpilihnya Nagita dan Raffi sebagai Ikon PON XX Papua merupakan upaya pemerintah dan panitia untuk mengenalkan ajang olahraga bergengsi tersebut. Hal ini pun disoroti Olvah sebagai suatu keuntungan bagi masyarakat Papua. Semakin banyak yang mengetahui PON XX Papua, maka semakin banyak pengunjung dan bisa meningkatkan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat Papua.

“Mama-mama punya jualan token akan laris, jualan pisang akan laris, jualan sayuran & kasbi akan laris, pariwisata akan banyak dikunjungi sehingga pemasukan meningkat. Ini semua akan terbantukan apalagi di zaman corona ini,” tulis Olvah. Olvah pun meminta masyarakat lebih tenang dan bisa lebih bijak dalam menanggapi pro-kontra Ikon PON XX Papua tersebut.

Unggahan Olvah yang menyuarakan dukungan terhadap Nagita dan Raffi ternyata merupakan pembahasan untuk menanggapi cuitan pengguna di Twitter

Dalam unggahan yang lain, Olvah menanggapi pertanyaan warganet terkait pendapatnya yang berbeda dengan sederet sebeb di Tanah Air terkait isu apropriasi budaya. “Sebenarnya saat saya posting tentang mengapa duta dan ikon PON Papua dipermasalahkan, sebenarnya itu reaksi saya terhadap satu postingan di Twitter,” ungkap Olvah.

Bahkan Olvah sendiri nggak mengetahui jika hal tersebut sedang banyak diperbincangkan karena ada pendapat dari seleb yang ternyata berbeda dengannya. Dalam video tersebut Olvah juga menanggapi terkait anggapan orang tentang ia yang nggak setuju Ikon PON XX Papua berasal dari Papua. “Saya sama sekali nggak pernah bilang kalau saya nggak setuju. Saya sangat setuju dipilihnya kakak Boaz sebagai duta, saya percaya pemerintah lebih tahu mana yang layak. Seperti kaka Raffi dan Nagita yang menjadi ikon pun sudah melalui berbagai penyaringan dan pemikiran yang matang.” ungkap Olvah.

Olvah mengajak masyarakat untuk memahami perbedaan antara duta dan ikon dalam PON XX Papua, begitu pula dengan proses pemilihan ikonnya

Dalam unggahan lainnya, Olvah membagikan video penjelasan mengenai duta dan ikon PON XX Papua, menurut Roy Letrora selaku Ketua Bidang II PB PON XX Papua. Berdasarkan video tersebut, terdapat perbedaan antara duta dan ikon. Duta merupakan representasi daerah asli lokasi PON XX dalam hal ini diwakilkan oleh Boaz Salossa, yang merupakan Kapten Sepak Bola Persipura Jayapura. Sementara ikon merepresentasikan PON secara nasional dan bertugas mempromosikannya ke publik. Lebih lanjut dijelaskan bahwa proses pemilihan ikon sudah diseleksi secara ketat. Dalam unggahan tersebut, Olvah berharap masyarakat bisa memahami informasi dan polemik tersebut segera berakhir.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE