Perjalanan Karier Ello di Industri Musik. Mulai dari Solois hingga Kini Jadi Vokalis

Berkarier sejak 2005 hingga memiliki 6 album, sempat ganti nama panggung dan genre musik

Marcello Tahitoe atau Ello kini sedang menjadi pembicaraan publik karena dirinya bergabung dengan band legendaris, Dewa 19. Kabar tersebut Ello bagikan melalui unggahan instagramnya pada (28/2). Pelantun lagu Masih Ada ini, mengungkap bahwa ia tidak menyangka bisa bergabung dengan band besutan Ahmad Dhani tersebut, karena sejak dulu ia hanya penikmat karya-karya Dewa 19.

Advertisement

Kabar ini tentunya mengejutkan publik, hingga sempat trending di Twitter. Pasalnya, Ello sejak awal berkarier sudah identik sebagai penyanyi solo. Hingga akhirnya, ia resmi bergabung bersama Dewa 19 sebagai vokalis. Buat SoHip yang penasaran dengan perjalanan karier Ello dari dulu hingga sekarang, yuk simak informasi berikut!

Perjalanan awal Ello di blantika musik Indonesia yang dimulai sejak tahun 2005

Perjalanan musik Marcello Tahitoe

Perjalanan musik Marcello Tahitoe | Credit: @marcello_tahitoe

Musisi  kelahiran 20 Februari 1983 ini bukanlah penyanyi pendatang baru, melainkan sudah malang-melintang di dunia musik tanah air pada pertengahan 2000an. Ello memulai karier sebagai penyanyi dengan mengeluarkan album dengan nama sendiri yakni Ello pada 28 Februari 2005. Album perdana tersebut yang masuk dalam deretan album terlaris.

Hal ini tidak lepas dari salah satu lagu paling populer di album itu, yakni Pergi untuk Kembali yang merupakan karya sang ayah, Minggus Tahitoe. Dari album ini pula, Ello meraih penghargaan sebagai Artis Solo Pria R&B Terbaik di ajang AMI Award. Sejak kesuksesan di album perdana ini, Ello terus melebarkan sayapnya di belantika musik Indonesia dengan aliran Pop dan R&B.

Advertisement

Setahun setelah album Ello keluar, di tahun berikutnya ia mengeluarkan versi Ello Repackage. Sayangnya, setelah itu Ello justru memilih vakum cukup lama hingga muncul kembali dengan album Realistis/Idealis pada tahun 2009, dengan hitnya yang paling populer yakni berjudul Masih Ada.

Deretan karya populer Ello hingga perubahan nama panggung dan genre musik

Sepanjang karier sebagai solois, Ello telah berkarya hingga melahirkan 6 album yakni Ello (2005), Realistis/Idealin (2009), Taub Mumu (2012), Jalur Alternatif (2015), Antistatis (2019), dan 99 (2020). Ello juga pernah meluncurkan sebuah album yang hanya dijual di gerai KFC di seluruh Indonesia dengan judul Taub Mumu.

Tidak heran karena Ello sendiri memiliki darah musik dari kedua orangtuanya yang merupakan musisi lawas tanah air, yaitu pengarang lagu berdarah Maluku Minggoes Tahitoe dan penyanyi pop berdarah Batak Diana Nasution. Penampilan Ello pun berubah pada tahun 2015. Selain itu ia juga mengubah nama panggung menggunakan nama Marcello Tahitoe, dan genre musik yang tadinya Pop, R&B kini menjadi Rock.

Advertisement

Kini Ello memulai karier sebagai vokalis setelah bergabung dengan Dewa 19

Bergabung dengan Dewa-19 seperti mimpi bagi Marcello Tahitoe

Bergabung dengan Dewa-19 seperti mimpi bagi Marcello Tahitoe | Credit: @marcello_tahitoe

Setelah berkarier sebagai solois selama belasan tahun, Ello akhirnya akan memulai karier sebagai vokalis. Sebagai penggemar dan penikmat karya-karya Dewa 19, Ello mengaku tak menyangka bisa menjadi bagian dari grup rock legendaris tersebut. Ia juga mengakui jika dirinya tidak bisa menggantikan vokalis-vokalis pendahulunya seperti Once, Ari Lasso, hingga Virzha.  Namun, ia menegaskan akan berusaha sebaik mungkin sebagai vokalis baru di salah satu band besar Indonesia itu.

Bergabungnya Ello di Dewa 19 memang bukan sebagai vokalis tetap yang masuk ke dalam struktur manajemen. Status Ello seperti vokalis sebelumnya yakni Virzha. Selama berkolaborasi dengan Dewa 19, Ello masih tetap bisa membawakan lagunya sendiri dan berkarier sebagai solois.

Nah, itulah perjalanan karier Ello sejak awal masuk industri musik, karya-karyanya, sekaligus panggung terkini yang siap menyapa penggemar. Bagaimana nanti penampilan Ello bersama dengan Dewa 19, kita tunggu saja ya, SoHip!

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Bukan sekedar hobi, melainkan memberi arti~

Editor

Penikmat buku dan perjalanan

CLOSE