Jadi Juara di Hati Masyarakat, Perjuangan Lord Adi Ikut Audisi MasterChef ini Sukses Bikin Kagum

Perjuangan Lord Adi ikut MasterChef

Gugurnya sosok Suhaidi Jamaan atau yang akrab disapa Lord Adi dari MasterChef Indonesia masih menyita perhatian publik. Sosoknya yang berkharisma dan pintar mengatur strategi tersebut menjadi magnet tersendiri di acara MasterChef Indonesia Season 8. Perjuangan dan keterampilannya membuat peserta asal Tanah Datar tersebut bisa bertahan hingga babak 3 besar.

Advertisement

Kepulangan pria yang terlihat santai tetapi percaya diri ini masih menyisahkan kesedihan di hati penggemar. Terlebih, setelah Lord Adi menceritakan perjalanan di MCI yang bisa dibilang cukup menguras tenaga. Nggak mengumbar cerita sedih selama kompetisi untuk merebut hati juri, sosok Lord Adi justru buktikan bahwa ia memang layak berada di posisi tersebut berkat keterampilan yang dipunya. Lantas bagaimana perjuangan Lord Adi yang bikin publik semakin kagum? Simak penjabarannya di bawah ini.

Harus terhenti di Top 3, Lord Adi mengungkap kesedihan dan kesenangannya. Dengan bijak ia menyebut bahwa kini nggak harus bersaing lagi dengan ‘anaknya’, Jesselyn dan Nadya

Sosok Lord Adi yang humoris, pintar dan peduli terhadap sesama, membuat kehadirannya disenangi banyak orang. Hal ini pun diunggapkan oleh Nadya dan Jessalyn yang menyebut mereka sangat dekat bahkan mendukung satu sama lain. Bagi Jesselyn, sosok Lord Adi sudah seperti ayah yang memberikan banyak inspirasi.

“Kamu unik, beda dari yang lain, kamu adalah sosok ayah, sahabat, dokterku, seseorang yang selalu ada ketika aku butuh seseorang,” papar Jesselyn di akun Instagramnya.

Advertisement

Hal serupa juga diungkapkan Nadya yang kagum dengan Lord Adi. Berkat kedekatan mereka bertiga, saat kepulangan dari MasterChef, pria yang sempat merantau di Malaysia ini mengaku senang sebab nggak harus bersaing lagi dengan peserta yang sudah dianggap seperti anak. Ia menyebut bahwa Jesselyn dan Nadya mungkin akan lebih kecewa jika gugur. Meski demikian, Lord Adi juga mengaku sedih, lantaran perjuangannya harus terhenti di babak 3 besar.

Gunakan kamera hp untuk video awal audisi, saat berangkat ke Jakarta pun ia hanya membawa uang Rp1,5 juta

Perjuangan Lord Adi di MCI | Credit: YouTube Lord Adi MCI8

Dalam penuturan di YouTube, Lord Adi menceritakan perjuangan mengikuti audisi MCI season 8. Pertama, ia hanya gunakan kamera hp untuk audisi, sebelum akhirnya dibantu teman untuk syuting pakai kamera yang lebih profesional. Bukan hanya itu, dirinya juga berangkat ke Jakarta bermodal Rp1,5 juta. Untuk audisi pertama, peserta diharuskan membawa bahan makanan sendiri. Hal ini sempat bikin sulit, pasalnya pergi ke pasar terbatas karena pandemi. Usai melihat harga bahan di mal pun membuat Lord Adi mengurungkan niat.

Advertisement

Untungnya, saat itu ia mendapat slot audisi terakhir. Di tengah kesempatan, pria berusia 41 tahun ini nggak gengsi untuk meminta bahan sisa dari peserta lain, seperti Bryan, Febs, Olove, hingga Wita. Menariknya, Lord Adi juga rela nggak sarapan demi mendapat bahan masakan. Kala itu ia meminta petugas hotel untuk menukarkan hidangan dengan 3 telur mentah. Dari bahan tadi, akhirnya ia sukses hidangkan “bebek gulai dengan perkedel”.

Mengandalkan skill memasak dari chef Ricky Palanti, Lord Adi nggak bergantung pada buku panduan saat masuk babak 18 sampai 10 besar, murni hanya pengalaman

Pada babak 18 ke 10 besar, ia mengandalkan keterampilan yang didapat dari chef Ricky Palanti pada tahun 1999-2002 lalu. Dikatakan ia ingin mengulangi pengalaman tersebut tanpa harus membawa buku soal teknik memasak hingga panduan resep. Kala itu Lord Adi mencoba bermain aman.

Ketika masuk 10 besar, ia belajar kembali meningkatkan keterampilan dengan cara menganalisis kekuatan lawan. Makanan yang dihidangkan pun lebih beragam dengan menciptakan sentuhan lain. Kecerdasannya ini, dinilai sebagai strategi jitu oleh warganet. Sebab ia tahu kelebihan dan kelemahan lawan tetapi nggak sedikit pun meremehkan. Lord Adi menorehkan pencapaian baru sebagai peserta yang berhasil menang 5 kali berturut-turut dari tantangan yang diberikan juri.

Buktikan keterampilan bisa diasah jika punya kemauan yang kuat. Tanpa mengikuti pendidikan tata boga, Lord Adi justru raih pencapaian top 3 ajang masak bergensi di Indonesia

Bukan hanya keterampilan dalam memasak yang bikin kagum publik, Lord Adi juga kerap menyisipkan bahasa Inggris ketika berbicara. Ternyata kemampuan tersebut didapat dari praktik yang dilakukan secara berulang. Diketahui Lord Adi pernah bekerja di pusat kebugaran sebagai pelatih pribadi. Di tempat itulah ia mulai belajar Bahasa Inggris, karena tamu-tamu tempat ia bekerja rata-rata orang luar negeri. Selama ini kemampuan berbahasa Inggrisnya benar-benar diperoleh dari pengalaman, bukan karena belajar lewat kursus.

Sayang, perjuangannya belum bisa mencapai babak akhir. Selain juri mempunyai penilaian tersendiri, Lord Adi pun percaya bahwa semua yang terjadi adalah takdirnya. Ia nggak mau berlarut dalam kesedihan dan berusaha move on. Kini Lord Adi lebih fokus pada kanal YouTube dengan subcriber lebih dari 50 ribu. Di akhir penuturan, ia menegaskan bahwa perjalanan di MCI menorehkan banyak pelajaran hidup dan kesan baik.

“Kalah bukan karena gua lemah, menang bukan karena gua hebat. Tapi ini hanya tentang kita yang terus berusaha atas takdir yang telah digariskan-Nya. Karena takdir dari Tuhan adalah segala-galanya,” tutup Lord Adi.

Itulah sederet perjuangan Lord Adi di ajang MasterChef Indonesia, semoga kisahnya bisa menginspirasi banyak orang, ya. Sebab nggak ada yang mustahil jika kita punya kemauan yang kuat. Semoga Lord Adi bisa terus maju dan sukses di cara yang lain. Semangat!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE