Hilman Hariwijaya Meninggal, Raditya Dika dan Irgi Achmad Fahrezi Kenang Karya Almarhum

Ternyata novel Lupus punya andil besar dalam perjalanan karier Radit dan Irgi

Penulis novel Lupus yakni Hilman Hariwijaya dikabarkan meninggal dunia pada hari Rabu tanggal 9 Maret 2022. Selain Lupus, Hilman juga sudah banyak menghasilkan banyak tokoh fiksi yang ia jadikan novel seperti Olga, Lulu, Vanya, dan Vladd. Diketahui juga bahwa Hilman sudah membawa karya-karyanya ke layar lebar dan beberapa sinetron.

Advertisement

Karya-karya Hilman tersebut sudah menginspirasi banyak orang, termasuk komika Raditya Dika dan aktor Irgi Achmad Fahrezi. Bahkan, bisa dibilang karya master piece Hilman yakni Lupus telah menjadi bagian yang cukup penting dalam perjalanan karier Raditya Dika dan dan Irgi Achmad Fahrezi.

Ternyata Hilman adalah penulis yang menginspirasi Raditya Dika untuk menjadi penulis juga

raditya dika lupus

Radit mengenang karyaHilman | Credit: Tangkapan Layar Instastory @raditya_dika

Penulis novel dan komika Raditya Dika tampak merasakan duka mendalam mengetahui salah satu idolanya berpulang. Lewat unggahan di Instastory, Radit mengungkap bahwa Hilman adalah salah satu penulis yang menginspirasinya untuk berkarya. Bahkan Radit juga menceritakan zaman ia menanti-nanti Lupus terbaru.

“Kalau bukan karena Mas Hilman, mungkin saya tidak akan jadi penulis. Masih teringat bagaimana tiap bulan mampir ke toko buku hanya untuk melihat apakah ada buku Lupus terbitan terbaru,” tulis Radit dalam unggahannya pada Rabu (9/3).

Advertisement

Tak lupa, Radit juga mengungkapkan terima kasih pada almarhum Hilman atas cerita-cerita yang menghibur dan menginspirasi banyak orang selama ini. “Doa terbaik untuk Mas Hilman dan keluarga,” imbuh Radit.

Dalam unggahan yang lain, Radit mengungkap pengalamannya masa kecil sebagai anak kutubuku yang membaca karya Hilman. Menurutnya, gaya menulis Hilman yang diambil dari sudut pandang lain justru bisa menjadi cerita yang menarik dan mengundang tawa. Hal inilah yang membuat Radit memahami soal berkomedi lewat tulisan.

“Karena Lupus saya tahu, berkomedi bisa dilakukan dengan merangkai kata-kata, tanpa perlu tampil ke atas panggung, dan segala kemalangan bisa diceritakan dengan sudut pandang yang mendatangkan tawa untuk orang lain. Selamat jalan Mas Hilman,”  pungkas Radit.

Advertisement

Berawal dari penggemar Hilman dan karya Lupus, Irgi akhirnya dapat kesempatan memerankan Lupus di layar lebar

Hilma Hariwijaya meninggal dunia

Irgi mengenang karya Hilman | Credit: Tangkapan Layar Instastory @irgi_acmadfahrezi

Salah satu pemeran Lupus yakni Irgi Fahrezi juga menyatakan duka mendalamnya atas meninggalnya Hilman. Melalui unggahan lewat Instastory, Hilman menceritakan tentang kenangannya dengan karya-karya Hilman. Bahkan, Irgi mengungkap jika ia menjadi salah satu penggemar Hilman.

“Novel lo gue baca zaman SMP dan pertama gue tahu nama lo. Senang banget ternyata kuliah lo dekat sama rumah ortu gue. Selain karena gue juga suka sama novelnya,” tulis Irgi di Instastory yang diunggah pada Rabu (9/3).

Tampaknya, Irgi memang sangat mengagumi novel Lupus, karya Hilman. Ia mengakui ketika untuk pertama kalinya novel Lupus diangkat menjadi film, ia merasa sangat senang karena pemeran Lupus menurutnya sangat pas. Namun, ketika pertama kali Lupus diangkat menjadi sinetron, Irgi sempat menyayangkan karena bukan dirinya yang memerankan Lupus.

Uniknya, ketika seri Lupus kembali diangkat menjadi sinetron dan Irgi mendpata kesempatan memerankan Lupus, ia justru merasa tidak yakin. Hingga akhirnya Hilman meyakinkan bahwa ia adalah pemeran yang paling pas. Diketahui Irgi merupakan pemeran sinetron Lupus Milenia musim pertama yang tayang pada 1999 sampai 2001.

“Lucunya saat gue ditawari pemeran itu (Lupus) setelah sekian tahun, gue malah nanya ke elo ‘lo nggak salah, milih gue? Jauh banget dai profil Lupus’. Tapi lo yang ngeyakinin gue kalau gue cocok untuk meraninnya,” imbuh Irgi dalam unggahannya.

Mungkin di luar sana masih banyak lagi orang-orang yang memiliki kenangan dengan karya-karya Hilman, selain Radit dan Irgi. Pengalaman merekalah yang menjadi saksi begitu besar karya Hilman semasa hidupnya. Semoga apa yang Hilman tulis dan melahirkan karya bisa terus bermanfaat ya, SoHip. Selamat jalan Hilman, tenang di sisi-Nya.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Penikmat buku dan perjalanan

CLOSE