Jadi Relawan Vaksin Covid-19, Ridwan Kamil Sudah Disuntik dan Kondisinya Harus Dilaporkan Tiap Hari

Ridwan Kamil disuntik vaksin

Setelah berbulan-bulan menghadapi pandemi corona yang menyergap seluruh dunia, banyak orang ingin kondisi kembali normal. Syaratnya, harus ada vaksin yang bisa mencegah dan mengobati Covid-19 agar penyakit ini nggak menular lagi. Dilansir dari Kompas, ada tiga vaksin yang masih dikembangkan dan diuji di Indonesia. Di antaranya vaksin Sinovac buatan China, vaksin GX-19 buatan Korea Selatan, dan vaksin Merah Putih buatan Tanah Air.

Advertisement

Kini vaksin Sinovac sedang diujikan di Bandung. Ribuan orang menjadi relawan termasuk Ridwan Kamil yang merupakan Gubernur Jawa Barat. Seperti apakah proses penyuntikan vaksin dan dampak sementara yang terjadi pada tubuh? Yuk simak selengkapnya!

Baru-baru ini, Ridwan Kamil disuntik vaksin Covid-19 di Bandung. Setiap hari kondisi tubuhnya harus dilaporkan pada tim peneliti

View this post on Instagram

PENYUNTIKAN PERCOBAAN VAKSIN COVID-19 melalui lengan kiri saya sudah dilakukan hari ini di Puskesmas Garuda Bandung. Tubuh saya sekarang secara resmi mengandung virus covid-19 yang sudah dilemahkan atau dimatikan. Selama 5 menit pegal, cenat-cenut dan mati rasa agak terasa di sepanjang tangan kiri. Namun setelahnya alhamdulillah normal, hanya jadi rada mengantuk dan lapar yang tidak biasanya. Doakan semoga pasukan antibodi akan muncul setelah vaksinasi ini, sehingga jika virus aktif benerannya suatu hari hadir , maka tubuh ini bisa melawannya dengan maksimal. Setiap hari kondisi tubuh akan dilaporkan melalui kertas rapor kepada tim peneliti. Semoga tidak ada efek samping atau hal-hal yang kurang baik. Saya harus melakukan 3 kunjungan lagi dan satu kali penyuntikan vaksin lagi. Mari doakan semoga proses ini dilancarkan, agar pandemi ini bisa berakhir dengan baik dan tuntas. Dan masyarakat bisa tenang. Aamiin. Bu @ataliapr tanya, apa punya dampak pada nafsu makan atau rasa kepengen sesuatu? Saya jawab: “gara2 vaksin ini tiba-tiba saya kepengen makan banyak dan kepengen beli motor bober” 🙂

A post shared by Ridwan Kamil (@ridwankamil) on

Pada Jumat (28/8), Ridwan Kamil alias Kang Emil menjalani penyuntikan vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda Bandung. Lima menit setelah lengan kirinya disuntik; dia merasa pegal, cenat-cenut, dan mati rasa di sepanjang tangan kiri. Kemudian dia merasa normal lagi meskipun agak mengantuk dan lapar.

Advertisement

Emil bercerita, setiap hari kondisi tubuhnya harus dilaporkan pada tim peneliti. Dia juga harus melakukan tiga kunjungan dan satu penyuntikan vaksin lagi. Tim peneliti mengimbaunya untuk mengurangi aktivitas, terutama yang di luar daerah, agar lebih mudah untuk konsultasi.

Sebelumnya, Ridwan Kamil harus mengikuti pemeriksaan kesehatan sebagai syarat menjadi relawan. Dia dinyatakan lolos sehingga bisa disuntik vaksin

Emil menjalani pemeriksaan didampingi istrinya, Atalia Praratya via www.instagram.com

Jumlah yang dibutuhkan untuk menjadi relawan vaksin Sinovac di Bandung adalah 1.620 orang. Dilansir dari Metro TV News, jumlah pendaftar sudah mencapai 2.261 orang per 27 Agustus 2020. Tetapi, nggak semua pendaftar bisa disuntik vaksin karena mereka harus mengikuti pemeriksaan kesehatan. Itulah yang dilakukan Emil pada Selasa (25/8) di Puskesmas Garuda, Bandung.

Pada kesempatan itu, kondisi kesehatan Emil dicek dari berbagai sisi. Mulai dari tinggi badan, berat badan, wawancara riwayat kesehatan, pengecekan stetoskop, dan tentunya harus mempunyai hasil tes swab yang negatif. Emil juga diberi penjelasan tentang rangkaian pengujian vaksin yang berjumlah lima tahap dan akan berlangsung hingga enam bulan ke depan. Syukurlah dia dinyatakan lolos sehingga bisa disuntik vaksin.

Advertisement

Menanggapi pengalaman Ridwan Kamil, banyak orang yang memuji keberaniannya. Bahkan ada yang tergerak untuk menjadi relawan juga

Tanggapan warganet di Instagram via www.instagram.com

Sejumlah warganet mendoakan agar proses pengujian Emil berjalan dengan lancar. Mereka juga memuji keberaniannya sebagai relawan. Ada seorang warganet yang bertanya, apakah yang membuat Emil yakin untuk disuntik vaksin? Gubernur ini menjawab bahwa memang harus ada orang yang melakukannya.

“Kalau pemimpinnya ikut, rakyat juga yakin bahwa semuanya berproses secara ilmiah. Jadi tidak ada istilah rakyat dikorbankan, pemimpinnya saja enggak yakin masa rakyatnya harus ikutan,” kata Emil seperti dikutip dari Kompas.

Berkat keberanian Emil, sejumlah warganet tertarik untuk menjadi relawan juga. Tetapi pengujian vaksin corona ini hanya dilakukan di Bandung. Kalau kamu tertarik, pendaftaran masih dibuka hingga 31 Agustus 2020 dengan menghubungi Unit Riset Klinis Departemen Ilmu Kesehatan Anak Lantai 1 RSUP Hasan Sadikin Bandung. Telepon: 022 – 2034471 atau WhatsApp: 08112214235.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE