Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dimulai Hari ini di Bandung, Akan Diikuti 1.620 Relawan Termasuk Ridwan Kamil

Relawan uji klinis vaksin

Setelah memboyong vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech dari China dan membuka pendaftaran relawan pada 27 Juli lalu, uji klinis tahap III vaksin Covid-19 mulai hari ini, Selasa (11/8) di Bandung. Sebelumnya, vaksin yang disebut Coronavac ini sudah melalui dua tahap uji klinis di negara asalnya.

Advertisement

Manajer Lapangan Uji Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran (Unpad), Eddy Fadlyana seperti dilansir CNN Indonesia mengatakan sebanyak 1.020 orang sudah terdaftar sebagai relawan dan siap untuk uji klinis yang diselenggarakan oleh Tim Riset FK Unpad dan PT Bio Farma ini. Meski begitu, ia mengatakan masih membutuhkan relawan hingga mencapai total 1.620 orang dengan rentang usia 18 hingga 59 tahun. Oleh karena itu pendaftaran relawan akan terus dibuka hingga 31 Agustus 2020.

Nah program uji klinis vaksin yang satu ini memang terbatas hanya untuk warga Bandung saja. Ada warga Bandung yang tertarik? Atau malah sudah daftar?

Dari ribuan orang, Gubernur sekaligus ketua Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat Ridwan Kamil juga ikut jadi relawan

Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat memberikan keterangan usai Rapat Koordinasi Progress Penanganan Covid-19 dan Penyerahan Bantuan dua Juta Masker dari BNPB kepada Pemprov Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020). (Humas Pemprov Jabar) via humas.jabarprov.go.id

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, jadi salah satu relawan di antara ribuan orang lainnya. Ia menjelaskan keikutsertaannya jadi relawan uji klinis karena ingin mengikis keraguan masyarakat tentang upaya pemerintah dalam mencari vaksin untuk virus Corona. Dengan ini ia berharap nggak ada lagi istilah rakyat dikorbankan sebab pemimpinnya yakin dan terlibat dalam upaya tersebut. Ia pun berkomitmen untuk transparan terhadap hasil uji vaksin tersebut nantinya.

“Kalau berhasil, saya sampaikan berhasil untuk diproduksi. Kalau enggak berhasil, saya sampaikan kurang berhasil, tapi kita terus ikhtiar,” ucapnya seperti dikutip Kompas Senin, (10/8).

Adapun proses uji klinis vaksin tahap III ini akan dilaksanakan di enam lokasi yakni Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Balai Kesehatan Unpad, dan empat Puskesmas di Kota Bandung. Meski telah mengumpulkan sebanyak 1.020 relawan, penyuntikan calon vaksin buatan Sinovac akan dilakukan secara bertahap. Pada hari pertama penyuntikan hanya akan dilakukan kepada 20 hingga 25 orang relawan. Eddy mengatakan hal tersebut demi memenuhi aspek kewaspadaan terhadap penularan Covid-19.

Sebagai prosedur, ia menjelaskan 20 orang relawan tersebut telah menjalani test kelayakan terlebih dahulu melalui pemeriksaan swab dan pemeriksaan darah sebelum bisa melakukan penyuntikan calon vaksin. Nantinya setelah 14 hari penyuntikan calon vaksin pertama, subyek atau relawan akan kembali melakukan penyuntikan kedua. Setelah itu mereka akan dipantau kondisinya selama enam bulan ke depan, sesuai tenggat periode uji klinis yang diharapkan.

Advertisement

Presiden Jokowi tinjau langsung fasilitas produksi vaksin dan saksikan pelaksanaan uji klinis di Bandung. Jika lolos tahapan uji klinis terakhir, calon vaksin ini siap diproduksi massal pada Januari 2021

Presiden Joko Widodo bertolak ke Bandung untuk tinjau fasilitas produksi vaksin dan uji klinis tahap III, Selasa (11/8) (Biro Pers Setpres) via setneg.go.id

Momen penting dalam perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia ini juga akan disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Dilansir dari Antara, Presiden Jokowi bertolak dari Jakarta ke Bandung pada pukul 09.00 WIB (11/8) dengan agenda meninjau fasilitas produksi di PT Bio Farma Bandung, dan menyaksikan pelaksanaan uji klinis tahap III vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Pendidikan Unpad.

Menteri BUMN Erick Thohir yang ikut mendampingi Presiden dalam kunjungan tersebut, optimistis dengan hasil uji klinis tahap III vaksin Covid-19. Dilansir dari Kumparan Erick mengatakan ia dan Bio Farma akan menambah kapasitas produksi vaksin dari yang sebelumnya hanya 40 juta vaksin per tahun, jadi 250 juta vaksin per tahun pada bulan Desember 2020. Dengan itu ia menegaskan kalau uji klinis tahap III ini berhasil, vaksin yang dikembangkan Sinovac ini akan bisa diproduksi massal pada Januari 2021, untuk selanjutnya bisa melakukan imunisasi secara massal di kota-kota yang masuk zona merah.

Bukan cuma di Bandung atau di Indonesia saja, uji klinis kandidat-kandidat vaksin Covid-19 sedang dilakukan di banyak negara. Namun perlu diingat kalau ini bukan melulu soal penemuan vaksin, tapi juga bagaimana nantinya vaksin bisa diproduksi secara murah dan diberikan kepada semua yang membutuhkan. Semoga cepat ada kabar baik ya!

Sudah waktunya kita lebih peduli, kenal, dan memahami virus corona yang sudah hidup di antara kita. Dapatkan E-book Panduan Normal yang Baru di sini.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

colour my life with the chaos of trouble

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE