Rizki Syarif, Eks Gitaris Alexa yang Kini Jadi Peneliti di Laboratorium Bergensi Dunia

Selebritas yang konsen di dunia pendidikan terkadang harus berhenti atau keluar dari karier sebelumnya yang membesarkan namanya. Meski nggak semuanya demikian, tapi beberapa dari selebritas memang rela meninggalkan industri hiburan demi mengejar pendidikannya. Seperti halnya seleb yang dikenal dengan Rizki Syarif Alexa.

Mantan gitaris grup musik Alexa ini memang udah nggak pernah muncul di industri musik Tanah Air. Namun, baru-baru ini Rizki Syarif kembali menjadi perbincangan warganet Twitter. Pasalnya, kini Ia diketahui menjadi seorang ilmuan di CERN, yakni sebuah laboratorium ternama di dunia. Warganet pun dibuat kagum atas pencapaian Rizki Syarif tersebut. Lantas bagaimana sosok Rizki Syarif yang kini jadi fisikawan di CERN?

ADVERTISEMENTS

Rizki Syarif menjadi ilmuwan di CERN, setelah mengambil gelar  di bidang Fisika, PhD dan pascadoktoralnya

Nama Rizky Syarif baru-baru ini jadi perbincangan usai salah seorang warganet yanga juga merupakan penulis dan Aktivis Indonesia Alanda Kariza mengungkap tentang prestasi sang mantan gitaris Alexa itu di cuitan Twitter. Pasalnya, melalui cuitan tersebut Alanda Kariza mengatakan bahwa Rizki Syarif merupakan sarjana Fisika, yang sudah mendapatkan gelar PhD, Post Doctoral di Brown University, dan menjadi ilmuwan di salah satu laboratorium terbesar di dunia bernama CERN.

“Inspirasi akademik hari ini. Rizki Syarif (yang biasa bermain gitar untuk ALEXA) mengambil gelar sarjana di bidang Fisika, mendapatkan gelar PhD & postdoc di Brown dan menjadi peneliti di CERN,” tulis Alanda Kariza, dikutip dari @alandakariza, Senin 6 Maret 2023.

Seperti diketahui, Rizky Syarif Alexa meninggalkan karier bermusiknya sejak tahun 2011 lalu untuk meneruskan kuliah dan fokus di bidang akademiknya. Saat itu Rizki melanjutkan pendidikan S2 bidang fisika di University of Sydney, Australia. Kemudian Rizki meneruskan pendidikan S3 di Brown University, jurusan Ilmu Komputer untuk meraih gelar Ph.D dalam bidang Fisika Partikel Eskperimental.

Sementara itu, CERN sendiri merupakan sebuah organisasi Eropa untuk Riset Nuklir. CERN ini berada di sebuah kompleks laboratorium pemercepat partikel terbesar di dunia, yang terletak di perbatasan antar negara Prancis dan Swiss, persis di sebelah barat kota Jenewa, Swiss.

Pencapaian Rizki Syarif di dunianya kini mengundang kekaguman dari para pengguna Twitter lain, yang mengetahui jika mantan gitaris itu memang terkenal pintar sejak dari dulu.

“Bangga. Asli bangga banget! Dari jaman 2012 ngikutin artikel tentang The Large Hadroin Colider at CERN, ternyata ada orang Indo yang jadi scientist-nya. Sukses mas!” kata akun @Gottbowls.

ADVERTISEMENTS

Bagi Rizki Syarif Alexa fokus adalah kunci menjadi andal dalam melakukan sesuatu

Nama Rizki Syarif Alexa memang sudah cukup lama nggak terdengar di dunia musik sejak memutuskan keluar dari Alexa, grup musik pop rock yang berdiri pada September 2007 silam. Rizky Syarif bersama Aqi Singgih, Nur Satriatama, Fajar Arifan, dan Jonathan Mono pun sudah melahirkan cukup banyak karya populer, seperti Jangan Kau Lepas yang dirilis tahu 2008 silam.

Sejak memutuskan keluar dari Alexa dan fokus pada studinya, Rizki Syarif seolah menghilang dari belantika musik Tanah Air. Meski beberapa kali ia diliput media mengenai prestasinya, tapi sosoknya tak lagi dikenal seperti dulu. Namun, kali ini publik patut dibuat bangga dengan prestasinya yang membanggakan.

Perjalanan karier Rizki Syarif di bidang yang ia geluti saat ini memang cukup panjang, bahkan semuanya telah Ia persiapkan sejak masih aktif bermusik. Hal itu sempat Ia ceritakan di kanal YouTube Indonesia Mengglobal. Video yang diunggah empat tahun lalu seusai Rizki Syarif mendapatkan gelar PhD di bidang Fisika itu, mengungkap berbagai cerita saat Ia menjalani kariernya sebagai seorang musisi dan fisikawan. Bagi Rizki Syarif, kunci kesuksesan yang Ia lakukan adalah fokus untuk bisa andal dalam melakukan sesuatu.

“Gue enggak melakukan musik dan akademik sekaligus. Jadi kuncinya mengerjakan ini semua dengan seimbang fokus. Waktu di musik, lumayan fokus di musik. Waktu akademik, lumayan fokus di akademik, ujar Rizki Syarif mengutip dari video YouTube Indonesia Mengglobal. Senin (6/3).

Rizki Syarif juga menambahkan bahwa pada beberapa orang bisa saja menjalani keduanya, antara karier sebagai musisi dan fisikawan, namun bagi dirinya ia memilih fokus hanya pada satu bidang dulu. Itulah kenapa saat ingin fokus di akademik, Rizki Syarif memutuskan berhenti dari kerier musiknya.

“Mungkin beberapa orang bisa, ya, menyeimbangi, ini untuk berkariernya, bukan untuk hobi. Kalau waktu kuliah, belajar akademik, musik sebagai hobi bisa jalan. Tapi ketika berkarier di musik, fokus di musik, ketika akademik, fokus di akademik,” kata Rizki Syarif.

Rizki juga mengungkapkan motivasinya dalam menempuh S3 di bidang Fisika. Selain karena kecintaannya terhadap belajar dan mengajar, dirinya merasa cukup karena dalam menjalani dan menekuni bidang itu Ia pun dibayar.

“Motivasinya karena gue sangat cinta belajar, dan gue sangat suka mengajar. Waktu masuk S3, gue tahu kalau gue punya kesempatan. Jadi S3, kan, secara praktik kita dapat dibayar untuk melakukan riset di tahap awal,” jelasnya.

Rizki Syarif juga mengungkapkan bahwa ia ingin mencari pekerjaan yang aplikatif dan sejalan dengan apa yang sudah dipelajarinya. Misalnya melakukan berbagai penelitian sesuai bidang ilmu yang Ia tekuni. Setelah ungkapan itu berselang empat tahun kemudian, kini apa yang Rizki Syarif inginkan sudah terwujud. Ucapannya pun terbukti, kini dirinya sudah bekerja di laboratorium bergengsi di dunia, sesuai bidang ilmu yang ia pelajari.

Kini sudah 12 tahun berlalu sejak Rizki Syarif Alexa memutuskan keluar dari industri musik dan fokus dengan pendidikan. Namanya memang nggak lagi dikenal sebagai musisi atau personel band idola, kini ia dikenal sebagai seorang ilmuan fisika di laboratorium tenama di dunia. Wah keren banget ya, pencapaian Rizki Syarif!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Bukan sekedar hobi, melainkan memberi arti~

Editor

Penikmat buku dan perjalanan