Sering Di-bully saat Nyanyi, Keisya Levronka ke Psikolog. Diajari ‘Ritual’ Sebelum Manggung

Ekpektasi publik pada seorang figur selebritas memang seringkali mencederai sang idola yang dituntut sempurna dalam setiap penampilannya. Ketika mereka gagal menampilkan versi terbaik, nggak jarang para selebritas kena bully atau perundungan dari publik. Hal itulah yang sering dialami oleh penyanyi muda Keisya Levronka.

Advertisement

Di beberapa penampilan live, Keisya Levronka kerap di-bully karena nggak bisa menyanyikan nada tinggi di lagu Tak Ingin Usai miliknya sendiri, sehingga terdengar fals. Meski lagu itu cukup populer dan viral, tapi nggak membuat Keisya Levronka terhindar dari perundungan.

Akibat sering di-bully karena suaranya, Keisya Levronka mengalami trauma hingga datangi psikolog

Keisya Levronka trauma

Penampilan Keisya | Foto dari Instagram Keisya Levronka

Sebagai seorang penyanyi yang memiliki karya populer, ternyata nggak membuat perjalanan karier Keisya Levronkan mulus tanpa hambatan. Di tengah popularitas lagu Tak Ingin Usai di berbagai platform musik dan media sosial, penampilan live penyanyi 19 tahun itu justru sering menuai kritikan pedas. Keisya Levronka bahkan dinilai nggak pantas membawakan lagunya sendiri karena sering nggak sanggup menyanyikan bagian nada tingginya.

Nggak jarang video dari penonton saat Keisya Levronka gagal membawakan lagu itu viral di media sosial dan dicemooh warganet. Rentetan kejadian itu membuat Keisya Levronka mengalami trauma yang membuatnya takut dan cemas saat harus tampil di atas panggung. Tentunya kondisi itu bukan hal yang mudah dihadapi oleh siapapun, termasuk Keisya.

Advertisement

“Itu kisah aku katanya kisah traumatik. Ada detail-detail yang luar biasa banget. Ada yang penari terus memegang HP dan nyorot ke aku, aku cuma bisa diam punitu terjadi ya. Semua kamera dan mata orang memandang aku aneh,” kata Keisya, dinukil dari Kompas.

Trauma yang dialami Keisya itu memang cukup mengganggu pekerjaan dan kondisi mentalnya. Akhirnya ia datang ke psikolog, hingga akhirnya menemukan cara untuk berdamai dengan kondisi trauma tersebut.

“Aku memutuskan datang ke psikolog, gimana caranya berdamai dan menghadapi itu semua,” kata keisya.

Advertisement

Keisya Levronka kini punya ‘ritual’ meditasi sebelum manggung untuk bisa menghadapi traumanya

Keisya Levronka dibully

Penampilan Keisya | Foto dari Instagram Keisya Levronka

Penyanyi jebolan Indonesian Idol X itu menyadari bahwa respons dari orang-orang yang mendengar suaranya nggak bisa ia kontrol. Kondisi itu juga membuatnya kebingungan saat dibanjiri cacian usai tampil dengan gagal membawakan lagunya sendiri dengan baik.

“Aku nggak bisa kontrol mereka, jadi aku harus kontrol diri, aku yang harus bisa filter. Tapi aku bingung gimana caranya, kau datang ke psikolog dan dapat cara yang bagus. Alhamdulillah berhasil,” kata Keisya.

Dalam proses berdamai dengan trauma dan dibantu psikolog, akhirnya Keisya menemukan sendiri cara menghadapi ketakutan dan kecemasan saat tampil di atas panggung, yakni dengan meditasi. Ia harus meluangkan waktu sekitar 15 menit sebelum naik ke atas panggung.

“Sekarang aku setiap sebelum manggung harus meditasi, sebegitu ngaruhnya sama aku. Jadi sampai sekarang sebelum on air dan off air aku harus meditasi 15 menitlah. Setelah makeup jadi ready semua, tinggal naik panggung ya aku harus meditasi dulu,” ungkap Keisya.

Meditasi itu dinilai Keisya bisa membantu menenangkan diri dari ketakutan dan kecemasan akibat trauma yang ia alami. Sehingga, ia bisa berpikir lebih positif dan membuang pikiran-pikiran negatif yang muncul saat akan tampil di atas panggung.

Keisya Levronka  ingin membalas cacian yang ia dapat dengan karya terbaik yang bisa menginspirasi orang

Keisya Levronka trauma

Keisya mejeng di billboard Time Square | Foto dari Instagram Keisya Levronka

Usai bisa menyadari bahwa segala komentar, cacian, kritikan, maupun pujian merupakan sebuah respons dari setiap orang yang nggak bisa ia kendalikan, membuat Keisya menyadari bahwa satu-satunya yang bisa ia kendalikan adalah renspons dirinya sendiri. Keisya pun menyadari ia nggak bisa melawan semua cacian yang ditujukan padanya. Maka ia memutuskan untuk membuktikan bahwa ia bisa berkarya dengan baik.

“kayak omongan netizen enggak bisa kita kontrol. Pada dasarnya kita enggak bisa kontrol semua orang. Atau lapor polisi tiba-tiba, karena ribuan orang di sini, kayak kamu sini ‘satu-satu’. Jadi lebih baik lawan dengan karya,” ungkap Keisya.

Tekad membuktikan bahwa ia bisa menjadi penyanyi yang baik perlahan juga Keisya wujudkan. Salah satunya saat fotonya mejeng di billboard Time Square, New York pada November 2022 kemarin. Saat itu Keisya terpilih menjadi bagian dari Spotify Equal Artist, karena lagu Tak Ingin Usai telah didengar 100 juta kali di platform musik tersebut.

Hal itu menjadi pembuktian Keisya terhadap orang-orang yang meragukan kualitasnya dalam bernyanyi. Sebab, karya tersebut ternyata cukup populer dan disukai banyak orang. Tekad Keisya untuk membalas segala pandangan buruk dengan karya baginya adalah cara terbaik, sekaligus mendidik diri untuk lebih banyak belajar dan berkembang.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Penikmat buku dan perjalanan

CLOSE