Tasya Kamila Ungkap Rintangan Kehamilan Kedua, Ia Menyebutnya Our Miracle Baby

Pasangan Tasya Kamila dan Randi Bactiar tengah berbahagia menyambut calon anak kedua mereka. Awal Agustus 2022 lalu, pasangan ini mengumumkan kehamilan kedua Tasya bertepatan dengan hari anniversary pernikahan mereka yang keempat. Namun, perjalanan kehamilan Tasya kali ini berbeda. Calon adik Arrasya itu hadir di rahim sang ibu setelah melewati berbagai rintangan.

Advertisement

Salah satunya yaitu ketika Randi Bachtiar didiagnosa terkena kanker limfoma hodgkin. Ditambah lagi, sang suami harus melanjutkan studi di New York yang akhirnya membuat pasangan ini jarang bertemu. Sejumlah rintangan itu diceritakan Tasya Kamila lewat unggahan Instagramnya yang ia beri judul “The Story of Our Miracle Baby.”

Penyakit Randi Bachtiar sempat membuat pasangan ini divonis nggak bisa punya anak lagi

Sempat divonis nggak bisa punya anak lagi

Sempat divonis nggak bisa punya anak lagi | Credit: Instagram @tasyakamila

“God works in a mysterious way. I truly believe it’s true,” tulis Tasya membuka ceritanya (24/9).

Seperti yang ditulis oleh Tasya, saat awal menikah, ia dan Randi sempat berencana menunda punya momongan. Masih ada rencana-rencana hidup yang ingin ia capai apalagi mengingat saat itu Tasya baru aja menamatkan studi S2-nya di Columbia University. Namun, takdir Tuhan berkata lain dan mereka dikaruniai anak pertama. Tasya mengaku sempat ragu apakah dirinya bisa mewujudkan impian-impiannya itu sambil hamil dan mengurus anak.

Advertisement

Tahun 2021, pertama kali Tasya mengungkap kondisi kesehatan sang suami yang rupanya selama ini mengidap kanker limfoma. Dokter juga mengungkap kalau Tasya dan Randi kemungkinan nggak bisa punya anak lagi. Di tengah situasi itu, mereka memutuskan untuk fokus pada proses penyembuhan Randi.

Proses pengobatan Randi Bachtiar bisa ancam kesuburan reproduksinya

Proses pengobatan Randi ancam kesuburannya

Proses pengobatan Randi ancam kesuburannya | Credit: Instagram @tasyakamila

Dalam bagian cerita kedua, Tasya menuliskan proses pengobatan yang harus dijalani sang suami. Mereka sudah mengantisipasi dampak dari kemoterapi terhadap kesuburan reproduksi Randi. Maka dari itu, sebelum kemotrapi dilakukan, Randi menjalani proses pembekuan sel sperma supaya jika dalam kurun waktu tertentu Tasya nggak kunjung hamil, mereka bisa memulai program bayi tabung.

Advertisement

Usai menyelesaikan kemoterapi, kualitas reproduksi Randi nyatanya nggak menurun seperti yang mereka khawatirkan di awal. Bahkan, dokter andrologi mengatakan kalau Randi masih subur dan kualitas spermanya lebih baik daripada yang sempat dibekukan. Akhirnya, mereka memutuskan untuk menambah momongan lagi.

Fast forward to post cancer treatment, beberapa waktu setelah Randi dinyatakan sembuh dari kanker oleh para dokter, kita coba lakukan analisis sperma ke dokter andrologi. Laa hawla wala quwwata illa billah. Dokternya pun kaget dengan hasilnya, Randi ternyata masih subur dan bahkan kualitasnya lebih baik daripada yang udah “ditabung” sebelumnya. Masya Allah,” tulis Tasya.

Jarak antara New York-Indonesia jadi rintangan selanjutnya

Harus terpisah jarak New York-Indonesia

Harus terpisah jarak New York-Indonesia | Credit: Instagram @tasyakamila

Rintangan yang dihadapi pasangan ini ternyata nggak selesai sampai di situ. Kali ini keduanya harus terpisahkan oleh jarak karena Randi harus melanjutkan perkuliahannya ke New York. Tasya akhirnya memutuskan untuk mendatangi suaminya ke New York.

“Nyamperin suami ke New York dengan mission pulang ke Jakarta udah dalam keadaan hamil, tapi cuma punya 2x kesempatan. Lumayan pressure ya. Tapi yaudah yang penting kami ikhtiar dengan makan sehat, aku rutinin konsumsi suplemen asam folat. Kalau Randi sih emang udah rutin konsumsi multivitamin dan zinc. Perhatiin siklus haid dan ovulasi dari beberapa bulan sebelumnya dan yang terpenting enjoy aja sama ikhtiarnya,” jelas Tasya.

Dengan segala usaha selama ini, akhirnya Tasya dan Randi bisa menyambut kehadiran anak kedua mereka karena sepulangnya dari New York, Tasya dinyatakan positif hamil. Tasya sempat memberi semangat juga untuk para pasangan di luar sana yang tengah berjuang memiliki momongan. Bagi Tasya, keyakinan yang kuat dalam menyusun rencana harus juga dibarengi dengan kerendahan hati berserah pada kehendak Tuhan. Setiap usaha yang diiringi doa suatu saat akan membuahkan hasil terbaik dari Tuhan.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE