Diingatkan Pasca Pamer Ikan Aligator Milik Santri, Ustaz Yusuf Mansur Buka Suara dan Akui Salah

Yusuf Mansur ikan Aligator santri

Ada banyak kegiatan dan hobi yang bisa ditekuni oleh seseorang. Salah satu hobi yang digemari orang-orang adalah memelihara hewan. Lazimnya, seorang pencinta binatang memelihara binatang seperti kucing, anjing, burung atau ikan. Kendati begitu memelihara binatang nggak bisa sembarangan. Ada beberapa hewan yang dilindungi pemerintah dan dilarang untuk dipelihara tanpa izin.

Advertisement

Baru-baru ini ustaz kondang Yusuf Mansyur membuat heboh warganet setelah memamerkan ikan aligator yang dimiliki oleh salah satu santrinya. Dalam unggahan tersebut terlihat sang santri memegang ikan aligator berukuran sedang sambil tersenyum. Melihat unggahan tersebut warganet beramai-ramai memperingatkan ustaz Yusuf Mansyur perihal hukum memelihara ikan aligator di Indonesia.

Yusuf Mansyur mendapat teguran dari warganet karena mengunggah foto ikan Aligator peliharaan santrinya di laman Instagram pribadinya

Pada tanggal 23 Juli 2020, Ustaz kondang Yusuf Mansyur mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan santrinya sedang memamerkan peliharaanya. Berbeda dengan kebanyakan peliharaan, sang santri memperlihatkan ikan aligator yang sebenarnya dilarang untuk dipelihara. Tanpa tahu hukum memelihara hewan tersebut, Ustaz Yusuf Mansyur menulis bahwa ikan tersebut milik salah satu santrinya yang dipelihara di kolam pohon jamblang di DQ Ketapang Tangerang. Nggak perlu waktu lama, unggahan sang ustaz dipenuhi komentar warganet. Bahkan salah satu warganet memberitahu Ustaz Yusuf Mansyur perihal larangan memelihara ikan aligator.

Advertisement

Ternyata ikan aligator masuk pada kategori ikan berbahaya dan dilarang untuk dipelihara. Mengetahui hal tersebut, Ustaz Yusuf Mansyur mengakui kesalahannya dan berjanji akan memberitahu santri-santrinya di pondok

Komentar warganet yang memberitahu ustaz Yusuf via www.instagram.com

Salah satu warganet yang melihat unggahan tersebut memberi tahu ustaz Yusuf Mansyur perihal hukum memelihara ikan aligator. Ternyata memelihara ikan aligator diatur dalam undang-undang. Peraturan tersebut antar lain Undang-Undang 31 tahun 2004 yang diubah menjadi Undang-Undang 45 tahun 2009. Selain dari Undang-Undang, memelihara ikan aligator juga diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 41 tahun 2014.

Peraturan tersebut menyebut bahwa masyarakat dilarang memelihara dan melepaskan ikan berbahaya ke perairan umum. Bagi mereka yang memelihara ikan berbahaya dapat dikenai hukuman pidana selama 6 tahun dengan denda 1,5 miliar. Sementara jika kita melepaskan ikan berbahaya ke perairan umum bisa dikenai hukuman pidana 10 tahun dan denda 2 miliar. Semua ini diatur karena ikan aligator masuk pada kategori ikan berbahaya yang bersifat merusak ekosistem. Mengetahui hal tersebut ustaz Yusuf Mansyur berterimakasih pada warganet karena memberitahu hal tersebut dan berjanji akan memberitahu para santrinya di pondok. “Innalillah. Benarkan? siap saya kasih tau kawan-kawan di pondok. makasih ya berharga sekali info ini” balasnya.

Ustaz Yusuf juga menjelaskan riwayat mengapa ada ikan aligator di pondok pesantren tersebut

Advertisement
View this post on Instagram

Kemaren nguras area danau di area pohon jamblang, di DQ. . . Trs saya dapet WA, dari kawan pengasuh pondok. Berisi foto ikan alligator. . . Saya takjub. Luar biasa… . . Dan saya aplod, hehehe. Tanpa tau itu trnyata binatang yang dilindungi. Ada kwn yg komen, dan karenanya saya terima kasih. Luar biasa. Saya udah jawab di komenan itu. Mksh. Dan sgr diambil tindakan. . . Nah, naek ke detik.com rupanya. Hebat juga, hehehe. Berarti Detik.com stalking sampe ke komen2 IG saya, hehehe. Top. Bagus. Buat edukasi masyarakat juga. Banyak yang ga tau, kayak saya. . . Saya abis jawab komenan itu, kemaren, lsg capture, dan kirim ke kwn2 pengasuh. Bhw itu adalah binatang yang dilindungi. Ambil langkah. . . Ternyata selama ini, antara tau dan ga tau. Tepatnya, ga ada yg konsen ke soalan ini. Sampe kemudian ada intruksi saya soal danau dikeringin untuk dibersihkan dll. Ketauanlah ada ikan segede itu. . . Riwayatnya adalah, ada santri pecinta reptil. Yang bawa "kawanan" reptil. Bukan saja alligator. Tapi juga sanca dan piton. Ngeri ga tuh, hahaha. . . Santrinya sendiri udah lulus. . . Dan saya tanya, kemana itu hewan2 reptil? . . Kawan2 jawab, "Waktu itu juga udah mau disita. Tapi pengasuh ga ada yg berani nyita, wkwkwkwk." Jadi, hanya disarankan, agar dikeluarkan dari area pondok. . . Saya kemaren wa gini, "Ini santri mesti istimewa. Ga semua cinta reptil. Ga semua sayang reptil. Ga semua bisa deket dengan hewan-hewan beginian…" . . Kata kawan-kawan pengasuh, santri kami itu, Jalu namanya, skrg udah bergabung dengan pecinta reptil yang lain, dan melakukan berbagai aktifitas terkait dengan reptil2… . . Nah, rupanya, ikan Aligator itu dicemplungin beliau, ke danau. Pada ngeh ga ngeh. Makanya segede itu ikannya. Saya sendiri serem liatnya. . . Yang masih jadi misteri, sanca sama pitonnya. Di mana tuh… Hehehe. . . Saya terima salah. Semoga jadi kebaikan buat keluarga besar reptil seluruh nusantara… Dan para pecintanya… Juga buat ekosistem alam ini. . . Mhn maaf an pribadi dan keluarga besar Pesantren. Siap mendapatkan petunjuk lebih lanjut dari yang mengerti dan paham soalan ini.

A post shared by Yusuf Mansur (@yusufmansurnew) on

Setelah postingannya viral dan beredar di mana-mana, Ustaz Yusuf pun menjelaskan kronologi mengapa ada ikan aligator di pondok pesantrennya. Ternyata dulu pernah ada santri yang pencinta reptil dan memelihara ikan aligator di danau tersebut. Ia juga memelihara ular piton dan sanca. Namun saat akan disita, pengurus nggak berani dan menyarankan agar hewan-hewan tersebut dikeluarga dari area pondok. Ternyata, ikan aligator tersebut dilepas dan masih hidup hingga sebesar ini. Ustaz pun mengakui kesalahannya dan meminta maad, Ia juga siap mendapat petunjuk lebih jauh soal ikan aligator tersebut.

Nah dari masalah ini kita bisa mengambil banyak pelajaran berharga. Ustaz Yusuf Mansyur memperlihatkan sifat rendah diri dan mau mengakui kesalahan dan ketidaktahuannya. Semoga saja perilaku ustaz Yusuf bisa dijadikan contoh dan inspirasi bagi kita semua~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE