6 Jenis Bahan Baju yang Ramah Lingkungan

Bahan baju eco friendly

Seiring meningkatnya kesadaran akan kelestarian lingkungan, saat ini banyak sekali inovasi produk yang mudah didaur ulang. Inovasi ini nggak hanya pada kemasan produk makanan dan perabot rumah tangga saja, di dunia fesyen pun sekarang kain atau bahan baju yang eco friendly alias ramah lingkungan banyak diminati. Mengenakan baju yang berbahan eco friendly membuat kita ikut andil dalam melestarikan lingkungan, lo.

Advertisement

Bahan baju eco friendly biasanya terbuat dari serat organik yang nggak menyebabkan pencemaran lingkungan, dan bisa mengurangi sampah baju. Perlu diketahui juga, menurut data global National Geographic 2020, limbah tekstil menyumbang 18% atau sekitar 92 ton sampah tiap tahun. Sehingga, penggunaan bahan baju eco freindly harus menjadi perhatian serius saat ini. Nah, seperti apa bahan baju eco friendly ini? Yuk simak penjelasan berikut!

1. Linen, kain nabati yang diproduksi tanpa bahan kimia, memerlukan sedikit air dan limbahnya bisa dibuat kompos

bahan baju eco friendly

Linen | Credit by Sabeko on depositphoto

Siapa yang suka mengenakan baju berbahan linen? Selain sejuk, linen merupakan bahan yang paling ramah lingkungan, lo. Linen terbuat dari tanaman rami yang merupakan tanaman di lahan tandus dan nggak bisa dikonsumsi. Dalam produksinya, linen nggak memerlukan bahan kimia dan hanya memerlukan sedikit air. Selain itu, limbah linen sisa produksi dan sisa pakai juga bisa dibuat kompos. Pilihan yang tepat nih, buat kamu yang ingin menggunakan baju berbahan kain ramah lingkungan.

2. Serat hemp, kain nabati yang paling kuat dan ramah lingkungan, serta limbahnya bisa dibuat kompos

bahan baju eco friendly

Hemp | Credit by Studio360stock on depositphoto

Secara keunggulannya, serat hemp mirip dengan linen, hanya saja serat ini lebih kasar tapi lebih bisa menyerap air. Serat ini berasal dari tanaman hemp yang bisa tumbuh di berbagai kondisi tanah. Proses pertumbuhan hemp dan proses produksinya saat diolah menjadi kain nggak memerlukan bahan kimia, sehingga seratnya lebih kuat. Selain itu limbah sisa produksi dan limbah bekas pakainya bisa diolah menjadi kompos. Serat ini biasanya digunakan untuk kombinasi baju dan aksesori.

Advertisement

3. Katun organik, terbuat dari serat kapas yang tumbuh tanpa pestisida sehingga lebih ramah lingkungan daripada katun konvensional

bahan baju eco friendly

Katun organik | Credit by Mexrix on depositphoto

Meski sama-sama terbuat dari serat kapas alami, tapi nggak semua katun ramah lingkungan, lo. Katun organik benar-benar bebas bahan kimia, baik dari proses pertumbuhan kapas, hingga produksinya, sebaliknya dengan kapas konvensional yang memerlukan bahan kimia. Sayangnya, katun organik saat ini masih cukup langka, karena lahan kapas organik masih sedikit. Padahal, katun organik sangat minim alergi dan lebih lembut daripada katun konvensional.

4. Lyocell atau Tencel, kain jenis rayon yang eco friendly karena bahan kimia yang digunakan aman bagi lingkungan

bahan baju eco friendly

Lyocell | Credit by NewAfrica on depositphoto

Lyocell merupakan kain dari jenis rayon, sering juga dikenal dengan nama trademark-nya yakni tencel. Lyocell  terbuat dari pohon eucalyptus atau kayu putih yang dalam pertumbuhannya nggak memerlukan pestisida dan hanya butuh sedikit air. Dalam produksinya, lyocell tetap memerlukan bahan kimia, tapi Tencel mengklaim bahwa produknya menggunakan bahan kimia yang aman bagi lingkungan dan dipakai berulang kali, sehingga tetap eco friendly. Lyocell sangat cocok digunakan sebagai baju untuk daerah tropis, karena adem dan menyerap keringat.

5. Chasmere atau serat kasmir, bahan baju eco friendly yang terbuat dari protein kedelai sisa produksi makanan

bahan baju eco friendly

Kasmir |Credit by VictorO Jenis bahan baju eco friendly | Credit by NewAfrica/ VictorO on depositphoto

Kain kasmir merupakan bahan baju yang sangat ramah lingkungan. Bahkan kain ini bisa dibuat dari limbah. Kasmir berbahan dasar serat protein kedelai yang didapat dari sisa produksi industri makanan seperti tahu dan tempe. Sisa protein kedelai yang sudah nggak bisa diolah menjadi makanan akan diendapkan dan melalui proses produksi yang cukup panjang hingga mendapatkan serat alami yang dijadikan kain. Kasmir juga termasuk kain organik yang minim iritasi.

Advertisement

6. Kain daur ulang yang terbuat dari kain sisa produksi di industri tekstil yang diolah menjadi kain baru

bahan baju eco friendly

Kain daur ulang | Credit by Stock@photograph on depositphoto

Selain kain nabati yang organik, kain daur ulang juga menjadi bahan baju yang eco friendly, lo. Produksi kain daur ulang ini bertujuan mengurangi limbah industri tekstil. Proses produksinya pun lebih hemat energi sehingga lebih ramah lingkungan. Kain daur ulang terbukti menghasilkan 75% jejak karbon lebih rendah daripada produksi kain baru. Baju yang menggunakan kain daur ulang biasanya tertera label “recycled” dengan berbagai jenis kain seperti linen, wol, katun, hingga polyester.

Nah, itulah beberapa kain eco friendly yang minim limbah dan nggak menyebabkan kerusakan lingkungan. Buat kamu yang tertarik beralih ke gaya hidup yang mendukung kelestarian lingkungan atau sekadar tertarik dengan bahan baju yang punya nilai lebih, baju berbahan kain eco friendly bisa menjadi pilihan yang tepat. Apalagi jika kamu hobi belanja baju, hitung-hitung ikut mengurangi limbah pakaian deh.

Nah, mulai sekarang lebih jeli lagi yuk dalam memilih bahan baju, jangan lupa cermati labelnya, ya!

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE