Sering Dikira Sama Aja, ini Bedanya Deodoran dan Antiperspiran di Produk Pencegah Bau Badan

Deodoran dan anti perspirant

Produk deodoran sudah jadi produk yang digunakan oleh banyak orang untuk mengatasi masalah bau badan dan juga keringat berlebih. Produk ini biasanya tersedia dalam bentuk spray, roll on, dan juga bedak tabur. Dilansir dari laman Alodokter, produk untuk ketiak ini nggak cuma terdiri dari dua bahan saja, tapi juga mengandung paraben untuk pengawet, lanolin untuk pelembap, propilen glikol untuk pelarut, dan ada beberapa yang menambahkan fragrance atau wewangian.

Advertisement

Nah, tapi kamu tahu nggak sih bahwa ternyata deodoran dan antiperspiran ini punya peran yang berbeda lo untuk mengatasi masalah pada ketiak. Kira-kira apa saja ya perbedaannya? Yuk langsung cek ulasan berikut, ya.

Deodoran punya peran untuk mengatasi masalah pertumbuhan bakteri dari keringat

Deodoran untuk mengatasi bau pada ketiak | Photo by Ana Essentiels on Unsplash

Dilansir dari laman Klikdokter, deodoran masuk ke dalam kategori produk kosmetik dengan wewangian untuk mengatasi bau pada ketiak. Bahan dasar deodoran adalah alkohol yang ketika nantinya digunakan akan membuat kulit ketiak lebih asam sehingga nggak menyebabkan pertumbuhan bakteri. Jadi, sebenarnya keringat tubuh nggak memiliki aroma, bau pada ketiak muncul karena produksi keringat yang tinggi bercampur dengan bakteri di kulit. Meski bisa menghilangkan bau, deodoran tetap nggak bisa menyumbat produksi kelenjar keringat.

Sedangkan antiperspiran, berperan untuk menyumbat produksi kelenjar keringat pada ketiak

Anti perspiran untuk sumbat produksi keringat berlebih | Gambar oleh DaModernDaVinci dari Pixabay

Kalau deodoran berfungsi untuk mengatasi bau pada ketiak, anti perspiran berperan untuk menyumbat produksi kelenjar keringat yang berlebih. Nggak seperti deodoran yang masuk ke dalam kategori kosmetik, anti perspiran justru masuk ke dalam kategori obat. Dilansir dari laman Klikdokter, anti perspiran mengandung aluminium yang berfungsi untuk menghalangi kelenjar keringat sampai ke permukaan kulit.

Advertisement

Hal ini juga yang membuat banyak orang jadi ragu untuk menggunakan antiperspiran. Banyak yang takut kalau aluminium yang terkandung dalam antiperspiran akan memengaruhi hormon estrogen yang memicu pertumbuhan sel kanker. Dilansir dari American Cancer Society, hasil studi pada tahun 2002, para peneliti nggak menemukan hubungan antara penggunaan antiperspiran dengan risiko kanker payudara. Jadi, selama belum ada penelitian yang menunjukkan dengan pasti, antiperspiran masih aman untuk digunakan kok, SoHip.

Jadi, kira-kira mana ya yang lebih baik antara deodoran dan antiperspiran?

Deodoran atau anti perspiran? | Photo by Roos Algera on Unsplash

Walaupun kedua zat ini kerap dikombinasikan dalam satu produk, tapi ternyata deodoran dan antiperspiran punya kandungan dan fungsi yang berbeda. Kalau kamu punya masalah dengan bau ketiak, kamu bisa atasi dengan produk dengan kandungan deodoran. Sedangkan untuk kamu yang produksi keringatnya berlebih, kamu bisa gunakan produk dengan kandungan antiperspiran juga untuk menghambat produksi keringat. Supaya lebih praktis, kamu juga bisa pakai produk yang punya kombinasi kedua bahan tersebut.

Menjaga kebersihan tubuh jadi salah satu hal yang penting juga lo, SoHip. Selain menggunakan produk deodoran dan antiperspiran untuk mengurangi bau dan keringat pada ketiak, kamu juga harus rajin membersihkan tubuh dengan mandi minimal dua kali sehari, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE