Mengenal Istilah Genderless Fashion dan Androgynous Fashion. Hayo, Udah Tahu Bedanya?

genderless or androgynous fashion

Melansir dari laman The Guardian, Harry Styles adalah laki-laki pertama yang tampil sebagai sampul majalah Vouge untuk edisi bulan Desember 2020. Saat sesi pemotretan, ia mengenakan ‘gaun’ rancangan Gucci yang dibuat khusus dengan aksen renda. Styles mengatakan bahwa ia nggak mau pusing dengan garis batas antara karakter feminin dan maskulin karena ia mencintai fashion.

Advertisement

Selain Styles, Justin Bieber juga tampil dengan gaya berpakaian gender neutral. Melansir dari laman Elle, Justin Bieber mengenakan tank top sebagai pengganti kemeja untuk video musik terbarunya. Penampilan Harry Styles dan Justin Bieber kembali meramaikan istilah genderless fashion dan androgynous fashion yang ternyata sudah ada sejak lama lo. Kira-kira apa saja ya perbedaan di antara keduanya? Yuk simak ulasan Hipwee Style berikut ini!

Genderless fashion adalah sebuah gaya berpakaian yang nggak dibatasi oleh gender tertentu

Genderless fashion | Photo by Darina Belonogova from Pexels

Melansir dari laman Elle, genderless fashion bukanlah suatu paham fesyen terbaru, melainkan sudah ada sejak tahun 1950-an saat masa kepopuleran Elvis Presley. Elvis kerap berdandan rapi menggunakan celana potongan ketat dan lebar, sepatu pantofel, dan jaket. Dua dekade kemudian, Mick Jagger dan Rolling Stone juga tampil di atas panggung menggunakan ‘gaun laki-laki’ rancangan desainer asal Inggris, Michael Fish.

Istilah genderless fashion sendiri digunakan untuk menggambarkan cara berpakaian yang lebih nyaman serta leluasa tanpa merasa dibatasi oleh gender tertentu. Setiap orang bebas memilih selera fesyennya dan mengekspresikan cara berpakaiannya. Saat ini merek fesyen luar negeri semakin banyak yang membuat koleksi pakaiannya menjadi gender neutral seperti Gucci, Zara, H&M, dan juga Telfar yang menjadi mitra untuk seragam atlet Liberia di Olimpiade Tokyo 2020.

Advertisement

Di Indonesia sendiri, genderless fashion juga semakin berkembang terbukti dengan banyaknya perempuan yang menggunakan kemeja flanel, blazer, hoodie, dan masih banyak fesyen item lainnya yang sebelumnya lekat dengan kesan maskulin.

Sedangkan androgynous fashion adalah sebuah gaya berpakaian yang menggabungkan karakter feminin dan maskulin

Advertisement

Melansir dari laman The Vou, androgynous fashion adalah sebuah gaya berpakaian yang mencampurkan karakteristik maskulin dan feminin. Ada beberapa selebritas baik dari tanah air maupun luar negeri yang mengadopsi gaya berpakaian androgini yaitu David Bowie dan Jovi Adhiguna Hunter. Dalam kesehariannya, Jovi kerap menggabungkan karakter maskulin dan feminin yang menjadi ciri khas-nya yaitu dengan menggunakan kemeja, celana pendek, dan heels.

Tim humas dari merek fesyen The Pluid Project, Christina Zervanus mengatakan ke pada The Guardian bahwa generasi gen Z sudah berhasil mendobrak pakem dunia fesyen yang percaya kalau fesyen itu ditentukan oleh gender.

Di luar dari beragamnya gaya berpakaian, hal yang paling penting dalam berbusana adalah kenyamanan. Pastikan kamu berpenampilan dengan nyaman dan sesuai dengan kata hatimu. Dengan begitu, maka kepercayaan dirimu akan meningkat dan semakin leluasa dalam beraktivitas.

Nah, sekarang sudah nggak bingung lagi kan membedakan dua gaya busana ini? 🙂

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE