Perkembangan Fesyen Italia yang dari Dulu Hingga Kini. Alami Masa Jatuh Bangun Juga~

Bagi orang awam, Italia terkadang masing dianggap menjadi bayang-bayang Prancis dalam urusan fesyen. Namun, nyatanya Italia memiliki ciri khas dan sejarahnya sendiri yang membuat negara tersebut menjadi maju di urusan fesyen.

Advertisement

Kisah perkembangan fesyen di Italia memang sempat mengalami jatuh bangun, terutama saat perang dunia terjadi. Namun, mereka sanggup mengatasi hal tersebut dan kini menjadi negara rujukan fesyen yang patut dipertimbangkan.

Karena industri fesyen yang konstan membaik bahkan Milan, salah satu kota di Italia, juga didapuk menjadi salah satu kota rujukan mode di dunia. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya merek terkenal serta pagelaran busana bergengsi seperti Milan Fashion Week.

Daripada penasaran, yuk langsung saja kita kenal lebih jauh kisah dan ciri khas fesyen ala Italia!

Advertisement

Berkembang saat era renaisans

Mengenal perkembangan fesyen Italia

Italia saat zaman renaisans / Credit: History

Italia bisa dibilang sebagai salah satu pusat renaisans, atau masa peralihan dari abad pertengahan ke abad modern di Eropa. Saat itu karya seni, pendidikan, keuangan dan banyak aspek lain berkembang dengan pesat.

Saat itu, mode menjadi sangat populer, pada abad ke-15 dan 16 banyak desainer Italia banyak terpengaruh oleh karya Michelangelo, Leonardo da Vinci, Raphael, dan Botticelli.

Advertisement

Ciri khas produk kala itu yakni harus terkesan mewah dan mahal. Aksesoris seperti beludru, brokat, pita, dan permata, menjadi bagian penting dari rancangan busana mereka.

Namun, disayangkan pada abad ke-17, fesyen Italia mengalami degradasi dan kebangkrutan. Salah satunya karena berkurangnya lahan untuk menanam kapas karena digunakan untuk industri lain seperti logam dan mebel.

Hal ini menjadikan Italia mulai dilupakan untuk urusan fesyen dan sebaliknya, Prancis makin dikenal untuk urusan tersebut.

Bangkit pada pascaperang dunia II

Mengenal perkembangan fesyen Italia

Fashion show di Italia kala itu / Credit: Italia su misura

Dilansir dari fashion-history.lovetoknow.com, gaya khas Italia mulai dikenal karena keberadaan tradisi kerajinan tangan dalam produksi, barang-barang kulit mewah, penjahitan berkualitas tinggi hingga cara berdagang.

Beberapa merek yang cukup kuat kala itu adalah Mariano Fortuny yakni terkenal secara internasional dalam bahkan sebelum Perang Dunia II, setelan wol pria luar biasa yang ditenun oleh Ermenegildo Zegna dan aksesori mewah yang dibuat oleh Ferragamo dan Gucci.

Kemudian fesyen Italia secara resmi terkenal di dunia internasional saat paska Perang Dunia II karena rekonstruksi industri tekstil dan kebangkitan produksi pakaian siap pakai.

Hal ini disebabkan karena dukungan pemerintah Italia sehingga sejumlah pabrik melakukan upaya sistematis untuk menciptakan industri mode berorientasi ekspor. Itulah yang kemudian akan memegang peran penting dalam rekonstruksi ekonomi pascaperang Italia.

Mulai tahun 1949 dilakukan peragaan busana yang dirancang untuk memamerkan warisan seni dan budaya Italia untuk menarik perhatian jurnalis asing.

Selanjutnya, pada bulan Juli 1951, sebuah peragaan busana penting di Florence menarik hampir dua ratus pembeli dan jurnalis Amerika, bersama dengan ratusan lainnya dari Italia dan tempat lain di Eropa.

Dari pagelaran busana itulan para jurnalis Amerika dengan antusias mempromosikan “gaya Italia,” yang diidentikan dengan dengan keanggunan kasual namun aristokrat. Mereka dipuji karena produksi celana capri, sandal, perhiasan emas, dan kacamata hitam. Hal-hal itu yang kemudian menjadi elemen penting khas gaya italia.

Milan menjadi kota rujukan Fesyen

Mengenal perkembangan fesyen Italia

Milan Fashion Week / Credit: AP News

Berbagai kota seperti Florence dan Roma, terus berkompetisi dalam urusan fesyen. Mereka berlomba-lomba mengadakan peragaan busana dan memamerkan pakaian yang diproduksi di kotanya.

Namun siapa sangka justru Milan yang kini dikenal sebagai kota mode? Hal ini karena kepindahan rumah mode Italia paling inovatif, termasuk Krizia dan Missoni yang memindahkan koleksinya ke Milan.

Walau nggak punya daya tarik bersejarah seperti Roma dan Florence. Namun, perusahaan fesyen di Milan mampu memanfaatkan penggunaan bahan tekstil halus Italia yang sudah terkenal. Keberhasilan ini juga didukung oleh suntikan dana dari beberapa produsen tekstil di Italia utara

Milan kemudian dikenal dengan desain produk modern dan siap pakai. Dua desainer khususnya menjadi terkenal dan terkenal di seluruh dunia dalam lingkungan ini, yaitu Giorgio Armani dan Gianni Versace.

Kredibilitas Milan sebagai kota rujukan Fesyen semakin kuat dengan majalah Vogue Italia telah diterbitkan di sana mulai tahun 1961. Kini Milan dikenal sebagai kota rujukan fesyen dengan beberapa ciri khas gaya diantaranya model tailored pieces yang pas di tubuh. Serta penggunaan warna-warna bernuansa earth tone dilengkapi dengan aksesoris oxford shoes, purses bag dan classic wayfarer yang buat si pemakai tampak anggun.

Nah itu tadi kisah perkembangan fesyen di Italia yang kini menjadi salah satu negara kiblat fesyen dunia. Keren ya? Pernah jatuh kemudian bangkit dan menjadi sangat stabil seperti sekarang~

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An avid reader and bookshop lover.

CLOSE