Bekerja di rumah sudah jadi hal biasa bagi mereka yang berprofesi sebagai entrepreneur atau freelancer. Bekerja di rumah membuat mereka bisa fleksibel atau bebas menentukan jam kerja hingga soal pakaian yang dikenakan.

Namun, meskipun terbilang nyaman, bekerja di rumah bisa rentan distraksi. Rasa malas atau aktivitas anggota keluarga yang gaduh bisa menyerang tiba-tiba. Akibatnya, fokus dan produktivitasmu pun akan menurun. Nah, sebelum mengambil pilihan untuk menjadi entrepreneur atau freelancer yang berkantor di rumah, sebaiknya simak dulu strategi berikut ini!

1. Sebelum Memulai Kerka, Nilailah Dulu Karakter Kerjamu

jujur

jujur menilai diri sendiri via mashable.com

Advertisement

Sebelum memutuskan untuk bekerja di rumah, pastikan bahwa sistem kerja yang fleksibel dan bebas memang tepat untukmu. Sebaiknya, baik-baik kenali karakter kerjamu terlebih dahulu. Apakah kamu tipe pekerja yang cenderung malas, mudah terdistraksi, dan butuh pengawasan bos atau manager agar tetap fokus saat bekerja?

Meskipun bekerja di rumah terdengar menyenangkan, banyak orang yang mungkin tidak cocok dengan pilihan ini. Mereka lebih bisa bekerja di kantor karena aturan-aturan ketat justru membuat mereka bekerja dengan maksimal. Yang pasti, kita harus pintar-pintar memilah antara keinginan dan kebutuhan untuk urusan pekerjaan.

2. Meskipun Bisa Bekerja Dimana Saja, Pilih Satu Tempat yang Jadi Andalanmu

pilih ruang kerjamu

pilih ruang kerja yang kamu suka via www.smartplanet.com

Saat bekerja di rumah, kamu bebas menentukan ruang kerjamu sendiri. Apakah lebih nyaman bekerja di kamar, dapur, atau teras belakang rumah? Kamu bisa berpindah-pindah tempat kerja sesuai keinginan atau bahkan mood kerjamu.

Advertisement

Namun, akan lebih baik jika kamu punya satu tempat kerja yang jadi langgananmu untuk menuntaskan tugas-tugas. Misalnya, kamu bisa memilih kamar tidurmu sebagai tempat kerja favorit. Selain nyaman, kamu pun tak perlu ragu jika harus meninggalkan laptop, alat tulis atau berkas-berkas pekerjaan di meja kerja. Saat mendadak harus keluar rumah misalnya, cukup kunci pintu kamar dan berkas-berkasmu akan tetap aman.

3. Agar Betah Berlama-lama dengan Pekerjaan, Coba Deh Percantik Ruang Kerjamu!

hiasai ruang kerjamu

hias dan percantik ruang kerjamu via www.home-designing.com

Demi bisa jauh dari rasa suntuk atau bosan saat bekerja, sebaiknya percantik ruang kerjamu di rumah. Misalnya, kamu bisa menghias dinding ruang kerjamu dengan kertas dinding warna-warni, memajang koleksi aksesoris kesukaanmu, atau menempel foto-foto saat liburan. Bisa juga dengan menyiapkan toples-toples kecil berisi camilan kesukaan, yang membuatmu betah berlama-lama bergelut dengan pekerjaan.

4. Demi Menjaga Produktivitas, Kenali Ritme Kerjamu Sendiri

kenali ritme kerjamu

kenali ritme kerjamu via lifehacker.com

Bekerja di rumah berarti bebas menentukan dan mengatur jam kerjamu sendiri. Apakah kamu lebih nyaman bekerja saat pagi hari, sore hari, atau justru tengah malam? Penting untuk mengenal ritme kerja yang paling membuat nyaman; di jam-jam berapakah kamu menjadi sangat produktif, pun berubah sangat malas. Ketika sudah mengenal ritme kerjamu sendiri, kamu bisa memanfaatkan jam produktifmu dengan semaksimal mungkin.

5. Bekerja Di Rumah Bukan Berarti Mengabaikan Penampilan!

jangan malas dandan

jangan malas dandan via contributors.luckymag.com

Sah-sah saja jika kamu lebih suka bekerja di atas kasur dan masih mengenakan baju tidurmu. Tidak akan ada bos atau rekan kerja yang mengkritik penampilanmu. Namun, sekadar mandi, mengenakan pakaian yang layak, dan meluangkan waktu untuk sarapan bisa membuatmu lebih semangat menyelesaikan tugas-tugasmu. Jika kamu berpakaian rapi, suasana hatimu akan lebih baik. Kerjamu pun akan lebih maksimal.

6. Kamu Pun Harus Disiplin Mengatur Jam Istirahat

disiplin menentukan jam istirahat

disiplin menentukan jam istirahat via www.femalefatal.com

Bebas mengatur jam kerja bukan berarti kamu boleh memforsir dirimu sendiri. Selayaknya kamu bisa disiplin menentukan jam istirahat, sekadar untuk makan siang atau menikmati secangkir teh. Kamu juga wajib menentukan lama waktu kerjamu sendiri. Jika jam kerjamu sudah habis, disiplinlah untuk menghentikan aktivitas pekerjaan dan nikmati waktumu di rumah.

Bekerja seharian tanpa jeda istirahat tentu akan membahayakan kesehatan. Setelah beberapa jam duduk di depan layar komputer, sebaiknya luangkan waktu pergi ke kebun belakang rumah sekadar untuk melihat atau menyiram tanaman. Sesekali berjalan ke luar rumah untuk membeli minuman ringan pun tidak ada salahnya.

7. Jangan Mengabaikan Orang-Orang di Sekitarmu, Bekerjalah Sambil Sesekali Berinteraksi dengan Mereka

interaksi dengan sekitarmu

interaksi dengan sekitarmu via airforcelive.dodlive.mil

Yup, meskipun berada di rumah, kamu memang sedang bekerja. Namun, alasan ini tak lantas membuatmu enggan berinteraksi dengan keluarga atau teman yang kebetulan mampir ke rumahmu. Bisa jadi kamu lebih beruntung daripada para pegawai kantoran yang harus menunggu jam pulang kerja untuk sekedar bertemu teman atau makan bersama keluarga.

Yang pasti, pintar-pintarlah mengatur waktu dan menjaga kemampuan fokusmu. Jangan jadikan orang-orang yang ada di sekitarmu sebagai distraksi, tapi interaksi dengan mereka selayaknya bisa membuatmu lebih bersemangat.

8. Luangkan Waktu untuk Berkumpul dengan Tim Kerja Atau Komunitasmu

komunikasi dengan tim kerjamu

komunikasi dengan tim kerjamu via mashable.com

Seorang penulis yang bekerja di rumah tak lantas menutup diri dari dunia luar. Ada kalanya, dia akan bertemu dan berkumpul dengan sesama penulis untuk bertukar pikiran atau berbagi cerita seputar kepenulisan. Sementara, meskipun membiarkan stafnya bekerja dari rumah masing-masing, seorang pendiri start-up pasti akan rutin mengadakan meeting dengan tim-nya. Sekadar untuk memeriksa hasil kerja tim atau berbagi ide-ide baru.

9. Jangan Lupa Membuat Jadwal Kerja yang Jelas

bikin jadwal

buat jadwal kerja yang jelas via blog.sfgate.com

Layaknya pegawai kantoran, kamu pun tak harus bekerja setiap hari; kamu juga berhak punya hari libur. Dalam satu minggu misalnya, kamu bisa membebaskan diri dari pekerjaan saat Sabtu dan Minggu. Nah, demi bisa punya waktu libur, kamu harus pintar-pintar mengatur jadwal kerjamu.

Sebagai penulis konten misalnya, kamu akan menggunakan waktu satu bulan untuk menyelesaikan proyek dari 4 perusahaan yang berbeda. Masing-masing proyek harus bisa diselesaikan dalam waktu 5 hari. Yup, kamu memang perlu menerapkan deadline ketat bisa menikmati waktu libur di akhir minggu.

10. Bagaimanapun, Membuat Prioritas Tugas Itu Akan Sangat Membantu

prioritas

pintar-pintarlah membuat prioritas via www.commercialpropertyblog.co.uk

Yang tak kalah penting saat bekerja di rumah adalah membuat prioritas. Kamu mungkin tak hanya harus menyelesaikan pesanan klien, tapi juga mengurus pekerjaan rumah yang lain. Agar tak terjadi tumpang tindih antara pekerjaan dan tugas di rumah, sebaiknya catat semua tugas yang harus kamu kerjakan. Pilah tugas-tugasmu, urutkan dari yang paling penting dan harus segera diselesaikan. Satu-persatu kerjakan sesuatu urutan dan waktu yang sudah kamu perkirakan.

Well…bekerja tentu bisa dimana saja dan kapan saja. Jika kamu mantap memilih untuk berkantor di rumah, sebaiknya atur sistem kerja yang paling sesuai dengan karaktermu. Jangan lupa pula perhatikan kebutuhan, kemampuan, dan lingkungan kerjamu, ya! Selamat nggawe!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya