Karena tujuan yang ingin dicapai adalah kepuasan diri, hobi seringnya hanya dilakukan di kala senggang. Tidak ada target yang ditetapkan, karena hobi semata-mata untuk bersenang-senang.

Tapi tahukah kamu kalau beberapa hobi ada sertifikasinya? Artinya, kalau kamu sudah punya sertifikat resmi dari lembaga yang kredibel, keahlianmu itu sudah diakui secara resmi. Dari situ, hobi-hobi yang tadinya hanya untuk senang-senang bisa kamu jadikan pekerjaan profesional. Apa aja sih hobi yang ada sertifikatnya. Ini dia!

1. Selain jadi keahlian khusus, kemampuan meracik kopi seorang barista juga bisa ningkatin auramu dengan nilai plus

Peracik kopi alias barista

Peracik kopi alias barista via toutiao.com

Advertisement

Jujur deh, saat kamu sedang nongkrong di coffee shop, pasti kamu pernah memperhatikan barista-barista meracik kopi dari balik meja? Sosok-sosok seniman kopi ini memang punya aura yang membuatnya mudah disayang. Apalagi kalau kopi racikannya bisa membuatmu mabuk kepayang. Tapi jangan salah sangka, meracik kopi di kafe tidak semudah saat kamu membuat kopi instan di rumah. Hanya barista yang tahu berapa takaran perbandingan kopi dan susu yang pas untuk cappuccino ataupun caffe late.

Keahlian meracik kopi ini tidak semua orang bisa. Untuk menjadi peracik kopi yang profesional, mereka harus mengikuti serangkaian latihan dan uji kompetensi barista untuk mendapatkan sertifikat. Nah, kalau kamu punya hobi meracik kopi, kenapa tidak sekalian dijadikan kemampuan profesional? Siapa tahu nanti kamu tergerak untuk membuka coffee shop-mu sendiri. Mau banget kan dinilai seksi oleh pecinta kopi? Hehe

2. Bukan sekadar hobi di waktu senggang, kegemaran hunting foto bisa dijadikan pekerjaan yang nggak akan pernah sepi orderan

Fotografi

Hobi fotografi via www.weddinglightevents.com

Sebagai generasi sosial media yang aktif, foto pasti bukan hal asing lagi untuk kamu. Apalagi kalau fotonya selfie, mulai anak SMP pasti sudah jago. Tapi lebih lanjut, dunia foto punya berbagai seluk beluk ilmu yang harus dimengerti. Mulai dari pencahayaan yang tepat untuk sebuah angle sampai membuat efek yang tepat untuk menciptakan suasana.

Advertisement

Kalau kamu hobi hunting foto, kamu sudah punya modal awal. Tinggal ilmunya diperdalam. Apalagi kini sudah ada sertifikasi untuk fotografer yang dikelola oleh LESKOFI (Lembaga Sertifikasi Uji Kompetensi Fotografi Indonesia). Bila ditekuni, menjadi fotografer bisa menjadi pekerjaan yang bermasa depan keren lho. Coba saya bayangkan ketika musim nikahan tiba. Setiap pengantin pasti memerlukan juru kamera untuk mengabadikan momen bahagia.

3. Menyelami lautan memang asyik dan menantang. Kalau hobi ini dijadikan keahlian, siapa tahu nanti kamu bisa jadi pelatih diving profesional

Scuba diving

Scuba diving via www.tumblr.com

Kamu hobi diving? Berencana untuk mengeksplorasi keindahan laut-laut di dunia? Supaya lebih gampang, kamu harus punya sertifikat diving internasional dulu. Diving ada beberapa jenisnya, tetapi yang paling umum adalah scuba diving, yaitu menyelam dengan menggunakan perlengkapan khusus seperti tabung pernapasan dan sebagainya. Nah, sertifikasi yang bisa kamu dapatkan adalah untuk menjadi seorang scuba diver. Setelah menjalani pelatihan dan uji kompetensi, kamu akan mendapatkan Lisensi internasional. Sertifikat yang kamu dapatkan ini bisa dari PADI ataupun SSI, keduanya adalah organisasi Scuba Diving internasional.

Keuntungannya setelah mempunyai international license, kamu bebas menjelajahi spot-spot diving di dunia. Kalau belum punya lisensi, biasanya kamu diharuskan ikut pelatihan yang dimiliki dive center yang kamu pilih. Atau pilihan lainnya, kamu hanya diperbolehkan mengikuti scuba diving discovery, yang hanya memperbolehkanmu menyelam 5-7 meter. Kan jauh sensasinya kalau kamu bisa menyelam sampai belasan meter.

4. Sama seperti diving, Olahraga Arung Jeram juga bisa bersertifikat internasional. Kamu yang pecandu olahraga ekstrem pasti minat!

Arung jeram alias rafting

Arung jeram alias rafting via www.discovergreece.com

Kalau kamu penggemar olahraga ekstrim, arung jeram pastilah jadi salah satu favoritmu. Kegiatan mengarungi arus sungai yang deras dengan perahu karet yang dilakukan bersama-sama satu tim ini menuntut nyali yang besar. Belum lagi kalau melewati medan yang terjal berbatu-batu. Kalau salah, bisa-bisa perahunya terbalik dan kamu harus berenang. Olahraga yang memacu cukup memacu adrenalin ini punya banyak peminat. Terbukti dari bertebarannya paket-paket wisata arung jeram di seluruh Indonesia.

Seperti diving, arung jeram juga merupakan kegiatan yang bersertifikat. Kalau kamu hobi dan ahli melakukan arung jeram, kamu bisa mengikuti tes uji kompetensi sertikasi yang diadakan oleh banyak lembaga misalnya BNSP (Badan Nasional Sertifikasi profesi) atau IRF (Feredesi Arung Jeram Indonesia). Siapa tahu kamu bisa mengikuti berbagai kontes arung jeram internasional, atau menjadi pemandu arung jeram profesional.

5. Memasak bukan cuma urusan bikin perut kenyang, tapi juga ada seninya. Karena nggak semua orang bisa, gimana kalau kejar aja sertifikasinya?

Hobi memasak

Hobi memasak via yemek.com

Kalau kamu masih menganggap memasak sebagai kegiatan domestik yang harus dan hanya boleh dilakukan oleh perempuan, aduh, kamu ke laut saja deh. Banyaknya kompetisi memasak yang tayang di TV. Itu membuktikan bahwa memasak bukan lagi kegiatan domestik, melainkan sebuah keahlian yang tidak dimiliki semua orang. Memasak tidak ubahnya membuat karya seni. Bukan hanya cita rasa saja yang diperhatikan, tapi juga teori-teori penyajian makanan yang bisa membuat orang lapar mata. Karena itu keahlian memasak ini jangan dipandang sebelah mata.

Saat ini banyak tempat kursus memasak yang memberikan sertifikat resmi. Beberapa negara seperti Italia dan Jepang juga sudah memberikan sertifikat memasak untuk negara-negara lain. Jadi kalau kamu hobi masak dan kemampuan memasakmu tidak perlu diragukan lagi, langsung saja cari sertifikatnya. Siapa tahu kamu bisa jadi chef di hotel bintang lima. Atau jadi setenar Chef Juna dan Chef Marinka. Mau apa tidak?

6. Kalau kamu hobi menulis dan membaca, kamu berbakat menjadi penerjemah. Supaya karyamu diakui, cari dulu sertifikat profesionalnya

Penerjemah

Penerjemah punya kemampuan bahasa yang tinggi via hmhlit.tumblr.com

Pekerjaan penerjemah sering dianggap sebelah mata, karena kebanyakan hanya berupa pekerjaan lepas. Tapi menerjemahkan sebuah teks tidak sesederhana yang kamu pikirkan lho. Misalnya kamu sedang menerjemahkan novel Inggris kuno. Yang kamu lakukan bukan sekadar menerjemahkan kata per kata dengan bantuan kamus atau Google Translate, tapi kamu juga harus memahami konteks cerita. Kamu harus paham bagaimana budaya yang terjadi di setting novel tersebut, apa-apa yang wajar dan apa-apa yang tidak wajar. Dengan begitu, teks yang kamu terjemahkan tidak kehilangan nyawanya.

Karena menjadi penerjemah tidak semudah kelihatannya, Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) merasa perlu untuk membuat uji kompetensi dan sertifikasi penerjemah. Sehingga kualitas penerjemah Indonesia terus terjaga. Sertifikat yang dikeluarkan HPI ini nantinya akan berlaku selama 5 tahun dari masa dikeluarkannya sertifikat. Nah, kalau kamu memang hobi membaca dan menerjemahkan novel, kenapa tidak dijadikan pekerjaan saja? Toh, honor yang akan kamu dapatkan lebih dari lumayan.

7. Hobi utak-atik komputer itu harta berharga. Berbagai sertifikat coding bisa kamu dapatkan dari sana!

Kalau membahas topik komputer, banyak sekali bidang yang bisa dipelajari dari sana. Mulai dari berbagai bahasa pemrograman sampai kemahiran aplikasi seperti photoshop, corel draw dan lain sebagainya. Bahasa pemrograman sendiri banyak jenisnya, beberapa di antaranya seperti C++, PHP, dan Java sudah memiliki sertifikasi baik nasional ataupun internasional. Jadi, mengaku bisa coding saja tidak cukup. Lengkapi keahlianmu dengan sertifikat resmi. Siapa tahu hobimu bisa dijadikan sampingan yang menjanjikan?

Meskipun sifatnya hanya menuruti kesenangan hati, banyak hobi yang bila ditekuni bisa menjadi keahlian khususmu. Dengan sertifikat resmi hobimu itu tidak lagi sekadar hobi, tapi menjadi keterampilan yang sudah diakui oleh Indonesia ataupun internasional. Tambahan nilai plus di CV-mu bisa didapat bukan hanya dari hasil kuliah saja. Jadi bila kamu punya minat dan bakat yang unik, kenapa tidak dikembangkan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya