Kaya dan miskin bukan hanya soal usaha maupun keberuntungan. Ada faktor lain yang sangat mempengaruhi bahkan ikut menentukan kesuksesan seseorang, yaitu mentalitas. Mentalitas inilah yang mempengaruhi tindakan dan cara pengambilan keputusan seseorang. Salah satu dari sekian banyak perbedaan antara mental orang kaya dan mental orang miskin adalah cara mereka menggunakan uangnya.

Meskipun sama-sama bekerja dan berpenghasilan, ada orang yang bijak dalam mengelola pendapatan hingga berhasil mengumpulkan pundi-pundi kekayaan, namun ada pula yang penghasilannya hanya numpang lewat bahkan selalu merasa tidak pernah berkecukupan, di situlah mentalitas turut berperan. Ingin tahu bagaimana perbedaan orang kaya dan orang miskin dalam menggunakan uangnya? Yuk kita bongkar sama-sama!

1. Orang bermental kaya sibuk menjadi kaya, orang bermental miskin sibuk terlihat kaya

yang beneran kaya malah tampil sederhana via www.shortlist.com

Advertisement

Orang bermental miskin menghabiskan sebagian besar pendapatannya untuk memenuhi gengsi dan gaya hidup. Mereka tak ragu membelanjakan uangnya untuk membeli barang-barang mewah nan bermerek hanya untuk terlihat ‘wah’ dan borjuis.

Sementara orang bermental kaya tidak peduli akan hal tersebut, mereka membelanjakan uang untuk hal-hal yang benar-benar menjadi kebutuhan sehingga bisa menyisihkan penghasilan yang akan semakin menambah pundi-pundi kekayaan mereka.

2. Orang bermental kaya membeli fungsi, orang bermental miskin membeli gengsi

beli barang karena gengsi via www.hipwee.com

Saat membeli barang, orang bermental kaya akan lebih mengutamakan fungsi daripada gengsi. Mereka lebih memilih untuk membeli barang yang tidak terlalu mewah namun awet dan berkualitas daripada harus membeli barang bermerek yang harganya melebihi kualitasnya.

Advertisement

Sebaliknya, orang bermental miskin tidak terlalu peduli dengan fungsi karena lebih mengutamakan gengsi. Asal terlihat keren dan ‘wah’, barang mahal pun tetap dibeli.

3. Orang bermental kaya membuat uang bekerja untuknya, orang bermental miskin bekerja untuk uang

biar uang yang bekerja via www.hipwee.com

Orang bermental kaya memilih untuk mengalokasikan sebagian uangnya untuk menambah aset dan berinvestasi. Dari hasil investasi tersebut, mereka mempunyai pendapatan pasif yang menghasilkan sehingga tanpa bekerja pun mereka akan tetap produktif.

Orang bermental miskin tidak berpikir sejauh itu, mereka terlalu sibuk bekerja untuk mencari uang yang ujung-ujungnya hanya mereka habiskan untuk memenuhi gengsi dan gaya hidup.

4. Orang bermental kaya mengelola pengeluaran, orang bermental miskin tidak pernah membuat perencanaan

merencanakan keuangan via www.hipwee.com

Orang bermental kaya mengelola uangnya dengan membagi pendapatannya ke dalam beberapa pos-pos pengeluaran sehingga kondisi finansial mereka menjadi lebih teratur dan terencana.

Orang yang bermental miskin tidak demikian, mereka tidak pernah melakukan perencanaan keuangan sehingga pengeluaran mereka tidak terkontrol karena sibuk menuruti godaan dan tidak bisa mengatur skala prioritas antara keinginan dan kebutuhan.

5. Orang bermental kaya menabung di awal, orang bermental miskin menabung di akhir

nabung ntar aja kalo ada duitnya via www.hipwee.com

Setelah menerima gaji, orang bermental kaya akan mengalokasikan sejumlah uangnya untuk ditabung di awal. Sementara orang bermental miskin sibuk memikirkan apa saja yang ingin dibeli hingga akhirnya tidak sadar telah menghabiskan seluruh gajinya tanpa ada sisa untuk ditabung.

Orang bermental kaya berprinsip bahwa menabung adalah hal yang utama, sementara orang bermental miskin berprinsip bahwa hanya akan menabung kalau ada uang yang tersisa.

Tuh guys, ternyata cara orang bermental kaya dan orang bermental miskin dalam membelanjakan uangnya jauh berbeda dan sangat bertolak belakang. Kalau kamu termasuk yang mana?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya