Para pencari kerja yang belum memiliki pengalaman biasanya kebingungan untuk membuat CV mereka terlihat menarik dan menjual. Berbagai cara pun dilakukan mulai dari mengada-ada tentang pencapaian atau keahlian yang tidak terlalu dikuasai hingga menuliskan hal remeh-temeh yang tidak perlu. Padahal, ini justru bisa jadi jebakan ketika dipertanyakan saat sesi wawancara lo.

Cari tahu hal-hal apa saja yang tidak perlu kamu cantumkan dalam CV seperti yang sudah Hipwee Sukses rangkum berikut!

1. Menulis riwayat pendidikan memang penting, tapi nggak harus dari TK juga kali!

tak perlu mencantumkan riwayat pendidikan dasar via www.helpshared.com

Advertisement

Para pelamar kerja sering terjebak untuk menuliskan riwayat pendidikannya secara kronologis mulai dari tingkat dasar bahkan hingga mencantumkan TK, SD dan SMP, padahal sebenarnya hal tersebut tidak penting dan tidak perlu. Kamu cukup menuliskan dua jenjang pendidikan formal terakhirmu ditambah dengan riwayat pendidikan non-formal yang mendukung bila perlu.

2. Tidak perlu menuliskan biodata lengkap, perusahaan tidak butuh tahu semua detail data personalmu

nggak perlu sedetail itu via caraflexi.blogspot.com

Kamu tidak perlu menuliskan jenis kelamin, agama, status, suku, kebangsaan dan tempat tanggal lahir. Informasi terpenting yang wajib kamu cantumkan hanyalah nama, nomor telepon dan alamat email saja.

3. Banyak pengalaman belum tentu semakin ‘menjual’, cukup tuliskan pengalaman kerja yang benar-benar relevan

cukup tulis pengalaman kerja yang relevan via www.smart-hr.pl

Salah satu pola pikir yang salah yang dimiliki para pencari kerja adalah “semakin banyak pengalaman, semakin tinggi peluang untuk diterima”, padahal belum tentu. Menuliskan pengalaman yang tidak relevan hanya akan memenuhi CV-mu tapi belum tentu meningkatkan kualifikasimu.

Advertisement

Cantumkan saja pengalaman kerja yang benar-benar relevan dengan posisi yang kamu lamar. Misalnya, jika kamu melamar sebagai akuntan, kamu tidak perlu mencantumkan pengalaman kerja sebagai barista di kedai kopi.

4. Jangan berprinsip “daripada kosong”, justru kelebihan dan kemampuan yang terlalu umum sebaiknya tidak usah kamu cantumkan

kemampuan yang terlalu umum via jempolkaki.com

Usahakan cantumkan kelebihan dan kemampuan yang spesifik, kamu tak perlu mencantumkan kemampuan yang terlalu umum misalnya mampu bekerja dalam tim atau mampu bekerja dengan tekanan karena selain kurang spesifik hal tersebut masih bisa kamu sebutkan dalam sesi wawancara.

5. Jika efeknya tidak terlalu signifikan, minat dan hobi sebaiknya tidak perlu kamu sebutkan

tak perlu cantumkan minat dan hobi via www.dumetschool.com

Jika minat dan hobimu tidak menambah posisi tawarmu sebaiknya tidak usah kamu cantumkan. Selain tidak perlu, perekrut juga tidak terlalu peduli akan hal tersebut.

6. Kreatif boleh, namun kamu tidak seharusnya menggunakan foto selfie yang jauh dari kesan formal

jangan pasang foto selfie via www.businessinsider.com

Maksud hati ingin membuat CV kreatif, memajang foto selfie sebagai foto profil di CV justru membuatmu terlihat kurang profesional lo! Memajang foto kasual boleh tapi usahakan tetap terlihat pantas, ya.

Bukannya terlihat ‘wah’ dan menjual, menuliskan hal-hal yang tidak penting justru akan mengurangi peluangmu untuk diterima bahkan untuk sekadar dilirik dan dipertimbangkan oleh HRD. Memperbaiki CV tidak harus selalu menambah isi, justru kamu perlu mengurangi informasi yang tidak penting untuk menjaga CV-mu agar tetap singkat, padat, jelas dan tidak bertele-tele. Gimana? Sudah siap untuk merevisi CV-mu?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya