Pulang kantorlah tepat pada waktunya.

Memang ini terdengar klise. Namun sadar-tidak sadar, ini ikut menentukan apakah segala aspek dalam hidupmu bisa berjalan lancar. Hal ini juga bisa dijadikan pengendali supaya masa mudamu tak hanya habis di atas kursi, di depan laptop, berusaha tersenyum tapi mengeluh dalam hati.

Advertisement

Jika sampai saat ini kamu masih mendewakan pekerjaan di atas segalanya, ubahlah kebiasaan ini selagi masih bisa. Semoga, 7 hal yang akan Hipwee jabarkan ini bisa kamu iyakan dalam hati.

Meski teman kerja masih di kantor, pulang saja kalau memang sudah waktunya. Tak perlu tak enak hati karena itu hakmu pribadi

pulang kerja tepat waktu

pulang kerja tepat waktu via www.glassdoor.com

Sejatinya pulang kerja tepat pada waktunya adalah hak pribadi setiap pekerja. Kamu tak perlu sungkan pulang lebih dulu daripada teman kerjamu lainnya. Untuk terbiasa dengan pola kerja yang menyehatkan ini, kamu bisa membiasakannya sedini mungkin. Bahkan, kamu bisa memulainya dari hari pertama bekerja. Hilangkan rasa sungkan dan ragu, yakinilah bahwa hal ini yang akan membuatmu hidupmu memiliki porsi yang seimbang.

Kamu boleh mencintai pekerjaanmu, tapi ingat jangan jatuh cinta pada perusahaan tempatmu bekerja.

pulang kerja tepat waktu

pulang kerja tepat waktu via www.steveblueceo.com

“Love your job but don’t love your company, because you may not know when your company stops loving you.”

– Dr. APJ Abdul Kalam

Advertisement

Mencintai pekerjaan tentu sah-sah saja, karena dengan begitu beban pekerjaanmu justru makin terasa ringan. Mencintai apa yang kamu kerjakan juga membuatmu merasa lebih dapat menikmati hidup. Namun, tentu saja kamu harus mampu memilah antara cinta dengan pekerjaan dan cinta dengan perusahaan.

Jatuh cinta pada perusahaan tempatmu bekerja membuatmu mau melakukan apapun yang disodorkan oleh atasan. Kamu bersedia menggadaikan waktu berhargamu hanya demi menggeluti beban pekerjaan yang tak masuk akal. Bahkan, kamu juga menelan mentah-mentah kebijakan perusahaan yang sebenarnya merugikan. Ingat bahwa kamu tak harus memanjakan perusahaan meskipun kamu jatuh cinta pada pekerjaanmu. Karena kamu tak akan tahu sampai kapan perusahaan masih membutuhkan tenagamu.

Hidup jadi bermakna karena banyak unsur di dalamnya. Apakah hidupmu akan sama kayanya jika kamu terlalu tenggelam dalam pekerjaan?

pulang kerja tepat waktunya

pulang kerja tepat waktunya via story.kakao.com

Bekerja merupakan bagian dari kehidupan sebagai manusia dewasa. Namun, tentu saja selain bekerja kamu memiliki porsi kehidupan lainnya. Ada waktu untuk menyenangkan dirimu sendiri, waktu untuk berkumpul bersama dengan keluarga, bercengkerama bersama kawan, hingga menghabiskan waktu bersama kekasih.

Jangan hanya karena menggilai pekerjaanmu yang sekarang kamu justru memangkas waktu untuk kehidupan pribadimu. Kebiasaan pulang terlambat hanya akan membuat kegiatanmu setelah jam kantor terasa tak bermakna. Hal ini karena tenagamu sudah tersedot habis di tempat kerja dan kamu hanya tinggal membawa rasa lelah saat pulang ke rumah.

Selama ini kamu tidak disekolahkan hanya untuk menjadi mesin. Kamu tetaplah manusia yang punya kehidupan di sela-sela kesibukan.

pulang kerja tepat pada waktunya

pulang kerja tepat pada waktunya via www.geekstorming.com

Setelah selesai menyelesaikan pendidikan, kamu memang wajib bekerja demi menyambung hidup. Selain itu, bekerja juga merupakan penanda bahwa kamu memang telah siap memasuki usia dewasa. Namun, kamu tentu harus mengingat bahwa kamu tak dibentuk sebagai robot untuk menjalani rutinitas harian. Jangan jadikan rutinitas bekerja sebagai jebakan yang akan membelenggumu dengan beban kerja yang tak ada habisnya. Di sela-sela kesibukan, kamu masih memiliki waktu berharga yang bisa digunakan untuk menikmati hidup.

Sekian puluh ribu orang terindikasi jadi jomblo karena bekerja >8 jam per hari. Kamu gak mau ‘kan masuk ke dalam golongan ini?

pulang kerja tepat waktu

pulang kerja tepat waktu via jasminafl2.blogspot.com

Durasi normal untuk bekerja selama satu hari adalah 8 jam. Selebihnya sisa waktu yang kamu miliki harus digunakan untuk menjalani kehidupan pribadi. Karena terjebak dengan kesibukan kantor lebih dari 8 jam perhari tanpa disadari akan memperlemah kehidupan sosialmu.

Tak hanya kemampuan bersosialisasi yang kemudian tumpul karena jarang bercengkerama bersama kawan, kehidupan asmaramu juga bisa terganggu. Apabila kamu sudah memiliki pasangan, tak jarang kalian akan sering bertengkar karena dia merasa diabaikan. Dan bagi kamu yang masih lajang hingga sekarang, kamu makin tak ada waktu untuk memperhatikan hubungan asmaramu. Bukankah kamu tak mau terjebak dalam pola hidup yang tak sehat ini?

Banyak orang pulang malam bukan karena rajin bekerja, namun tak bisa saja me-manage waktunya.

pulang kerja tepat waktunya

pulang kerja tepat waktunya via www.relevantmagazine.com

Perlu dijadikan catatan bahwa mereka yang selalu pulang terlambat dari tempat kerja tak selalu berarti rajin. Bisa saja, mereka hanya gagal mengatur waktunya demi menyelesaikan tugas yang dibebankan pada mereka. Saat harusnya fokus kerja, mereka terlalu banyak bercanda; ketika duduk di laptop, justru Facebookan sampai berjam-jam. Ini pun berimbas pada molornya jam pulang mereka dari kantor.

Tak ada orang yang perlu bangga jika harus menolak ajakan bertemu teman atau keluarga dengan alasan lembur atau pulang malam. Jika ini mencerminkan pribadi yang gagal dalam me-manage waktu, apa yang bisa dibanggakan?

Kamu bekerja keras demi mengulas senyum orangtua. Tapi senyum mereka akan memudar jika kamu sibuk di kantor saja.

pulang tepat pada waktunya

pulang tepat pada waktunya via www.omroundtheworld.com

Di usia muda ini kamu bekerja masih hanya untuk dirimu sendiri. Selain kebutuhanmu yang harus dipenuhi, kamu juga bekerja demi membanggakan orangtua. Menyisihkan sedikit uang untuk ayah dan ibu sebagai persembahan atas jerih payah mereka membesarkanmu.

Dengan bekerja, kamu juga mengukir senyum di paras orangtua. Karena inilah pembuktian kepada mereka bahwa kamu bisa berdiri di atas kaki sendiri. Namun, tahukah kamu, senyum mereka akan memudar ketika menyadari waktumu tersedot habis pada pekerjaan saja. Usia mereka sudah semakin senja dan waktu luangmu bersama mereka lebih berharga dari apapun juga.

Pekerja yang selalu pulang tepat waktu memiliki sifat yang efisien, memiliki kehidupan sosial yang seimbang, dan memiliki waktu yang berkualitas bersama keluarga. Kini, bersediakah kamu merapikan meja kerja dan beranjak pulang tepat pada waktunya?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya