“Tak cukup hanya dengan pintar, manusia harus punya kejujuran. Lihat para koruptor di Indonesia, mereka tidak jujur sejak dalam pikiran.”

Andri Rizki Putera

Dari beragam kasus kejahatan yang belakangan ini melanda Indonesia, ternyata masih banyak ragam kebaikan yang seolah mampu sedikit meredam ketegangan sebagian besar pihak. Pemberitaan mengenai Andri Rizki Putera misalnya, pria muda sederhana, tampan nan cerdas yang tak lulus sekolah ini membuat kita tercengang karena keberaniannya mengkritik sistem pendidikan Indonesia dengan mengorbankan pendidikannya sendiri di tingkat SMA. Dengan ketidakpuasannya pada pendidikan Indonesia ini, muncul dorongan dalam hati Rizki untuk memajukan kualitas pendidikan Indonesia dengan caranya sendiri, yakni mendirikan Yayasan Pemimpin Anak Bangsa yang menjaring anak-anak putus sekolah demi masa depan yang lebih baik. Kejujuran serta kemauan keras adalah prinsip yang Rizki ambil dalam sistem yang ia namakan dengan unschooling dan masjidschooling ini.

Mendukung dan mengambil banyak hikmah dari sikap berani Rizki ini mungkin bisa kamu lakukan demi mempertahankan predikat sebagai anak muda bangsa yang tak hanya rentan galau, namun jujur dan berani bertindak!

Berasal dari keluarga sederhana, membuat Rizki terbiasa melakukan segala kegiatannya sendiri. Dorongan untuk berani dan senantiasa jujur sudah tertanam sejak ia kecil.

hidup di keluarga sederhana via anesanisa.com

Advertisement

Kehidupan sederhana yang Rizki jalani sejak kecil tak membuatnya minder dan justru menumbuhkan kecerdasannya hingga sekarang. Pola didikan sang ibu yang melatih Rizki untuk “bertindak semaunya” bukannya tanpa maksud. Menjadi jujur dan berani adalah tujuan mulia sang ibu bagi masa depan Rizki. Benar saja, Rizki muda tumbuh menjadi pria yang mengedepankan kejujuran serta keberanian demi melawan ketidakbenaran.

“waktu Ujian Nasional SMP, sempat ditawari kunci jawaban oleh salah seorang guru, tapi aku tolak. Aku justru risih dengan tindakan contek-menyontek yang makin dibenarkan belakangan ini,”

Kekecewaannya memuncak ketika tahu bahwa sistem pendidikan Indonesia tak mengedepankan kejujuran. Baginya, tak masalah jika harus putus sekolah, toh orang jujur pasti mujur. Dan itu terbukti…

putus sekolah, ia tak patah arang via jawapos.com

Semakin memahami bahwa sistem pendidikan Indonesia tak jujur, batin Rizki berontak. Lulus SMP dengan nilai tinggi dan diterima di SMA favorit tetap tak membuatnya bahagia. Makin berkurangnya generasi jujur dan cerdas mendorong Rizki untuk mencari sendiri jalan pendidikannya.

Mempelajari segala hal sendiri di rumah telah mampu menggantikan hangatnya bangku sekolah yang kala itu Rizki tinggalkan. Belajar dari buku-buku pelajaran bekas saudaranya, Rizki pun tak patah semangat. Setelah dua tahun ia menjalani proses “belajar sendiri” itu, pengajuan mengikuti paket C akselerasi pun Rizki layangkan dan akhirnya disetujui karena kegigihannya. Singkat cerita, Rizki pun bisa melanjutkan kuliah tanpa ijazah SMA-nya.

“Saya ingin melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Saya gali dulu ilmu di sana untuk membangun yayasan pendidikan sederhana berbasis kejujuran dan keberanian suatu hari nanti.”

Pada 2012, berdirilah Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB) di Jakarta. Yayasan sederhana berbasis kejujuran dan keberanian ini adalah rumah kedua bagi mereka yang sempat putus sekolah.

Yayasan Pemimpin Anak Bangs atau YKPB kini sudah main maju via bahasa.aquila-style.com

Yayasan sederhana berbentuk swadaya masyarakat ini akhirnya bisa terbentuk berkat gagasan mulia Rizki. Dengan memanfaatkan ilmunya semasa kuliah, Rizki mulai menjadi guru bagi murid-muridnya yang sebagian besar sudah putus sekolah dari berbagai usia. Seakan tak terbatas ruang dan waktu, Rizki menggunakan Masjid Baiturrahman sebagai tempatnya berbagi ilmu sebagai permulaannya. Sistem pendidikan ini ia namakan masjidschooling yang berarti sekolah di masjid.

Kecaman serta godaan tentu saja Rizki dapatkan. Tuduhan “kristenisasi” dan tindakan asusila juga pernah ia dapatkan karena suasana belajar yang memang privat dan hening. Namun, hal buruk ini berhasil Rizki hadapi dan berganti dengan respon positif dari banyak pihak. Sayangnya, jumlah pengajar di YPAB ini masih sedikit dan membutuhkan para relawan yang mau menyumbangkan ilmunya. Kalian berminat?

Demi kemajuan yayasan pendidikan dan murid-muridnya, ia berencana menempuh perkualiahan di Harvard. Langkah ini dianggapnya tepat untuk diambil.

buktinya, dia bisa ke Harvard tuh! via carabaikindonesia.com

Selain untuk membuktikan bahwa tekad dan kemauan keras adalah kunci utama menuju kesuksesan, Rizki juga ingin lebih meningkatkan keilmuan bagi murid-muridnya di YPAB. Karena ia percaya, kesuksesan murid-muridnya tergantung seberapa besar kemauannya untuk tampil lebih baik.

Baginya, menjadi relawan itu panggilan hati. Tak semata hanya kepuasaan materi.

menjadi relawan itu panggilan hati via dewirieka.com

“menjadi relawan itu panggilan hati, ada ketenangan tersendiri ketika bisa menyaksikan kemajuan-kemajuan positif dari tindakan yang sederhana,”

Tak bisa dipungkiri, wajahnya yang tampan dan rupawan membuat asumsi bahwa pencitraan adalah yang utama. Tapi, bukan gitu, kok.

meskipun ganteng, dia tetap mementingkan kecerdasan via asysyifaahs.blogspot.com

Ketampanan dan kecerdasan Rizki terkadang menjadi bumerang tersendiri baginya. Dengan kiprahnya sebagai anak muda yang peduli pendidikan Indonesia, slentingan-slentingan buruk bahwa ia hanya pencitraan sering didapat. Tapi, hal itu seakan menepi sendiri ketika prestasi Rizki dalam dunia pendidikan Indonesia makin terlihat hasilnya. Setuju?

Tetap saja, Rizki hanya anak muda biasa yang mewakili suara hati generasi muda Indonesia tentang suramnya sistem pendidikan Indonesia. Bukankah kita selalu ingin lebih baik kedepannya?

Rizki selalu mengedepankan kejujuran via esqlife.com

Rizki adalah potret anak muda yang patut dijadikan contoh. Di saat kegalauan rentan menyerang anak muda zaman sekarang, ia justru sibuk memikirkan masa depan bangsa khususnya di bidang pendidikan. Tetap mengedepankan kejujuran serta keberanian, Rizki percaya bahwa pendidikan Indonesia akan berjalan semestinya suatu hari nanti, cepat atau lambat. Toh, tanpa limpahan materi pun, berbuat baik dan berguna bagi sesama itu tidak sulit.

Meraih banyak penghargaan sebagai anak muda berprestasi membuat Rizki makin bergairah untuk memajukan pendidikan Indonesia. Cita-citanya tidak rumit, ia hanya ingin menjadi guru yang baik dan berguna bagi para murid-muridnya.

Sebagai generasi harapan bangsa, yuk kita juga ikut berkontribusi untuk kelangsungan pendidikan negara kita tercinta ini.