6 Cara Mengidentifikasi Apakah Kamu Hemat atau Pelit dari Kegiatan Sehari-hari. Beda Tipis~

beda hemat dengan pelit

Hemat pangkal kaya

Advertisement

Begitu kata pepatah yang sebenarnya mungkin masih relevan sampai sekarang. Sayangnya, kata hemat ini memiliki definisi yang seringkali disalahartikan oleh beberapa orang. Pokoknya kalau uang ditabung semua tanpa beli apa-apa maka artinya ia sudah hidup dengan berhemat dan sudah siap menyambut masa depan yang cerah dengan tabungan yang saat ini sedang dikumpulkan.

Padahal mungkin yang selama ini dilakukan sebenarnya bukanlah berhemat tapi malah bisa jadi suatu bentuk pelit terhadap diri sendiri. Seperti biasanya, segala sesuatu yang berlebihan itu kurang baik, salah satunya ya sifat pelit ini. Nah, biar nggak terlalu keras terhadap diri sendiri, sekarang kenali yuk sebenarnya kamu sedang berhemat atau malah pelit?

1. Saat ada kebutuhan yang harus dibeli, orang yang pelit akan tetap enggan membeli sedangkan yang hemat akan memasukkannya ke daftar sesuai prioritas

Yang namanya orang hidup pasti akan ada kebutuhan-kebutuhan tertentu misalnya berbagai peralatan harian untuk makan, mandi, atau keperluan ketika sakit seperti obat-obatan. Barang tersebut bisa disusun dalam daftar sesuai dengan skala prioritas untuk kemudian dibeli, jika ternyata barang yang penting tetap tak dibeli artinya kamu bisa masuk kategori pelit.

Advertisement

2. Makanan merupakan sebuah kebutuhan pokok, kalau mau berhemat artinya kamu perlu menyesuaikan menu bukan berhenti makan

Salah satu hal yang bisa dihemat adalah makanan tapi bukan berarti kamu perlu membiarkan perutmu kosong seharian. Lagipula ada banyak sekali jenis makanan di dunia ini, harganya pun bervariasi. Alih-alih menahan lapar sampai terserang penyakit dan mengakibatkan kehilangan banyak uang untuk pengobatan di masa depan, lebih baik memilih makanan seadanya dengan harga yang disesuaikan bujet yang sudah dibuat.

3. Mencari diskon dan gratisan  itu manusiawi tapi bukan berarti prinsip ini selalu bisa diterapkan di semua kondisi

Hanya saat diskon/ Credit: annas stills on Deposit Photos via depositphotos.com

Ketika akan belanja bulanan atau membeli sesuatu yang diinginkan maka wajar mencari diskon supaya bisa lebih menghemat pengeluaran. Akan tetapi, prinsip ini sebenarnya tak bisa diterapkan di semua kondisi lo, misalnya ketika temanmu menjual sesuatu yang ternyata sedang dibutuhkan atau memang sangat kamu inginkan maka sebaiknya tak asal minta gratisan.

4. Sesekali membeli self reward setelah bekerja keras itu nggak apa-apa kok, masa iya kerja tanpa menikmati?

Advertisement

Self reward merupakan salah satu hal yang bisa kamu nikmati sesekali, bentuknya pun bisa beragam seperti makan enak, beli baju atau sepatu, hingga jalan-jalan. Tentunya hal ini tak perlu terlalu sering dilakukan tapi sesekali saja. Selain itu, supaya nggak bablas kamu juga bisa menyediakan bujet khusus untuk hal ini.

5. Membeli sesuatu yang murah ternyata tak selalu berarti bisa membuatmu menghemat lo, bisa jadi malah keputusan ini didasari rasa pelit semata

Orang yang pelit biasanya cenderung memilih sesuatu yang harganya lebih murah tanpa memedulikan kualitas yang dimiliki, padahal pilihan ini bisa jadi ke depannya malah merugikan diri sendiri karena barang yang dibeli akan cepat rusak. Orang yang berhemat sebaliknya, biasanya ia rela mengeluarkan uang yang sedikit lebih banyak asal kualitas barang yang dibelinya cukup bagus sehingga bisa bertahan lebih lama.

6. Orang pelit biasanya sama sekali tak mau memberikan donasi atau sekadar tip untuk berbagi, orang hemat biasanya tetap memasukkan hal ini ke dalam bujet

Donasi/ Credit: AndrewTovstyzhenko via depositphotos.com

Jangankan untuk donasi atau memberikan tip, kebutuhan sendiri saja kadang disampingkan oleh si pelit ini. Berbeda dengan orang yang berhemat, berbagi dengan orang lain merupakan salah satu hal yang tetap bisa dilakukan oleh mereka walau sedang berusaha menekan pengeluaran. Malah yang satu ini sering dimasukkan ke bujet bulanan juga supaya lebih teratur.

Berhemat tanpa menjadi pelit mungkin terdengar sulit tapi dengan memiliki perencanaan keuangan yang disusun sesuai dengan prioritas, kamu akan bisa kok mewujudkannya. Setelah gajian, kamu bisa menyisihkan uang untuk ditabung dan investasi baru deh sisanya dibagi-bagi untuk kebutuhan yang sudah disusun. Jangan sampai karena pelit dengan diri sendiri malah dampaknya bisa membuatmu merugi di masa depan.

Baca sepuasnya konten-konten pembelajaran Masterclass Hipwee, bebas dari iklan, dengan berlangganan Hipwee Premium.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE