Tahukah Kamu Bedanya Brand, Branding dan Brand Identity? Terdengar Mirip, padahal Beda lo

brand, branding dan brand identity

Belajar membuka usaha, banyak hal yang perlu kita pelajari. Tapi seru banget deh, kalau kita belajar dari awal ketika membangun produk. Apalagi ketika membangun brand, melakukan branding, dan membuat brand identity.

Advertisement

Lo, apa bedanya tiga hal itu? Beda dong~

Mengenal brand, branding dan brand identity menjadi hal yang cukup penting saat kita ingin menjual produk pada konsumen. Tujuannya supaya produk mudah diterima, mudah diingat, dan punya ciri khas yang membedakan dengan produk sejenis di pasar. Nah,  Brand, branding dan brand identity adalah tiga hal yang berbeda ya, SoBis! Meski masih tentang produk, tapi tiga hal ini punya peran masing-masing yang sangat penting supaya produkmu lebih dikenal. Selengkapnya, simak yuk ulasannya berikut ini!

Brand adalah bagaimana asosiasi yang orang bayangkan terhadap suatu produk atau merek, termasuk nilai-nilai dan kekhasan yang bisa mereka dapatkan

Starbucks merupakan contoh merek denga brand yang kuat | Photo by Adriana Calvo via www.pexels.com

Brand secara bahasa artinya merek, tapi kalau secara penerapan dalam bisnis, brand dan merek berbeda lo. Dilansir dari Storelogy, merek adalah tanda berupa nama suatu produk. Sementara brand  merupakan pengalaman konsumen secara keseluruhan yang membedakan dengan produk lain. Jadi, brand ada di dalam suatu merek. Misalnya ketika bicara soal merek Starbucks pembeli akan mengenalnya dengan kopi dan pastry. Sebagai brand, pembeli nggak hanya mendapat kopi dengan gelas plastik berlogo. Namun, juga mendapat pengalaman membeli dan menikmati kopi yang berbeda dari merek lain.

Advertisement

Konsumen akan mendapat kualitas kopi, pelayanan yang ramah, tempat yang nyaman, hingga nilai sosial yang mereka dapatkan. Misalnya “keren banget lo, ngopi di Starbuck~”. Kalau cuma beli merek, harga Starbucks mungkin akan dirasa terlalu mahal oleh pembeli. Namun karena brand inilah, pembeli bahkan merasa senang ketika bisa membeli produk ini. Contoh lain misalnya merek pasta gigi Sensodine yang dikenal sebagai pasta gigi untuk gigi sensitif. Sementara merek lain misalnya Close Up dikenal sebagai pasta gigi yang bisa memberikan napas lebih segar.

Branding adalah proses membangun, mendesain, dan mengembangkan poin-poin unik agar brand kamu lebih mudah diingat dan berbeda dari merek lain

Proses membangun, mendesain, dan membentuk pembeda dari merek lain| Photo by Kampus Production via www.pexels.com

Sebelum melakukan branding, kamu harus tahu poin-poin unik yang ingin kamu jadikan kekhasan dari produkmu. Misalnya kamu punya produk kripik pisang dengan banyak pilihan rasa yang nggak ada di merek lain. Nah, poin ini bisa dibuat sebagai bahan branding supaya kalau orang mengenal kripik pisang aneka rasa, mereka akan mencari produkmu. Contoh produk kripik pisang yang sudah terkenal dengan branding yang bagus adalah Zanana. Coba deh kamu kepoin branding-nya Zanana~

Branding akan membantumu menemukan pembeda atau diferensiasi dari merek lain. Pembeda ini bisa kamu jadikan daya tarik sehingga memudahkan promosi. Nah, pembeda ini juga bisa dijadikan citra atau nilai produk sehingga menghasilkan suatu brand. Selain itu, branding juga bisa mengendalikan pasar, misalnya menentukan konsumen. Siapa yang kamu target menjadi konsumenmu, usia berapa, kegiatannya apa, dan bagaimana karakternya. Jadi, kegiatan promosi bisa lebih efisien dan tepat sasaran.

Brand identity adalah nilai kepribadian yang kamu persepsikan untuk membentuk identitas produkmu. Contohnya logo, kemasan, dan tagline

Identitas produk penting banget, supaya konsumen bisa membedakan produkmu denganproduk yang lainnya | Photo by RF._.Studio via www.pexels.com

Membangun brand identity sama saja menentukan merek dagang. Namun, nggak hanya merek sebagai nama saja, kamu juga butuh logo atau typography, warna yang menggambarkan produkmu, kemasan yang unik, bahkan kamu juga perlu tagline, lo. Beberapa hal tersebut adalah persepsi yang kamu hadirkan pada produk, sehingga bisa menjadi identitas yang membuat orang lebih mudah mengenal produkmu.

Misalnya, kamu punya produk pakaian yang memiliki konsep ramah lingkungan. Kamu bisa menentukan brand identity dengan cara menentukan nama atau merek yang menggambarkan konsep produkmu. Lalu, buat kemasan yang ramah lingkungan, misalnya tanpa menggunakan plastik. Terakhir buat tagline yang bisa mengundang orang untuk melakukan suatu gerakan (call to action). Contoh produk yang sudah besar dengan brand identity yang kuat misalnya marketplace Shopee dan Tokopedia, keduanya memiliki logo yang berbeda, warna khas dan program yang berbeda-beda. Shopee punya warna khas jingga dengan program gratis ongkir, sementara Tokopedia punya warna khas hijau dengan program WIB (Waktu Indonesia Belanja).

Brand, branding dan brand identity nggak bisa dipisahkan! Jadi kalau kamu menentukan brand, berarti kamu harus melakukan branding dan membuat brand identity

Tiga hal penting saling melengkapi dalam mengembangkan suatu produk | Photo by Hipwee via www.hipwee.com

Tiga hal ini perlu kamu perhatikan untuk mewujudkan produk yang lebih dikenal, mudah diterima dan memiliki ciri khas. Kalau kamu hanya melakukan salah satunya, atau melewatkan satu saja, tujuanmu mengembangkan produk jadi kurang maksimal. Makanya, penting banget buat mengenal brand, branding dan brand identity ini. Sekarang sudah nggak bingung lagi kan membedakan ketiganya?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE