Cara berhemat orang Tionghoa

Bukan cuma pandai berdagang, orang Tionghoa juga cermat mengatur keuangan. Nggak heran kalau banyak dari mereka yang sukses menjadi bos besar. Sayangnya, banyak orang yang keliru menilai upaya penghematan orang Tionghoa sebagai tindakan yang pelit terhadap sesama.

Gila, duit lima ratus perak aja susah ngikhlasin?

Advertisement

Mungkin bagi kita yang nggak punya budaya penghematan super ketat kayak orang Tionghoa, duit lima ratus perak mah relain aja. Perbedaan mindset inilah yang menjadi salah satu faktor utama kenapa orang Tionghoa bisa kaya raya. Daripada kamu berprasangka buruk, mending belajar yuk gimana sih cara orang Tionghoa mengelola uangnya.

1. Berbakti pada orangtua adalah cara orang Tionghoa menghargai harta milik keluarga

berbakti pada orangtua via bigthink.com

Menghargai uang adalah nilai kebajikan yang nggak bisa dilepaskan dari kepercayaan masyarakat etnis Tionghoa. Nah, salah satu cara untuk menghargai uang adalah dengan berbakti pada orangtua. Memang kesannya jauh berbeda. Tapi, dengan berbakti pada orangtua, maka mereka bisa menjaga sumber daya yang dimiliki keluarga demi kepentingan masa depan. Mereka lebih bisa menghargai uang dengan nggak membeli sesuatu yang nggak diperlukan.

Dengan kata lain, jika mereka belum mampu memberikan sesuatu untuk keluarga, maka jalan terbaik yang bisa ditempuh adalah dengan nggak menghamburkan harta kedua orang tuanya. Alias tau diri.

2. Nggak pernah gengsi untuk menawar saat berbelanja untuk mendapatkan harga yang paling pas dan adil untuk kedua belah pihak

nggak gengsi menawar harga via perilofafrica.com

Advertisement

Jangan heran kalau orang Tionghoa selalu menawar harga di manapun mereka berbelanja. Atau menyiasati untuk mencari barang promo saat di supermarket atau toko yang sudah mematok harga pasti. Orang Tionghoa nggak akan pernah ragu atau gengsi untuk menawar barang sampai dapat harga yang paling masuk akal menurut mereka. Nah, kemampuan negosiasi di sini bagi mereka merupakan seni yang selalu memberi rasa penasaran, dan harus menemukan harga paling wajar yang nggak merugikan kedua belah pihak.

3. Tapi juga nggak ragu buat beli barang yang lebih mahal asalkan bagus kualitasnya

asalkan kualitas terjamin via qz.com

Meski dikenal sangat perhitungan saat membelanjakan uang, orang Tionghoa juga nggak takut untuk membeli barang yang mahal, dengan catatan: kualitas terjamin. Bukannya impulsif ya, mereka sudah punya pandangan jauh ke depan dengan hitung-hitungan yang akurat. Meski harus membayar lebih mahal, mereka sebenarnya sudah melakukan investasi jangka panjang. Harganya nggak akan merosot kalau-kalau harus dijual karena butuh uang.

4. Orang Tionghoa paling anti ngutang. Apapun keperluan yang dibutuhkan akan selalu dibayar kontan

bayar kontan via www.brookings.edu

Yang namanya hutang ya sudah pasti menyusahkan. Tapi orang Tionghoa paham betul kalau hutang cuma bikin hidup dan keuangan makin rumit. Itulah kenapa mereka selalu bisa menahan ego untuk membeli sesuatu selama uangnya belum terkumpul. Kalaupun terpaksa harus berhutang, mereka akan selalu berusaha mengembalikannya secepat mungkin. Bahkan saat salah satu keluarga mereka berhutang, maka akan saling mendukung demi bisa melunasi hutangnya tersebut.

5. Kelihatannya mewah, padahal aslinya mereka hidup sangat sederhana terutama kalau belum stabil pendapatan usahanya

makan seadanya via larrynamer.com

Satu hal yang perlu kamu tahu dari kehidupan sehari-hari orang Tionghoa adalah mereka akan sangat berhemat selagi keuangan keluarganya masih belum stabil. Mulai dari makan dengan lauk seadanya, membawa bekal tiap harinya, memakai barang yang ada sampai benar-benar rusak baru beli yang baru. Di sinilah biasanya orang Tionghoa kerap dibilang pelit, padahal mereka sedang ‘bersakit-sakit dahulu berenang-renang kemudian’. Jangan kaget jika mereka akan sangat loyal ketika sudah mapan nanti.

6. Nabungnya juga nggak tanggung-tanggung. Setengah dari pendapatan bahkan lebih akan mereka sisihkan untuk tabungan

budaya menabung sejak kecil via www.aia.com.sg

Orang Tionghoa menyisihkan MINIMAL 50 persen dari penghasilan mereka untuk ditabung, itupun dilakukan secara konsisten setiap bulannya. Mereka percaya bahwa dengan menabung setengah dari seluruh pendapatan yang mereka punya, akan menjamin kelangsungan hidup ke depannya. Haram hukumnya menggunakan uang secara berlebihan, mereka hanya membelanjakan uangnya sesuai kebutuhan.

Hendaknya jangan pernah tergoda untuk hidup mewah jika belum mampu untuk meneladani kebiasaan baik etnis Tionghoa dalam mengelola keuangan. Hidup sederhana, cerdas dalam mengelola uang secara konsisten melakukannya, adalah kunci untuk sampai pada kondisi keuangan yang mapan. Maka jangan heran kalau kelak kamu juga bisa jadi kaya. Tentu, dengan dibarengi kerja keras juga tentunya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya