8 Cara Deteksi Aman Nggaknya Bisnis MLM, Semoga Kamu Bukan Golongan yang Kena Tipu, Ya!

Cara memilih bisnis MLM yang baik dan aman

Jangan sinis dulu. Memang banyak yang menganggap bisnis MLM itu merugikan karena kerap berujung penipuan. Banyak juga yang bilang bisnis MLM itu haram karena sistemnya yang diduga mengandung unsur penggandaan uang. Hal-hal inilah yang bikin bisnis MLM jelek namanya di mata masyarakat. Padahal kenyataannya nggak semua demikian lo saudara-saudara. Ada juga bisnis MLM yang positif — sistemnya jelas, keuntungannya juga sesuai dengan usaha masing-masing anggota, nggak dikurangi atau dilebih-lebihkan.

Advertisement

MLM (Multi Level Marketing) adalah strategi pemasaran berjenjang atau berantai. Misalnya, ketika kamu menjual kosmetik ke si A, maka kamu akan dapat untung. Lalu si A berhasil membujuk si B untuk membelinya juga, maka kamu akan dapat bonus. Begitu pun kalau si B bisa menjualnya lagi ke si C, bonusnya sekian persen masuk ke rekeningmu. Begitu seterusnya.

Biar kamu nggak kena tipu sama bisnis MLM yang bodong dan abal-abal, begini nih caranya mengecek keamanan dan kevalidannya!

1. Coba cek dulu perusahaan MLM yang ditawarkan ke kamu, terdaftar atau nggak di APLI

udah jadi anggota APLI belum? via satukesehatanblog.angelfire.com

APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia) adalah wadahnya berbagai perusahaan MLM. Untuk bisa gabung dan dapat sertifikasi dari APLI ini, kuotanya sangat terbatas, jadi benar-benar dipilih perusahaan MLM yang memenuhi syarat. Di APLI pulalah perusahaan MLM yang valid dan kompeten bikin aturan bersama juga menyepakati kode etik yang harus dipatuhi. Kalau perusahaan MLM yang ditawarkan ke kamu sudah terdaftar di APLI dan tersertifikasi, maka dinyatakan aman dan valid.

Advertisement

2. Pastikan perusahaan MLM itu punya badan hukum yang jelas

Cek apakah perusahaan MLM itu punya badan hukum yang jelas, misalnya dalam bentuk PT yang punya NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dan SIUPL (Surat Izin Usaha Penjualan Langsung). Perusahaan yang punya badan hukum ini harusnya bisa mempertanggungjawabkan bisnis MLM-nya tersebut ke membernya, termasuk ke konsumen lain yang pakai produk mereka.

3. Pilih perusahaan MLM yang punya banyak produk, biar peluangmu menjaring konsumen lebih besar

produknya banyak via www.idntimes.com

Konsumen itu senang kalau lihat penjual yang nawarin banyak produk, artinya ketika ada satu produk yang ia nggak minat, masih ada peluang baginya untuk lihat-lihat produk lainnya. Itulah alasan kenapa kamu baiknya memilih ikut bisnis ke perusahaan MLM yang menawarkan banyak produk atau pun jasa, peluangmu untuk menjaring konsumen jadi lebih besar. Jangan lupa pastikan jaminan kualitasnya ya, termasuk juga garansi atau nggaknya.

4. Nggak cuma produknya yang beragam, tapi harganya juga harus masuk akal biar kamu mudah menjualnya

harganya terjangkau via infinitybusinessbrokers.com

Kalau sebuah MLM menjual produk yang harganya mahal dan nggak sebanding dengan kualitasnya, apalagi kalau jauh dari harga pasaran, waspadalah. Karena kalau bisnis MLM yang baik dan mumpuni, umumnya penghasilan membernya bukan dipatok dari harga produk yang berkali-kali lipat, tapi lebih ke banyaknya jumlah konsumen yang puas dengan mutu produknya.

Advertisement

5. Kalau distributor perusahaan MLM punya sistem yang bagus, kamu pun bakal ikut sukses

ada program pelatihan via www.mlmacademy.asia

Biar kamu bisa cepat sukses, pastikan sistem perusahaan MLM sudah teruji dan terbukti mampu mencetak banyak orang menjadi berhasil. Umumnya perusahaan MLM yang punya sistem baik ini ditandai dengan adanya alat-alat bantu usaha, seperti buku-buku kepribadian, pertemuan-pertemuan yang bisa dihadiri, juga lancarnya pengiriman barang ke konsumen. Waspadai kalau perusahaan MLM punya banyak masalah di dalamnya.

6. Anggota-anggota di dalamnya saling membantu untuk sama-sama mencapai kesuksesan

saling membantu via www.videoblocks.com

Pada bisnis MLM yang baik, para upline akan aktif memberikan bantuan, pelatihan, dan membagikan ilmu marketing pada downline-nya. Bagus lagi kalau para upline ini ikut turun tangan di lapangan untuk memberikan metode mendapatkan member baru dan menjadikan downline-nya naik level. Kalau kamu sering dilepas tanpa ada kejelasan, mending nggak usah.

7. Punya sistem yang adil ke semua member, nggak ada berat sebelah antara anggota lama dan yang baru

adil ke semua member via ecommerce4im.com

Pilihlah perusahaan MLM yang berlaku adil. Perusahaan ini akan sebisa mungkin membuat semua membernya bisa dapat keuntungan asal mau berusaha keras, entah itu upline atau downline. Dengan sistem kayak gini, semua member akan diuntungkan meski baru saja bergabung.

8. Ciri perusahaan MLM yang baik dan bonafide juga bisa dilihat dari skala yang ada pada perusahaan tersebut, sudah diterima pasar nasional atau belum

sudah berskala belum via samnuku.com

Sudah seharusnya kamu memilih perusahaan MLM yang punya skala nasional yang bisa diterima oleh seluruh masyarakat. Biasanya, mereka juga akan mengutarakan visi-misinya bagi kesejahteraan perusahaan dan jaringan distributornya. Kalau perusahaannya belum berskala, kamu wajib waspada.

Sebenarnya skema MLM bukanlah penipuan, mirisnya banyak orang yang salah kaprah karena banyak bisnis penipuan yang menggunakan skema ini. Kalau memang kamu cocok untuk berbisnis di bidang ini, kenapa nggak? Semoga setelah membaca artikel ini, kamu jadi lebih berhati-hati dan nggak mudah tertipu dengan bisnis abal-abal yang menggunakan sistem MLM, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

salt of the earth, light of the world

CLOSE