Saat Bayi Dibuang ke Bak Sampah, ini Kisah Freddie yang Kini Jadi CEO dan Miliarder Filantropis

freddie figgers success story

Barangkali benar para orang bijak yang mengatakan bahwa kita tidak bisa meminta dilahirkan dalam keluarga atau kondisi seperti apa, namun kita tetap bisa mengubah nasib saat sudah bertumbuh walau kadang harus penuh dengan perjuangan yang berdarah-darah. Makanya tak semua orang bisa lahir dari keluarga konglomerat, bahkan sering terdengar juga banyak bayi yang begitu dilahirkan malah dibuang oleh orang tuanya dengan berbagai alasan. Salah satu yang bernasib buruk adalah Freddie Figgers yang juga jadi korban pembuangan orang tuanya saat lahir ke dunia.

Advertisement

Ia ditemukan di sebuah tempat pembuangan pedesaan di Florida dan harus melewati masa sulit saat masih kecil. Akan tetapi, siapa sangka kini ia justru berhasil menjadi seorang miliarder ternama. Kita simak yuk cerita lengkapnya!

Freddie ditemukan di sebuah tempat sampah saat baru dilahirkan, karena hal itu ia sering dirundung teman-temannya

Saat masih kecil/ Credit: Washington Post via www.washingtonpost.com

Dilansir dari Boredpanda, Freddie lahir di Quincy, Florida dan dibuang di sebuah tempat pembuangan beberapa jam setelah dilahirkan. Ia ditemukan oleh orang yang lewat yang kemudian melapor ke polisi. Ia kemudian dirawat di rumah sakit selama dua hari hingga ada pasangan yang mengadopsinya yaitu Nathan dan Betty Figgers yang tinggal di dekat sana.

Saat mulai memasuki SD, Freddie harus mengalami masa sulit karena sering dirundung teman-temannya yang memanggil dirinya “Anak Tempat Sampah” karena mereka tahu cerita kelahirannya. Karena tinggal di daerah pedesaan maka setelahnya semua orang mendengar cerita ini. Akhirnya orang tuanya memberi tahu cerita sebenarnya yang saat kecil membuatnya merasa malu.

Titik baliknya adalah saat ia berusia 9 tahun dan ayahnya membelikannya sebuah komputer untuk dibongkar pasang

Dibelikan komputer/ Credit: Freddie Figgers via freddiefiggers.com

Ayahnya saat itu bekerja di bidang pemeliharaan di Florida State University. Ia membelikan sebuah komputer Macintosh 1989 yang rusak dari pasar loak seharga $25 dan menaruhnya di meja dapur sehingga anaknya bisa bermain dengan komputer ini dan melupakan masalahnya. Ternyata ayahnya benar, Freddie bisa membongkar serta memasang kembali komputer tersebut sampai hidup. Benda ini sekaligus menjadi pemantik Freddie untuk tertarik ke dunia teknologi.

Ternyata ia mahir memperbaiki komputer hingga banyak yang meminta bantuannya dan di usia 15 ia memulai perusahaan pertamanya

Komputer pertama/ Credit: Washington Post via www.washingtonpost.com

Dilansir dari Washington Post, pada usia 13, ia semakin mahir memperbaiki komputer dan banyak orang di Quincy yang meminta bantuannya untuk memperbaiki komputer mereka. Di usianya yang memasuki 15 tahun dia memulai perusahaan pertamanya, Figgers Computers, memperbaiki komputer di ruang tamu dan membantu klien untuk memulihkan data melalui server yang ia buat. Ia adalah orang yang penuh inisiatif dan mampu bekerja dengan cepat.

Ia memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliahnya, namun hal ini tidak ia rekomendasikan ke orang lain hanya karena ternyata berhasil pada dirinya. Di usianya yang masih 17 tahun, sudah ada 150 orang yang menjadi kliennya yang butuh website serta storage untuk menyimpan file.

Advertisement

Di usia 23, ternyata ia makin sukses lagi dengan penemuan GPS yang dijual dengan nilai jutaan dolar

Jadi bos/ Credit: GodTV via godtv.com

Pada tahun 2012, ia menjual GPS tracker ke sebuah perusahaan rahasia di Kansas dengan harga jual $2,2juta. Ia juga membuat sebuah sepatu dengan tracker ini saat ayahnya terkena Alzheimer. Selain bisa melacak keberadaan ayahnya, ia juga bisa berkomunikasi dengan sepatu tersebut. Tahun 2014 sebelum ayahnya meninggal, Freddie memulai Figgers Communication dari uang yang ia dapat dari sepatu pintar yang dijual. Ia juga menjadi seseorang di balik Figgers Wireless, sebuah perusahaan telekomunikasi yang pada tahun 2017 memiliki nilai $62 juta.

Selain menjadi seorang pebisnis bidang teknologi yang sukses, Freddie juga menjadi seorang filantropis yang memiliki beberapa lembaga amal. Selain itu ia juga senang mengkombinasikan teknologi dengan bidang yang lain seperti kesehatan. Kini ia sudah menikah dan bahagia, ia bahkan sudah mengetahui siapa ibu kandungnya namun tidak berkeinginan untuk bertemu.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE