Investasi, masih jadi hal yang asing bagi mayoritas anak muda kita. Masih ada paradigma bahwa investasi baru dibutuhkan saat sudah “mapan” dan berkeluarga. Padahal, investasi adalah hal yang mutlak dan sepatutnya dimulai sedini mungkin.

Dalam artikel “Ini 10 Cara Biar Kamu Bisa Kaya Di Usia Muda“, Hipwee pernah menekankan pentingnya investasi bagi kamu yang ingin mengumpulkan pundi-pundi kekayaan selagi muda. Pertanyaannya, apakah instrumen investasi yang paling tepat dijajal oleh anak muda? Disini Hipwee akan mencoba mengulas instrumen investasi yang layak dicoba oleh kamu yang masih kuliah atau baru mulai bekerja. Kalau bukan sekarang, kapan lagi ‘kan?

1. Usia Dibawah 30 Tahun Adalah Waktunya Kamu Ambil Risiko dan Agresif Berinvestasi

Usia dibawah 30 tahun adalah waktu untuk agresif berinvestasi via www.justthedesign.com

Nilai investasi akan makin meningkat seiring dengan waktu, maka semakin cepat kita memulainya semakin banyak pula keuntungan yang bisa didapatkan. Usia muda adalah waktu yang paling tepat untuk mulai mengalokasikan uang dalam skema investasi. Saat belum berkeluarga dan belum ada tanggungan berbagai cicilan, berarti masih ada nominal yang cukup besar yang bisa disisihkan dari penghasilan.

Pada usia dibawah 30 tahun, sebaiknya seseorang agresif mencari instrumen investasi yang berisiko tinggi namun juga menawarkan keuntungan yang tinggi. Barulah kelak 5 tahun menjelang pensiun, seseorang harus lebih berhati-hati untuk mencari instrumen investasi yang memiliki nilai risiko rendah, namun tetap menguntungkan.

2. Investasi Saham: Risiko Tinggi, Keuntungan yang Ditawarkan Juga Tinggi

Advertisement

Contoh kesibukan di bursa efek Indonesia via plasadana.com

Berinvestasi lewat instrumen saham secara tidak langsung menjadikan kita “pemilik” dari badan usaha yang kita beli sahamnya. Dengan ini, kita akan mendapatkan 2 jenis keuntungan: capital gain dan dividen, serta berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Yuk, mari kita bahas dulu keuntungan dari investasi ini.

Capital gain adalah keuntungan yang didapat pemegang saham saat melepaskan sahamnya ke pasar. Sebagai contoh, kamu membeli saham Hipwee dengan harga Rp 5.000,00/saham. Saat sentimen pasar terhadap industri media daring positif, harga naik menjadi Rp 6.000,00/saham. Kamu akan mendapat keuntungan Rp 1.000,00/saham, dikalikan jumlah saham yang kamu miliki.

Pemegang saham berhak datang ke Rapat Umum Pemegang Saham via www.elnusa.co.id

Sedang dividen, adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan pada pemegang saham setelah mencapai jangka waktu tertentu. Dividen bisa berupa dividen tunai yang diberikan dalam bentuk uang pada pemegang saham, atau bisa juga diberikan dalam dividen saham yang bisa meningkatkan kepemilikan saham seseorang di perusahaan tersebut.

Besarnya keuntungan yang ditawarkan oleh investasi saham juga sebanding dengan risikonya. Pemilik saham tidak bisa dilepaskan dari ancaman likuidasi perusahaan yang bisa terjadi sewaktu-waktu dan capital loss saat sentimen pasar memburuk.

Namun, investasi ini sangat layak kamu coba saat usiamu masih muda dan belum memiliki banyak tanggungan. Lagipula mulai Januari 2014 lalu Bursa Efek Indonesia mengubah aturan pembelian 1 lot saham dari 500 lembar jadi 100 lembar. Harusnya hal ini membuat saham makin terjangkau kantungmu ‘kan?

3. Obligasi: Menjadi “Si Pemberi Pinjaman” dan Mendapatkan Keuntungan Berupa Bunga

Obligasi Ritel yang ditawarkan pemerintah via www.djpu.kemenkeu.go.id

Obligasi, secara sederhana bisa dipahami sebagai surat perjanjian hutang yang dikeluarkan oleh pihak pertama (pihak yang mengeluarkan obligasi) kepada pihak kedua (pihak pemegang obligasi) untuk memanfaatkan dana pihak kedua dan mengembalikannya beserta bunga pada jangka waktu yang telah disepakati.

Jika kamu membeli obligasi, maka kamu adalah orang yang meminjamkan danamu pada pihak yang mengeluarkan obligasi. Obligasi bisa dikeluarkan oleh berbagai pihak, mulai dari perusahaan, pemerintah pusat, hingga pemerintah daerah. Di Indonesia sendiri instrumen investasi obligasi dibagi menjadi 3: obligasi pemerintah, obligasi korporasi, dan obligasi ritel.

Gambaran “yield” obligasi pemerintah via www.idx.co.id

Keuntungan dari investasi ini tidak jauh berbeda dengan keuntungan saat kamu meminjamkan uang pada temanmu dengan menerapkan sistem bunga. Di skema investasi obligasi, keuntungan disebut dengan yield. Yield dihitung dengan cara membagi tingkat suku bunga dengan harga nominal obligasi.

Sebagai contoh, Hipwee mengeluarkan obligasi dengan harga Rp 500.000,00 dengan bunga 2,5% sampai dengan masa jatuh tempo. Maka pemegang obligasi akan mendapatkan yield sebesar Rp 12.500,00 pada masa jatuh tempo. Besarnya yield akan sangat tergantung pada besarnya angka obligasi yang kamu beli. Semakin besar angka obligasinya, makin besar pula keuntungan yang bisa kamu dapatkan.

Investasi ini layak dicoba untukmu yang punya modal cukup besar dan ingin “bermain aman” dalam investasi. Tapi harus diingat, risiko obligasi yang relatif kecil juga sebanding dengan keuntungannya yang tidak bisa melonjak dengan fantastis.

4. Reksadana: Alternatif Buat Kamu yang Masih Minim Modal

Dalam skema reksadana, kamu akan didampingi Manajer Investasi (MI) via www.panin-am.co.id

Instrumen investasi reksadana adalah skema investasi yang bertujuan menghimpun dana dari pemilik modal, untuk kemudian disalurkan ke berbagai instrumen investasi di pasar modal. Instrumen investasi ini sangat cocok untuk investor pemula yang modalnya kecil dan masih belum bisa menghitung risiko investasinya sendiri.

Dalam skema investasi reksadana akan ada Manajer Investasi (MI) yang mengatur kemana uangmu akan digelentorkan. MI-lah yang bertugas membaca sentimen pasar, menghitung risiko investasi, dan mengatur strategi investasi yang berpotensi menghasilkan keuntungan sebesar mungkin. Kasarnya, kamu tidak sendirian menghadapi kerasnya dunia ini dalam proses investasimu.

Diversifikasi produk reksadana juga bisa sangat luas. MI bisa meletakkan uangmu di skema saham, obligasi, hingga skema reksa dana campuran. Skema rekasadana memungkinkanmu yang memiliki modal terbatas untuk mampu membeli instrumen investasi, sebab unagmu akan digabungkan dengan dana pemilik modal lain.

Satu yang paling penting jika ingin menjajal skema investasi ini, pastikan kamu memilih MI yang kredibel. Sebab MI-lah yang akan jadi penentu berhasil atau tidaknya investasimu. Bank-bank komersial terkemuka kita sudah banyak menawarkan layanan ini, kok. Kamu tinggal pilih saja yang paling bisa kamu percaya.

5. Jadi Forex Trader: Populer dan Bisa Dipelajari Sendiri

Lewat layar komputer, kamu bisa mengendaikan investasi valasmu via www.bilderload.com

Forex (foreign exchange, nilai tukar mata uang asing – red) adalah salah satu cara lain yang bisa kamu jadikan alternatif metode investasi. Lewat cara ini, kamu akan bermain di pasar modal dengan menukarkan uangmu dengan mata uang asing yang punya margin keuntungan paling tinggi.

Sebagai contoh, kamu menukarkan 1 juta uang rupiahmu dengan 100 US Dolar. Pada saat nilai tukar Dolar terhadap Poundsterling naik, kamu bisa menukarkan sejumlah Dolar-mu dengan Poundsterling dan mendapatkan keuntungan dari situ. Keuntungan dalam investasi ini sangat ditentukan oleh besarnya uang yang berani kamu keluarkan serta kemampuanmu membaca kondisi pasar.

Kalau belum berani main forex, bisa mulai dengan menukarkan uangmu ke valas via www.inginggold.com

Di Indonesia, investasi Forex sedang sangat populer. Kalau kamu ingin belajar tentang skema investasi ini, tinggal googling saja “Belajar Forex” dan akan banyak kamu temukan website yang menawarkan jasa belajar Forex yang tidak jarang bisa kamu nikmati dengan biaya 0 Rupiah.

Oh iya, kalau kamu masih belum berani menjajal bermain Forex yang memang penuh risiko, kamu bisa mulai dengan menukarkan sejumlah uangmu dengan valuta asing yang relatif stabil nilainya (saran Hipwee sih Poundsterling atau Euro.) Saat nilai tukarnya naik, tukarkan kembali dengan Rupiah. Secara tidak langsung kamu sedang menabung dengan menggunakan valuta asing.

6. Investasi Emas: Relatif Aman, Profitnya Juga “Aman-Aman” Saja

Investasi emas, profit “aman”, hasilnya juga “aman” via www.inginggold.com

Ingin investasi yang bisa tertangkap mata setiap hari? Investasi emas barangkali bisa jadi pilihan yang tepat bagimu. Emas adalah instrumen investasi yang nilainya relatif stabil dari waktu ke waktu, membeli emas pun bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Investasi emas yang menjamur di Indonesia belakangan ini adalah investasi emas batangan.

Terdapat beberapa cara kamu bisa mereguk keuntungan dari investasi emas. Pertama, tentu kamu harus membeli emas yang harganya amat beragam itu. Saat Hipwee menulis artikel ini, harga emas batangan LM berkisar di angka 1,7 juta-1,8 juta. Kamu bisa menggadaikan emas tersebut, menggunakan uang gadainya untuk membeli emas lagi. Atau kamu juga bisa “menyimpan” emas yang nilai tukarnya relatif stabil demi kepentingan masa depan.

Keuntungan skema investasi ini adalah margin kerugiannya yang kecil. Namun ini juga bisa jadi kekurangan, harga emas biasanya hanya naik sebesar 2-4% per tahunnya. Angka ini terbilang kecil bila dibandingkan dengan keuntungan yang ditawarkan skema investasi lain.

7. Investasi Pendidikan: Paling Mungkin Mengubah Nasibmu

Berinvestasi di pendidikan paling mungkin mengubah nasib via thengveronica.blogspot.com

Belum berani mencelupkan kaki di pasar modal? Atau sudah ingin tapi belum ada uang? Tenang, ada cara lain kok untuk tetap berinvestasi demi masa depan yang lebih cerah. Salah satunya adalah dengan serius di pendidikan yang sedang kamu lakoni saat ini.

Pendidikan adalah investasi terpenting dan untuknya kamu layak menghabiskan biaya sebanyak mungkin. Jangan pelit mengeluarkan uangmu untuk ambil kelas tambahan bahasa asing, ikut coding course atau ambil kelas screen writing. Dengan menambah pengetahuan dan keterampilan, akan makin besar pula kesempatanmu mengubah nasib.

Kalau nasib sudah berubah, banyak uang, maka mau coba investasi apapun juga enteng ‘kan tentunya?

Semoga informasi ini bermanfaat untukmu yang ingin belajar berinvestasi, ya. Tidak ada saat yang paling tepat untuk kita memulai, semakin cepat kita mengawali maka makin besar pula keuntungan yang bisa diraih nanti.

Sudah tahu mau memilih skema investasi yang mana?