Setelah deretan pertanyaan basa-basi soal kemampuan dan kepribadianmu, pewawancara kerja (calon bos kamu) akan masuk ke pertanyaan yang sedikit membingungkan: “Apa kelemahan kamu?” atau “Sebutkan kekuranganmu!”

Harap diingat, ini adalah pertanyaan yang lumayan menjebak karena kemampuan kamu sesungguhnya juga akan dinilai dari cara kamu mengenali kekurangan diri dalam bekerja. Agar tak kelabakan dalam menjawab coba beri respon berikut ini ketika pertanyaan menjebak tersebut muncul.

1. Tidak ada manusia yang sempurna. Alih-alih mengaku sebagai “perfeksionis” sebaiknya utarakan bahwa kamu sering terdistraksi dengan hal detil.

Terdistraksi pada detil

Terdistraksi pada detil via linkis.com

Advertisement

Dengan congkak, pelamar kerja sering mengakui bahwa “terlalu mengejar kesempurnaan” adalah kelemahannya. Padahal ada ribuan kandidat lain yang juga mengakui “kekurangan” yang sama, namun tak ada satu pun yang benar-benar sempurna. Calon bos kamu mungkin juga bosan dengan hal tersebut. Alih-alih mengaku sebagai perfeksionis, coba sampaikan:

“Saya cenderung menghabiskan waktu pada hal-hal detail, yang membuat fokus saya teralihkan dari tujuan utama pekerjaan/tugas”

Ingat! Setelah menjelaskan kekuranganmu, pastikan kamu selalu menawarkan solusi untuk mengatasinya.

Karena sesungguhnya yang ingin didengar oleh pewawancara adalah kemampuan dan kemauan kamu mengatasi masalah, mereka tak peduli dengan curhatan kekuranganmu.

Advertisement

“… Agar tak mudah terdistraksi, saya selalu memberi batas waktu untuk mengurusi detil-detil kecil. Sehingga bisa tetap fokus pada tujuan utamanya.”

2. Jangan takut berbicara di depan publik, jadikan public speaking sebagai tantangan buat kamu.

Pertanyaak menjebak

Pertanyaak menjebak via linkis.com

Bagi sebagian orang, bicara di depan banyak orang bisa jadi hal yang menyeramkan. Tapi jangan pernah mengaku bahwa kamu takut bicara di depan khalayak. Sampaikan bahwa public speaking adalah sisi yang paling emnantang dalam karir kamu.

“Banyak orang ketakutan setengah mati dengan kata public speaking. Kecemasa saya tidak separah itu, namun harus diakui bahwa menyampaikan gagasan di depan banyak orang sedikit menantang bagi saya.”

3. Segila apapun kamu dengan pekerjaan, jangan pernah labeli dirimu dengan sebutan “workaholic”.

dad

“Saya pekerja produktif” via themuse.com

“Saya sulit membedakan antara bekerja keras dengan bekerja produktif. Selama ini saya mengira bahwa semakin lama saya berada di kantor, maka semakin banyak yang bisa dikerjakan. Padahal tidak kelelahan dan bebas dari stres justru mendongkrak produktivitas saya.

Beberapa perusahaan mungkin akan senang mendengar bahwa kamu orang yang giat bekerja keras, tapi bukan berarti kamu harus mengaku sebagai workaholic agar menarik perhatian. Dalam dunia kerja, seorang workaholic mungkin akan diganjar dengan tepuk tangan tanpa imbalan yang sesuai. Terdengar pamrih? Ya. Mengaku sebagai workaholic (padahal kamu biasa-biasa aja dalam bekerja) cuma bikin kamu terlihat sombong.

Untuk mengatasi “kekurangan” kamu, katakan bahwa kamu bertekad untuk bekerja dengan otak bukan otot; not just working hard but also working smart.

4. Hindari terdengar sombong dengan menyatakan bahwa kamu sulit beradaptasi dengan rekan kerja yang pemalas.

Jangan sombong

Jangan sombong via themuse.com

Daripada terdengar sombong dan dianggap bukan teamplayer yang baik, sepatutnya kamu menyampaikan kelemahanmu dengan:

“Sulit bagi saya untuk menghasilkan hasil terbaik jika bekerja dengan rekan yang sering kewalahan dengan tugasnya sendiri.”

Menyombongkan diri dengan menyatakan bahwa kamu memiliki standar yang tinggi dalam memilih rekan, akan mengundang cibiran dari calon atasan kamu. Daripada merendahkan kualitas kerja rekan (yang belum kamu kenal kemampuannya), tunjukkan bahwa kamu punya skill yang baik dalam membagi tugas dan bekerjasama.

Dengan pilihan-pilihan jawaban di atas, serta gambaran bagaimana kamu mengatasinya, kamu tak perlu merasa terjabak lagi dengan pertanyaan soal kelemahan diri.

Jadi apa kekurangan kamu?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya