6 Jenis Kemasan Beserta Kelebihan dan Kekurangannya. Cari yang Paling Cocok untuk Produkmu!

jenis kemasan produk

Banyak yang bilang “Jangan nilai buku dari sampulnya!” Kenyataannya kalimat tersebut masih belum sepenuhnya bisa diterapkan oleh banyak orang. Buktinya banyak yang impulsif membeli sesuatu hanya karena kemasannya yang bagus atau lucu. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa 94% kesan pertama dari calon pembeli berkaitan dengan desain, sedangkan studi yang lain menemukan bahwa 1/3 konsumen membuat keputusan pembelian karena kemasan itu sendiri. Makanya kemasan menjadi salah satu hal kritis yang harus dipikirkan matang-matang.

Advertisement

Tugas utama kemasan selain untuk memberikan kesan pertama yang bagus pada konsumen juga untuk melindungi produkmu dari bahaya kerusakan yang mungkin mengintainya. Sebelum memutuskan kemasan apa yang akan dipakai, simak dulu nih beberapa jenisnya lengkap dengan kelebihan dan kekurangan yang akan didapatkan!

1. Kemasan plastik mungkin masih jadi favorit banyak penjual karena praktis dan awet tapi ternyata kemasan ini punya kekurangan juga lo

Plastik banyak dipilih karena lebih tahan terhadap banyak hal seperti tahan air dan kedap udara, selain itu jika bentuknya boks  maka kemasan plastik juga bisa digunakan kembali yang akan menguntungkan bagi pembeli. Pun, jika plastik bening yang dipilih maka isi bisa dilihat dari luar sehingga bisa mengekspos produk.

Akan tetapi, kandungan kimia pada kemasan plastik memiliki kemungkinan untuk mengontaminasi produk jika memilihnya sembarangan. Selain itu, plastik juga dinilai tidak ramah lingkungan di mana saat ini makin banyak yang menyadari pentingnya menjaga lingkungan.

Advertisement

2. Kemasan kertas rasanya belakangan ini kembali banyak dipakai untuk memberikan kesan natural

Kemasan kertas/ Credit: mego-studio on Freepik via www.freepik.com

Kemasan dari bahan kertas memiliki wujud yang cukup beragam, mulai dari paperbag yang tipis untuk mengemas makanan hingga kardus yang tebal untuk produk yang lebih besar. Biasanya kertas kardus yang tebal dipilih karena lebih solid dan terjangkau daripada plastik. Kelebihan yang lain adalah kertas juga dirasa lebih ramah lingkungan. Sayangnya, kertas tidak tahan terhadap air serta mudah lapuk di tempat lembab, bahan ini juga lebih mudah terbakar dan sobek jika tipis.

3. Aluminium foil bisa dipilih untuk kemasan produk makanan atau minuman demi menjaga kualitasnya

Biasanya alumunium foil digunakan untuk membungkus teh, kopi, atau makanan jadi untuk menjaga rasa dari produk tersebut. Kemasan ini juga dipakai untuk menghindari adanya kontaminasi bakteri yang mengurangi daya tahan produk. Meskipun demikian, biasanya bahan ini perlu dilapisi oleh kemasan dari bahan lain karena cenderung lebih sulit untuk diberikan desain dengan warnanya yang terang.

4. Kemasan botol atau kaca mungkin menjadi salah satu kemasan yang paling bagus dari segi visual tapi juga menjadi yang paling rentan rusak

Botol/ Credit: rawpixel on Freepik via www.freepik.com

Advertisement

Kemasan ini biasanya dipakai untuk produk minuman atau makanan. Bentuknya yang beragam serta permukaan yang bisa ditempel dengan berbagai desain unik memberikan nilai plus terhadap bahan yang satu ini. Apalagi setelah produk habis maka kemasan masih bisa digunakan kembali. Sayangnya, botol atau kaca biasanya terlalu berat dan rentan pecah sehingga kurang cocok untuk produk yang harus dikirimkan menggunakan jasa ekspedisi.

5. Kaleng cenderung dipilih untuk menjadi kemasan produk-produk pabrik karena memiliki berbagai kelebihan tapi tetap ada juga kekurangannya lo

Kaleng masih relatif jarang digunakan oleh produk-produk rumahan daripada plastik atau kertas, padahal kemasan ini memiliki daya tahan yang tinggi. Selain itu, kaleng juga cenderung lebih ringan daripada kaca, pun kemasan ini bisa digunakan kembali saat isinya sudah habis. Akan tetapi, kaleng biasanya lebih mudah berkorosi yang bisa berdampak pada kualitas produk. Selain itu sepertinya lebih sulit jika ingin mengustomisasi kemasan dengan bahan yang satu ini.

6. Sebagai pengganti cup dan piring maka styrofoam sering dipilih oleh para pengusaha di bidang kuliner

Styrofoam memiliki keunggulan berupa kepraktisan dan kemampuan melindungi makanan serta minuman dengan baik. Bahan ini biasanya cocok dipakai untuk mengemas makanan take away atau saat restoranmu membuka booth di suatu acara. Kekurangannya selain kurang ramah lingkungan, styrofoam juga tidak tahan terhadap adanya benturan sehingga tidak bisa sembarangan ditumpuk dengan benda lain.

Nah, itu dia beberapa kelebihan dan kekurangan pada masing-masing kemasan yang bisa digunakan untuk mempertimbangkan mana yang paling cocok dengan produk yang kamu miliki supaya penjualan bisa makin meningkat.

Untukmu yang saat ini ingin atau sedang merintis usaha, gabung yuk sama komunitas UMKM #KitaMulaiBersama! Daftar di bit.ly/MILISKMB untuk berlangganan newsletter supaya nggak ketinggalan info berisi konten dan event menarik seputar kewirausahaan dan pengembangan UMKM. Jangan sampai ketinggalan!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE