Kisah John Plant, Sosok di Balik Youtube Primitive Technology yang Ditonton Ratusan Juta Kali!

john plant primitive technology

Di zaman yang serba digital dan modern ini, orang-orang ternyata tak hanya menyukai konten yang berbau teknologi terbaru atau penemuan terkini. Banyak yang cenderung menyukai nostalgia-nostalgia dan kehidupan natural ala orang di pedesaan. Nyatanya Youtuber konten pedesaan semacam Li Ziqi hingga beberapa kanal lain yang memiliki konten kehidupan primitif kini laris manis. Bagaimanan cara mereka bertahan hidup di tengah gempuran teknologi ini menjadi hal menyenangkan untuk ditonton di tengah lelahnya rutinitas.

Advertisement

Salah satu Youtuber dengan konten primitif yang terkenal adalah John Plant asal Australia yang getol membagikan videonya melalui kanal Primitive Technology. Kini subscribers-nya sudah mencapai 10 juta orang lo. Mungkin kamu penasaran bagaimana ceritanya ia sampai sukses menjadi seorang pembuat konten. Simak yuk cerita selengkapnya!

Dari kecil ternyata John sudah menunjukkan ketertarikannya kepada dunia ini, hal ini juga terjadi karena ia tak dibelikan mainan

Mulai dari kecil/ Credit: Aeon via aeon.co

Mengutip dari The Sun, seperti anak-anak berusia belasan tahun lainnya, ketika memasuki usia 11 tahun John meminta untuk dibelikan game console namun orang tuanya tidak mau memenuhi keinginan tersebut. John Plant kemudian mencari cara untuk menghibur dirinya sendiri hingga ia berhasil membuat sebuah gubuk di dekat sungai kecil di belakang rumahnya hanya dengan benda-benda yang ia temukan di sekitar. Kemampuannya makin terasah hingga di usia 18 tahun, ia sudah mampu membuat api hanya dengan ranting pohon dan dedaunan.

Ia sempat melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi, namun ketika lulus ia malah memilih untuk menjadi seorang pemotong rumput

Lulusan sarjana/ Credit: Sunshine Coast Daily via www.sunshinecoastdaily.com.au

John melanjutkan kuliahnya sampai ke perguruan tinggi dengan gelar sarjana sains namun dilansir dari CNCB, ia malah tidak memedulikan gelarnya dan memilih untuk memotong rumput untuk menghidupi dirinya. Selain melakukan pekerjaannya ia tetap melakukan hobi yang berkaitan dengan bertahan hidup di dalam hutan. Ia kemudian memulai proyeknya dengan cara mengabadikan kegiatannya di hutan tersebut. Tak disangka ketika memulai kanal Youtube ternyata ada banyak orang yang tertarik dan menonton hingga dia memperoleh pedapatan lebih besar dari sana.

Ia sempat hanya terkenal dengan sebutan “The Man” tapi identitasnya terbuka setelah ia melayangkan komplain ke Facebook

The Man/ Credit: Outside Online via www.outsideonline.com

Ia mengajukan komplain karena video-videonya ternyata dibagikan tanpa atribusi yang sesuai sehingga ia merasa kehilangan pendapatan. Ia meminta untuk mendapatkan haknya sebesar $28.446 dari video yang merasa dicuri. Semakin ke sini, orang-orang yang tertarik dengan videonya juga semakin bertambah. Saat ini ia memiliki 10,2 juta subsrcibers dengan total ditonton ratusan juta kali. Bahkan ada sebuah video dengan judul “Tiled Roof Hood” yang sudah ditonton sebanyak 75 juta kali. Jika dihitung-hitung total uang yang didapatkan dari videonya di Youtube adalah sekitar $1,3 juta atau sekitar Rp19 miliar. Wow!

Mungkin muncul pertanyaan seperti kenapa video-video ini mendapat banyak penonton hingga sukses

Menurut John, yang membuat kanal Youtubenya berbeda dari kanal Youtube yang lain adalah karena ia tidak banyak basi-basi dan langsung menuju poinnya yaitu mendemostrasikan tutorial yang ingin ia kerjakan. Selain itu, dilansir dari BBC ternyata ada tinjauan dari psikologi kenapa kanal ini bisa laku yaitu keinginan untuk lebih tergantung pada diri sendiri. Selain itu ada fenomena bernama ‘goal contagion’ di mana para penonton memiliki keinginan untuk melakukan hal yang sama jika tutorial tampak bisa diikuti di kehidupan nyata.

Jika ingin sukses menjadi Youtuber mungkin hal tersebut bisa dipelajari yaitu dengan cara membuat konten yang lebih engage kepada penonton serta tidak bertele-tele. Kini, John sudah bisa menikmati hasil dari hobinya. Ia juga tak tinggal di dalam gubuk yang dibuat tapi tetap tinggal di rumah modern dengan makanan yang juga modern. Jadi yang kita lihat itu ya hanya hobinya yang menjadi cuan dan untuk menghibur kita yang menontonnya ya~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE