Pada pertengahan tahun 2014 lalu, Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP) melansir deretan kota-kota di Indonesia yang memenuhi survey Indonesian Most Livable City. Hasilnya, ada 7 nama kota yang memenuhi standar-standar kenyamanan hidup penduduk Indonesia. Beberapa faktor penentu standar kenyamanan itu adalah ketersediaan lapangan pekerjaan dan seberapa mudah penduduknya pulang-pergi dari rumah ke tempat kerja.

Kota-kota inilah yang bisa menjadi alternatif tempat mencari nafkah untukmu sebagai fresh graduate. Dengan begini, pilihan wilayah kerjamu tak melulu ibukota Jakarta yang sudah terlalu sesak dan keras. Berikut ini adalah kota-kota yang bisa kamu lirik sebagai alternatif merantau di Jakarta, beserta alasan serunya.

1. Kamu yang tertarik bekerja di bidang migas harus mulai melirik Balikpapan. Selain gaji yang nyaman, kota ini juga menawarkan mall modern dan keindahan alam

Kota Balikpapan yang dikelilingi pantai indah.

Kota Balikpapan yang dikelilingi pantai indah. via kotabalikpapan.files.wordpress.com

Advertisement

Soal lapangan pekerjaan, Balikpapan ditumpu oleh industri minyak bumi dan gas, perdagangan, dan jasa. Begitu banyak perantau yang bekerja di Balikpapan karena bekerja di sektor tersebut. Tidak dapat dipungkiri, penghasilan dari sektor tersebut juga menjanjikan.

Kamu yang tertarik membuka usaha kecil-kecilan sambil bekerja juga bisa melirik Balikpapan. Alasannya, pemerintah setempat malah berkomitmen melindungi pengusaha lokal dengan regulasi khusus untuk minimarket yang di kota lain justru menjamur. Usaha kecil yang kamu dirikan di sana pun bisa lebih terjamin. Menilik lalu lintas, jarang terjadi kemacetan di jalanan meski Balikpapan sudah maju. Bila terjadi, hanya di lampu lalu lintas saja.

Bila kamu ingin melepas penat dengan mengunjungi beragam destinasi wisata, Balikpapan menyimpan banyak alternatif wisata alam. Mulai dari pantainya sendiri (Pantai Melawai, Pantai Polda, dan Pantai Banua Patra), gua, taman agrowisata, hutan wisata, hingga monumen, museum, dan kilang minyak. Mencari mall pun sudah tidak mustahil kalau kamu ingin berbelanja atau sekedar window shopping.

2. Kamu yang ingin bekerja di bidang hospitality serta mencintai seni dalam hidup sehari-hari, sebaiknya hijrah ke kota Solo.

Kendaraan bus tingkat yang Kota Solo punya.

Kendaraan bus tingkat yang Kota Solo punya. via soulnesia.com

Advertisement

Solo merupakan kota kecil di provinsi Jawa Tengah, yang meski begitu juga terbuka dengan modernitas. Kehidupan budaya di dalamnya dapat hidup selaras dan berdampingan dengan bentuk-bentuk pembangunan terkini. Tak mengherankan jika Solo kini berkembang menjadi kota yang maju. Banyak yang mengatakan bahwa biaya hidup di Solo juga tidak terlalu tinggi. Karena kemajuannya tersebut, kamu tidak perlu takut akan fasilitas kesehatan di Solo. Rumah sakit dan puskesmas tersebar di berbagai wilayah. Ketersediaan listrik, air bersih, dan jaringan telekomunikasi pun terpenuhi.

Soal tempat wisata dan rekreasi, Solo tak kekurangan pilihan. Bahkan Solo sering dijadikan salah satu kujungan wisata yang menarik oleh agen-agen tur dan wisata. Mulai dari wisata belanja, alam, seni, budaya, dan sejarah, Solo memilikinya. Sebutlah Keraton Surakarta, Pasar Klewer, Beteng Trade Center, Kirab Pusaka, hingga Pandawa Waterpark. Jika ingin melaju ke Tawangmangu, jarak yang ditempuh juga tidak terlalu jauh. Solo juga senantiasa menyediakan festival-festival tahunan yang turut mendongkrak iklim pariwisata. Sebutlah Solo Batik Carnival dan Rock in Solo. Wisata kulinernya sendiri unik, seperti nasi liwet, gudeg ceker, selat solo, dan masih banyak lagi.

Soal lapangan pekerjaan, Solo memang dikenal dengan iklim bisnisnya yang tinggi. Di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, kamu dapat menyaksikan deretan bisnis-bisnis dengan berbagai skala. Mulai dari pusat perbelanjaan/mall, restoran, hotel, perkantoran, bank, dan lainnya. Beberapa industri seperti busana dan farmasi berkembang baik di kota kecil ini. Selain itu, kota Solo juga terbuka terhadap investasi yang tentunya akan berdampak pada semakin banyaknya tenaga kerja yang dibutuhkan. Yang tidak boleh terlupakan, industri batik juga merupakan industri khas bagi kota yang dilalui oleh Sungai Bengawan Solo ini.

3. Siapa yang tak senang bekerja di kota berhawa sejuk? Malang sanggup memberikanmu lapangan pekerjaan di berbagai bidang, dari manufaktur sampai pertanian

Wisata alam Gunung Bromo juga terletak di Malang.

Tak lupa, wisata alamnya pun memesona via 4.bp.blogspot.com

Perekonomian kota Malang banyak didukung oleh pariwisata, industri, manufaktur, pertanian, industri kecil dan makro. Oleh karenanya banyak lapangan pekerjaan yang tersedia untuk sektor-sektor itu. Jumlah destinasi wisata yang semakin banyak dan ternama, sebut saja Bromo, Museum Angkut, Batu Secret Zoo, dan Jatim Park, menumbuhkan usaha-usaha perhotelan. Pusat rekreasi seperti mall, bioskop, taman kota, museum, dan pusat belanja juga turut menumbuhkan lapangan pekerjaan yang luas. Industri rokok, tekstil dan garmen, manufaktur, dan aneka industri semakin melengkapinya.

Iklim pendidikan di Malang juga tergolong baik. Banyak universitas negeri dan swasta yang berdiri di sana dan menjadi rujukan pendidikan bagi para pendatang. Artinya, jika kamu ingin merantau pun akan ada banyak pilihan hunian seperti indekos atau rumah yang dapat disewa. Trayek angkutan umum di kota Malang terbilang banyak dan bisa membantumu untuk bermobilitas.

4. Mengaku kreatif dan berjiwa muda? Sebagai surga start-up dan industri kreatif, Jogja layak jadi kota tempatmu bekerja.

Lalu lintas di Kota Yogya yang tidak semacet Jakarta.

Lalu lintas di Kota Yogya yang tidak semacet Jakarta. via kotawisataindonesia.com

Namun kotamu hadirkan senyummu abadi

Ijinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi

Bila hati mulai sepi tanpa terobati

Bait-bait lagu dari Kla Project barangkali ada benarnya. Pasalnya, telah beberapa kali nama kota Yogyakarta masuk dalam deretan kota yang nyaman untuk ditinggali. Tak berbeda jauh dengan Solo, Yogyakarta juga dapat menghadirkan nuansa budaya tradisional dan modernitas ke setiap masyarakatnya. Penduduknya juga terkenal ramah dan terbuka. Informasi layanan publik juga tersedia via media internet dan sosial media karena pemerintahnya juga sudah melek dengan IT dan keterbukaan informasi. Fasilitas kesehatan di Yogyakarta terbilang memadai, terlebih banyak pendatang yang datang setiap tahunnya. Jumlah layanan kesehatan, seperti rumah sakit begitu banyak.

Soal rekreasi, kamu tinggal memilih satu atau beberapa dari begitu beragamnya pilihan rekreasi. Pusat perbelanjaan/mall dan hiburan pun tidak kurang jumlahnya. Pariwisata di Yogyakarta juga berkembang baik dan menjadi tujuan wisata internasional di Indonesia kedua setelah Bali. Kaliurang dengan Gunung Merapi sebagai ikonnya, merupakan sasaran utama para wisatawan. Tak hanya itu, kenampakan alam Yogyakarta yang begitu lengkap menghadirkan potensi-potensi wisata baru yang memiliki daya jual tinggi. Sebut saja Gua Pindul atau Gunung Nglanggeran.

Lapangan pekerjaan di Yogyakarta cukup bervariasi. Mulai dari UKM, pertanian, pariwisata, hingga pendidikan. Karena dikenal sebagai kota pelajar, tidak mengherankan apabila bisnis-bisnis yang berlokasi di sekitar kampus selalu diminati pasar. Kuliner dan rental komputer, misalnya. Sedangkan agen tur dan wisata juga tak pernah sepi karena destinasi pariwisata di Yogyakarta senantiasa bermunculan. Bahkan tren yang terjadi belakangan ini, Yogyakarta mulai diminati sebagai sasaran bisnis industri kreatif dan start-up. Industri ini kiranya tepat berkembang di Yogyakarta karena orang-orang di Yogyakarta juga dikenal sebagai sosok-sosok yang kreatif. Tak perlu takut menempuh tempat kerjamu karena pada umumnya perjalanan ke kantor di wilayah Kota Yogyakarta hanya memakan waktu sekitar 15-20 menit. Ada Trans Jogja, Bus Damri dan bus angkutan kota, hingga ojek beragrometer.

5. Makassar gak cuma terkenal karena Coto-nya. Infrastrukturnya yang termasuk paling maju di Indonesia akan memudahkanmu bekerja.

Pantai Losari sering jadi alternatif warga Makassar untuk melepas penat.

Pantai Losari sering jadi alternatif warga Makassar untuk melepas penat. via pantaiindonesia.net

Dalam hal perekonomian, kota Makassar termasuk kota yang laju ekonominya tinggi. Pembangunan infrastruktur yang pesat turut memacunya. Pembangunan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, jalan tol, dan wahana outdoor Trans Studio. Selain sebagai sarana rekreasi bagi penduduk dan wisatawan, Trans Studio membawa iklim pariwisata baru. Hotel-hotel banyak bermunculan, terutama di sekitaran Pantai Losari. Investasi pun banyak terjadi di kota ini, sehingga kesempatanmu bekerja juga bisa diperhatikan.

Kalau kamu perlu rekreasi, ada sejumlah pusat perbelanjaan/mall yang bisa kunjungi. Benteng Fort Rotterdam dan Benteng Sombaopu juga mampu menyihirmu dalam kesukariaan kala berakhir pekan. Kalau kamu ingin berkuliner, banyak pilihan mulai dari Es Pisang Ijo, Palu Butung, Coto Makassar, dan masih banyak lagi.

6. Menikmati pemandangan Sungai Musi setiap hari sebelum bekerja, siapa yang tidak mau? Ini cuma bisa kamu dapatkan bila bekerja di Palembang.

Denyut nadi di sekitar Sungai Musi yang tak ada habisnya.

Denyut nadi di sekitar Sungai Musi yang tak ada habisnya. via www.mongabay.co.id

Siapa yang tak kenal Palembang? Kota ini dikenal karena Sungai Musi dan Jembatan Ampera. Pempek enak yang pernah kamu makan juga berasal dari sana.

Soal perekonomian, Sungai Musi sudah jadi jantung perekonomian yang utama bagi Palembang. Tak hanya pasar apung, ada banyak destinasi wisata dan usaha pendukungnya. Misalnya saja restoran dan perhotelan. Ada juga Kilang Minyak Pertamina dan Pabrik Pupuk Pusri. Pusat perbelanjaan seperti mall, pusat komputer, dan pasaraya bisa kamu jadikan alternatif rekreasi sekaligus lapangan kerja. Dari segi pendidikan, Palembang memiliki banyak universitas. Bahkan salah satunya, Universitas Sriwijaya, mendapatkan ranking ke-15 terbaik di dunia versi Webometrics. Kamu tentu tak mau melewatkan potensi lapangan kerja yang bisa didapatkan dari segmen kampus, bukan?

7. Selain Jogja, kota lainnya di Indonesia yang dikenal ramah sebagai tempat bekerja untuk anak muda adalah Bandung.

Pusat pemerintahan Kota Bandung, Gedung Sate.

Pusat pemerintahan Kota Bandung, Gedung Sate. via pengenliburan.com

Kalau kamu ke pegunungan dan merasakan hawa sejuk, apa yang akan kamu lakukan? Meringkuk seharian di dalam kamar dan berbaring di kasur? Barangkali ini tidak bakalan terjadi di Bandung.

Meski Bandung berhawa sejuk, penduduknya tak lantas bermalas-malasan. Justru begitu banyak industri dan usaha kreatif yang bertumbuhan di tempat yang berjuluk Kota Kembang ini. Seiring laju pariwisata yang tinggi, kamu akan mudah menemui banyak sekali pusat-pusat perbelanjaan di kota Bandung. Jangankan mall, factory outlet akan banyak kamu temui. Ya, perdagangan dan jasa masih punya fungsi yang penting untuk lapangan kerja di Bandung.

Memang tak dapat dipungkiri kalau kota-kota yang memiliki potensi wisata, juga punya perekonomian yang maju. Bandung punya beberapa bangunan bersejarah Belanda yang masih lestari. Keberadaannya justru menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Selain itu, ada pula wahana bermain Trans Studio yang juga dilengkapi pusat perbelanjaan.

Kamu juga gak perlu takut sinyalmu lemah di Bandung. Karena di kota ini terdapat Universitas Telkom. Telkom sendiri dikenal sebagai penyedia jaringan seluler. Ada pula kampus ITB dan Unpad yang ternama, bila kamu ingin berkecimpung di bidang kerja pendidikan atau usaha-usaha yang memenuhi kebutuhan mahasiswa.

Sejatinya, untuk bekerja dan sukses bisa dilakukan di mana saja. Semuanya kembali kepada niat dan usahamu. Bila niatmu sudah bulat untuk merantau, persiapkan diri sebaik mungkin. Seberapa pun besar perbedaannya, Kamu harus mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Persis seperti pepatah “Di mana langit dijunjung, di situ bumi dipijak”.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya