Mengenal Kalender Saku, Cara Budgeting ala Korea Buat Nabung & Tahan Diri dari Godaan Belanja

kalender saku korea

Selama ini menabung adalah suatu hal yang sulit untuk dilakukan bagi sebagian orang. Sebenarnya mungkin tak ada permasalahan keuangan yang berarti, hanya saja yang paling sulit adalah kemampuan untuk menahan diri; dari godaan diskon, promo cashback, barang limited edition dan sejenisnya padahal sebenarnya nggak butuh-butuh banget barang tersebut. Makanya, menabung layaknya melakukan diet dan hidup sehat yang memerlukan komitmen yang kuat.

Advertisement

Kalau cuma asal ada niat saja mungkin disiplin menyimpan uang masih terasa sulit, makanya kamu butuh metode untuk membuat proses menabungmu terasa menyenangkan dan dapat dilihat progresnya secara harian. Metode kalender saku yang populer di Korea ini mungkin bisa kamu terapkan~

Dari bentuknya saja, tabungan yang satu ini sudah terlihat menyenangkan daripada menabung dengan cara konvensional

Kalender saku mungkin terdengar seperti kalender yang bisa dimasukkan ke kantong dan bisa dibuka sewaktu-waktu ingin tahu tanggal berapa hari ini. Akan tetapi, bukan itu yang dimaksud dengan metode yang satu ini. Kalender saku adalah sebuah kalender yang memiliki sejumlah angka-angka atau tanggal (namun biasanya tanpa hari) di mana terdapat saku di setiap angkanya yang bisa digunakan untuk menyimpan uang di dalamnya. Bentuk kalender ini cukup beragam, mulai dari yang terbuat dari kain hingga plastik transparan sehingga kamu bisa melihat uangmu bertambah setiap harinya. Kalender ini bisa dipesan melalui marketplace atau bahkan bisa juga dibuat sendiri jika ingin disesuaikan dengan selera.

Walaupun bentuknya sederhana, tapi ternyata ada beberapa cara yang bisa diterapkan ketika ingin menggunakan metode ini lo

Budgeting/ Credit: pressfoto on Freepik via www.freepik.com

Metode ini bisa digunakan untuk membatasi diri dari pengeluaran yang berlebihan atau untuk menabung. Berikut ini adalah beberapa caranya:

Advertisement
  1. Setelah gajian, kamu bisa mengalokasikan sejumlah uang untuk pengeluaran selama sebulan. Jumlah tersebut bisa dibagi dan simpan ke dalam setiap saku sebagai dana harian. Bujet ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kapan saja kira-kira akan memerlukan bujet tambahan di tanggal-tanggal tertentu misalnya untuk servis kendaraan atau hal lain. Dengan menggunakan metode ini maka pengeluaran-pengeluaran impulsif bisa ditekan, dengan catatan sisa pendapatan yang sudah dikurangi dana tersebut sudah disimpan di dalam rekening bank supaya tak mudah diambil.
  2. Cara lainnya adalah dengan menetapkan jumlah yang sama setiap harinya untuk ditaruh di dalam saku sebagai tabungan. Misalnya jika dalam sehari kamu menabung Rp50.000,00 maka dalam satu bulan kamu bisa mendapatkan sekitar Rp1.500.000,00. Cara ini cenderung akan cocok untukmu yang gajinya tidak tetap seperti freelancer.
  3. Cara terakhir adalah dengan menyesuaikan jumlah tabungan dengan angka yang tertera sesuai tanggal. Misalnya jika hari ini tanggal 1 maka kamu bisa menyisihkan Rp1.000,00 atau Rp10.000,000 kemudian tanggal 2 Rp2.000,00 atau Rp20.000,00, dan seterusnya di mana jumlahnya bisa disesuaikan dengan kemampuan.

Cara ini cukup efektif karena kamu bisa melihat sendiri bagaimana uangmu bertambah atau berkurang setiap harinya

Ada kewajiban untuk menabung secara konsisten setiap harinya dengan cara ini, makanya ketika ada satu kantong yang kosong kamu akan merasa memiliki tanggung jawab untuk mengisinya. Pun ketika melihat kantong sudah mulai hampir penuh, kamu akan makin termotivasi untuk menabung. Selain itu, jika yang dipilih adalah metode menaruh dana harian ke dalam kantong tersebut, hal ini akan membuatmu berusaha untuk menahan diri atau bahkan menyisakan bujet yang sudah diperhitungkan supaya bisa ditabung lagi.

Budgeting dan menabung ala Korea dengan bantuan kalender saku ini juga harus diimbangi dengan perencanaan supaya nggak asal menyediakan dana harian tanpa diperhitungkan. Pasalnya jika di hari tertentu merasa bujet kurang lalu mengambil dana tambahan, nantinya hal ini malah akan jadi kebiasaan. Makanya penting untuk menyimpan sisa uang yang seharusnya nggak digunakan di bank saja. Selamat mencoba!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE