Siapa bilang punya kebiasaan aneh itu menyebalkann? Orang-orang sukses ini memiliki kebiasaan aneh yang selalu mereka lakukan sehari-hari.

Hebatnya, meski aneh kebiasaan yang tak lazim itu justru jadi pintu bagi keberhasilan mereka. Siapa saja mereka dan apa saja kebiasaannya? Yuk, kita lihat. Siapa tahu bisa menginspirasimu untuk produktif agar bisa mengikuti kesuksesan mereka.

1. Menyewa Kamar Hotel Untuk Bekerja : Maya Angelou

Penulis ternama asal Amerika Serikat yang terkenal dengan memoir I Know Why the Caged Bird Sings ini memiliki kebiasaan unik yang membantunya tetap produktif menulis selama bertahun-tahun.

Maya Angelou secara khusus menyewa sebuah kamar hotel sebagai ruang kerjanya. Dia mengeluarkan seluruh hiasan dinding dan melarang pegawai hotel untuk membersihkan kamar tersebut hingga tak kurang dari 2 bulan.

Advertisement

Menulis di kamar hotel via assets.nydailynews.com

Dalam kamar tersebut, Maya hanya menyimpan beberapa barang yang menurutnya tidak akan mengganggu konsentrasi. Beberapa barang tersebut adalah buku teka-teki silangkartu remi, sebuah alkitab edisi King James dan sebotol anggur putih.

Bersama suami via i.huffpost.com

Dalam sebuah wawancara, Maya Angelou menjelaskan rutinitas yang dijalaninya sehari-hari. Dari penjelasannya ini Maya terlihat sangat berusaha agar kesibukannya menulis tidak mengganggu aktifitas normalnya bersama keluarga.

“Setiap hari aku bangun jam 05.30 di pagi hari, menyiapkan kopi lalu meminumnya bersama suamiku. Kemudian kami pergi ke tempat kerja masing-masing. Biasanya aku bekerja di kamar hotel tersebut mulai jam 7 pagi hingga jam 2 sore. Jika proses menulisku sedang buruk, aku tidak akan memaksa diri dan memilih pulang sekitar pukul 12.30. Tapi jika aku bisa menulis bagus maka aku akan tinggal selama yang kubutuhkan. Aku akan pulang sekitar jam 2 sore, membaca ulang apa yang kutulis, kemudian mandi dan mulai menyiapkan makan malam untuk keluargaku. Selepas makan malam aku akan membacakan hasil tulisanku keras-keras didepan suamiku. Walau dia tidak berkomentar apa-apa, tapi membaca hasil karya sendiri keras-keras terasa menyenangkan”.

Matanya kerap bengkak via i.huffpost.com

Karena intensitas pekerjaannya cukup tinggi, Maya Angelou kerap mengalami reaksi fisik yang kurang menyenangkan. Beberapa kali ia mengalami cidera punggung, rasa nyeri di lutut hingga tidak bisa membuka mata karena kelopaknya membengkak. Saat ditanya bagaimana perasaannya, ia hanya menjawab:

“Aku selalu ingin memberikan yang terbaik. Memang kalau dalam pekerjaan aku adalah orang yang sangat kompulsif. Dan sepertinya itu bukan hal yang jelek untukku”.

Selengkapnya tentang wawancara dengan Maya Angelou, bisa kamu baca disini.

2. Bekerja 16 jam sehari dan Membuat Tema Harian : Jack Dorsey, CEO Square & Twitter

Jack Dorsey via bilgicagi.com

Pria yang baru berusia 38 tahun ini adalah CEO dari dua invensi teknologi terkenal, Twitter dan Square. Dia memimpin dua perusahaan tersebut dengan caranya yang unik, namun tetap efektif. Hebatnya, dia mampu membagi waktu 24 jam-nya untuk bekerja di kedua perusahaan selama masing-masing 8 jam per-hari. WOW!

Dalam wawancara di video diatas, Dorsey mengatakan bahwa kunci keberhasilannya mengelola dua perusahaan tersebut adalah dengan kedisiplinan dan upaya menciptakan kepraktisan. Untuk mencapainya, Jack Dorsey menciptakan tema bagi hari-harinya:

  • Senin: fokus untuk manajemen perusahaan
  • Selasa: hari membicarakan produk perusahaan
  • Rabu: pemasaran
  • Kamis: pengembangan software dan kerjasama dengan pihak luar
  • Jumat: hari untuk mengevaluasi kinerja perusahaan dan membicarakan rekrutmen
  • Sabtu: hari libur, Jack Dorsey biasa mendaki gunung untuk refreshing
  • Minggu: refleksi, mendengar masukan, menciptakan strategi baru untuk seminggu kedepan.

Menghadapi distraksi via i1.ytimg.com

Saat ditanya apakah rencananya itu selalu berjalan mulus, Dorsey mengatakan bahwa selalu ada gangguan. Namun ia selalu berusaha fokus atas apa yang sedang diselesaikannya.

“Selalu ada gangguan yang datang setiap saat. Tapi tema-tema tersebut mengingatkanku. Kemudian aku sadar, ah ini hari Selasa. Aku harus fokus ke produk perusahaan. Masalah itu akan kuselesaikan pada harinya”. 

Menarik ya, melihat bagaimana orang sesibuk Jack Dorsey mampu menyeimbangkan kehidupannya dan tetap produktif.

3. Bertanya, “Hal Baik Apa yang Harus Kukerjakan Hari Ini?” dan Telanjang Di Ruang Kerja : Benjamin Franklin

Ben Franklin via www.whitehouse.gov

Salah seorang pendiri negara adidaya Amerika Serikat ini terkenal sebagai salah satu orang pertama yang mengembangkan ilmu tentang pengembangan diri. Ia menciptakan rencana pengembangan diri selama 13 minggu untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Setiap harinya Franklin memulai paginya dengan bertanya pada dirinya, “Hal baik apa yang harus ia kerjakan hari itu?”. Ia juga terkenal sangat efektif dalam mengatur waktu hingga hitungan jam. Franklin benar-benar memperhitungkan berapa lama ia akan melakukan suatu pekerjaan.

Ruang kerja Franklin via farm8.staticflickr.com

Satu lagi kebiasaan unik dari Benjamin Franklin. Jika orang lain memulai pagi dengan mandi air dingin, maka Franklin justru memilih mandi dengan udara dingin. Setiap pagi ia bangun sangat awal, duduk di ruang kerja dengan pintu dan jendela terbuka selama 30 menit – 1 jam tanpa sehelai baju pun untuk menikmati udara dingin. Kemudian kembali tidur sebelum mulai beraktifitas. Baginya hal ini dapat meningkatkan kualitas tidurnya.

4. Hura-Hura Jalan Terus, Tapi Melukis Tetap Nomor Satu : Francis Bacon

Francis Bacon via www.rantingdetails.com

Pelukis terkenal asal Irlandia ini dikenal luas sebagai salah satu maestro yang paling kontroversial dalam masanya. Francis Bacon terkenal sebagai pelukis yang hedonis. Setiap malam ia akan keluar ke berbagai klub dan minum-minum bersama teman-temannya.

Minum-minum bersama teman via johanhedback.com

Saat dini hari menjelang, Bacon masih terus melanjutkan petualangannya. Ia masih dapat ditemui di bistro sekitar Irlandia. Bahkan terkadang dia memaksa teman-temannya untuk ikut kembali ke rumahnya dan menemaninya minum. Kebiasaan Bacon ini sebenarnya disebabkan oleh penyakit insomnia yang ia derita. Saking parahnya, ia tergantung pada obat tidur untuk membuatnya terlelap.

Ruang tempat Bacon melukis via alejourzass.files.wordpress.com

Walau pola hidupnya kacau, Francis Bacon tetap konsisten meletakkan kegiatan melukisnya sebagai prioritas. Tidak peduli jam berapapun ia tidur, setiap pagi Bacon tetap akan bangun dan melukis hingga tengah hari. Menjelang sore, kebiasannya akan berulang. Bacon akan kembali keluar untuk menghabiskan malamnya.

5. Olahraga di Gym Pada Tengah Hari: Evan Williams — Pendiri Blogger, Twitter dan Medium

Evan Williams via www.wired.com

Pendiri tiga media sosial terkemuka, Evan Williams justru tidak seharian berada di kantor. Alih-alih membenamkan diri dalam tumpukan pekerjaan dari pagi hingga petang, dia malah meninggalkan kantor di tengah hari untuk berolahraga. Apa alasannya?

“Waktu di pagi hari jadi waktu bekerja yang paling produktif untukku. Jadi kalau aku pergi ke gym di pagi hari, itu justru menyia-nyiakan energi terbaikku. Setelah menyadari itu, aku mulai ke gym di tengah hari atau bahkan menjelang sore jika hari itu aku berencana kerja lembur”. 

Ke gym di siang hari via www.smh.com.au

Cara ini terbukti efektif bagi Evan. Sebab dengan begitu ia betul-betul bisa memanfaatkan energinya secara optimal. Walau jam kerjanya jadi lebih pendek, tapi semua pekerjaan tetap terselesaikan.

“Awalnya memang aneh sih kok aku keluar kantor di tengah hari. Tapi total waktu bekerja dan energi yang aku keluarkan sebenarnya sama saja, sebab di waktu yang pendek itu aku bisa lebih fokus”. 

6. Menghitung Waktu Hingga Ke Satuan Menit : W.H Auden

W.H Aude via www.everseradio.com

Auden dikenal sebagai salah satu penulis puisi terbaik dari abad ke-20. Lahir dan dibesarkan di Inggris, Auden kemudia berpindah kewarganegaraan menjadi warga negara Amerika Serikat pada tahun 1946. Salah satu karyanya yang paling tersohor adalah puisi panjang berjudul “The Age of Anxiety”, yang juga menjadi pemenang Pulitzer Prize di tahun 1948.

Ternyata cara Auden mencapai kesuksesannya adalah memperhitungkan waktu dengan sangat hati-hati, hingga ke satuan menit. Seseorang yang kerap bertamu ke rumah Auden mengatakan bahwa Auden selalu mengecek jam tangannya setiap waktu.

“Auden adalah orang yang sangat disiplin. Ia mengecek jam tangannya setiap saat. Waktu makan, berbelanja, mengisi teka-teki silang hingga kedatangan pos pengantar surat ia pertimbangkan hingga hitungan menit”.

Sangat mempertimbangkan waktu via www.everseradio.com

Menurut Auden, cara kerja ala militer yang mempertimbangkan waktu hingga ke satuan hitung terkecil adalah jalannya untuk tetap memiliki disiplin dalam sebuah proses kerja kreatif. Jika tidak, ia bisa terhanyut dalam berbagai distraksi.

“Seorang manusia modern adalah ia yang tahu bahwa satu-satunya cara untuk tetap disiplin adalah dengan mendisiplinan waktunya. Tentukan apa yang ingin kamu lakukan setiap hari, kemudian lakukan hal itu di waktu yang sama setiap harinya. Maka kamu tidak akan kesulitan menemukan semangat dalam bekerja.”

Tidak pernah kerja malam via www.anstendig.com

Auden juga tidak percaya pada kerja lembur hingga tengah malam. Ia selalu bangun pukul 6 untuk menyelesaikan berbagai kegiatan domestik. Aktivitas menulis ia mulai dari jam 7.00-11.30. Auden sudah menyadari bahwa itu adalah jam terbaik bagi otaknya untuk bekerja, karenanya dia tidak pernah menyia-nyiakan waktu tersebut. Sebelum jam 11 malam, Auden sudah beristirahat untuk mempersiapkan dirinya bagi tulisannya esok hari.

“Hanya orang-orang sekejam Hitler yang bekerja hingga larut malam. Seniman yang harus berkarya dengan jujur tidak akan melakukannya”

7. Bekerja Dari Atas Tempat Tidur: Winston Churchill

Churchill yang pernah jadi Perdana Menteri Inggris dari tahun 1940-1950 ternyata punya kebiasaan untuk bekerja dari atas tempat tidur. Gak kebayang ya kalau seorang Perdana Menteri ternyata bisa begini? Ini nih jadwal kegiatan Churchill sehari-hari:

  • Jam 07.30: bangun, mulai mengecek surat, membalas pesan-pesan, baca surat kabar, mulai memberikan intruksi ke sekretaris pribadi.
  • Jam 11.00 : mandi, jalan-jalan di taman
  • Jam 13.00-15.30: makan siang sama keluarga dan menerima tamu
  • Jam 15.30-17.00: kerja
  • Jam 17.00-18.00: tidur sore
  • Jam 19.00-20.00: makan malam
  • Jam 20.00-22.00: kembali bekerja

Kerja dari kamar via images.quickblogcast.com

Ternyata produktivitas bisa tercipta dari mana saja, tidak peduli dimanapun tempat kita bekerja. Yang penting harus fokus dan maksimal setiap saat.

8. Menghitung 60 biji kopi setiap hari: Ludwig Van Beethoven

Beethoven via s39.photobucket.com

Salah satu komposer dan pianis terbaik di dunia ini ternyata punya cara unik untuk membuat harinya produktif dan sukses. Beethoven terbiasa bangun sangat pagi, kemudian menyiapkan kopinya sendiri.

Dia sangat berhati-hati dalam menyiapkan minuman yang juga menjadi sarapannya ini. Satu gelas kopi harus terdiri dari 60 biji kopi, tidak boleh kurang atau lebih. Semua dihitung manual oleh Beethoven.

Beethoven membuat kopi via withinthenoise.files.wordpress.com

Kemudian ia akan duduk di meja kerjanya, membuat komposisi hingga jam 2 atau 3 di sore hari. Selepas jam 3 Beethoven akan berjalan-jalan untuk mencari inspirasi. Ia tidak akan ketinggalan membawa kertas untuk mencatat ide saat ada notasi musik muncul di kepalanya.

Beethoven benar-benar memanfaatkan awal hari untuk bekerja. Sebab pada petang hingga malam hari ia jarang menyentuh ulang komposisinya. Beethoven lebih memilih menghabiskan waktu untuk makan malam bersama teman dan keluarganya, kemudian pergi tidur sebelum jam 10 malam.

9. Tidak Mau Mengambil Keputusan Untuk Hal Sepele: Barrack Obama

Obama dan Keluarg via guadalupeloaeza.typepad.com

Sebagai presiden Amerika Serikat Barrack Obama ternyata selalu menyempatkan waktu untuk sarapan dan makan malam bersama keluarganya. Setiap pagi, Obama, Michelle dan kedua putrinya akan sarapan sebelum waktu berangkat sekolah tiba. Sebagai ayah, Obama selalu membantu kedua putrinya untuk bersiap ke sekolah. Setelah itu ia akan lari di atas treadmill sebagai latihan kardio dan membaca koran.

Setelah kegiatan domestiknya selesai, barulah ia berangkat ke Ruang Kerja Oval. Obama biasa mulai bekerja sekitar pukul 9 pagi. Saat jam makan malam datang, Obama akan kembali ke rumah dan makan malam bersama keluarganya. Setelah itu ia akan kembali bekerja hingga sekitar pukul 10 malam. Salah seorang staff Obama menjelaskan kebiasaan Obama bekerja setelah makan malam ini:

“Setelah keluarganya pergi tidur, Obama menyelesaikan apa yang belum ia selesaikan hari itu. Yang paling sering ia kerjakan adalah review pekerjaan staff yang baru diterimanya pada sore atau siang hari”.

Obama enggan membuat pilihan via images2.corriereobjects.it

Menariknya lagi, Obama juga berusaha menghindari membuat keputusan yang dirasanya tidak begitu penting. Ia akan menyerahkan keputusan itu pada orang lain.

“Aku tidak mau memutuskan apa yang harus aku pakai hari itu, atau makanan apa yang harus dihidangkan untukku. Terlalu banyak keputusan lain yang perlu kubuat”. (penjelasannya, lihat disini)

10. Hanya Melakukan Hal yang Disukai : Tim Ferriss

Tim Ferriss via www.quantifire.net

Berbeda dengan Auden, kesuksesan Tim justru terletak pada kemampuannya untuk beradaptasi dengan jadwal yang sangat fleksibel. Tim melakukan apapun yang ingin ia lakukan saat itu. Walaupun ia punya kebiasaan standar, seperti mengatur semua yang ingin dia lakukan setiap hari Senin.

“Tujuanku adalah untuk meminimalkan waktu dalam mengerjakan suatu tugas. Saat aku mengerjakan apa yang kumau, aku bisa bekerja dengan baik dalam waktu singkat.”

Tim juga tidak terbiasa mengisi jadwal di kalendernya, sebab ia tidak ingin terjebak dalam dilema multi tasking. Pusing duluan karena melihat terlalu banyak yang harus dikerjakan.

“Walau aku memiliki jadwal, bukan berarti aku harus melakukannya. Aku nggak harus mengerjakan apa yang tertulis di jadwalku, kok. Kalau aku melakukannya, itu berarti karena aku ingin dan suka. Tidak ada hal yang aku lakukan karena merasa nggak enak atau karena hal itu bisa memberiku banyak uang. Jika aku menemukan sesuatu yang menyenangkan di detik-detik terakhir, semua jadwalku hari itu bisa kubatalkan agar aku bisa melakukan hal tersebut”.