5 Kesalahan Saat Mencari Partner Bisnis, Hal yang Rawan Bikin Usaha Mandeg di Tengah Jalan!

kesalahan mencari partner bisnis

Mencari partner bisnis adalah salah satu jalan keluar ketika kamu masih kekurangan modal atau sengaja ingin mencari seseorang untuk berbagi ide karena masih awam. Akan tetapi, pada kenyataannya kamu mungkin sering melihat mereka yang di awal berjuang bersama dengan semangat yang sama-sama membara akhirnya harus bubar dan memulai kembali atau salah satu memutuskan untuk meninggalkan.

Hal tersebut wajar terjadi, tapi sebisa mungkin dihindari demi keberlangsungan bisnismu. Sejak awal sebelum memutuskan untuk berbisnis bersama kamu tak bisa asal-asalan menyomot orang begitu saja jika ingin bisnismu benar-benar berkembang. Nah, beberapa kesalahan berikut ini sebaiknya bisa dihindari!

1. Mengira bahwa keluarga atau sahabat tak hanya menjadi partner hidup yang menyenangkan tapi juga jadi partner bisnis yang tepat

Banyak perusahaan keluarga atau yang didirikan dengan teman berakhir dengan kesuksesan dan langgeng sampai bertahun-tahun, tapi tak sedikit pula yang malah tak hanya partner bisnisnya saja yang bubar namun juga hubungan kekerabatan ikut hancur. Biasanya orang memilih berbisnis dengan mereka yang memiliki hubungan dekat dengan alasan karena sudah saling percaya dan saling mengenal lama, padahal yang dibutuhkan bukan itu saja namun juga potensi yang dimiliki, kerja tim, dan kemampuan untuk memecahkan masalah.

2. Visi dan misi adalah dasar dari sebuah bisnis, kalau berbeda namun tetap dipaksakan nantinya akan membahayakan

Visi misi sama/ Credit: fauxels on Pexels via www.pexels.com

Tujuan serta bagaimana cara untuk mencapainya hingga nilai-nilai yang dimiliki adalah fondasi yang harus disamakan di antara dua orang yang akan membangun sebuah perusahaan. Kalau berbeda maka konflik akan rawan datang di tengah jalan. Bayangkan ketika sebuah masalah datang, salah satunya mungkin ingin menyelesaikannya dengan solusi A, sedangkan yang lain memiliki solusi B yang bertolak belakang. Bukannya selesai, konflik malah bisa makin bertambah.

3. Memilih partner dengan tingkat komitmen yang berbeda hanya akan membuat salah satunya merasa terbebani

Ketika memulai bisnis maka komitmen juga menjadi sebuah dasar yang lain. Dengan komitmen maka apapun yang akan dihadapi harus siap untuk ditaklukan, termasuk jika harus melakukan pengorbanan-pengorbanan seperti tenaga, waktu, maupun uang. Masing-masing orang perlu berkontribusi dalam membangun bisnis ini sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Jika salah satu dari partner ini ogah-ogahan dan tak mau melaksanakan tanggung jawabnya maka hanya akan menimbulkan kecemburuan yang berujung pada konflik yang tak terhindarkan.

 4. Visi misi mungkin sudah serasi tapi ternyata memilih pasangan dengan kepribadian yang beda jauh akan merugikan juga

Mungkin kamu akan mengira bahwa memilih partner yang memiliki pandangan berbeda maka akan memberikanmu perspektif baru dalam menggambil keputusan. Akan tetapi, jika yang berbeda sudah kepribadian maka pilihannya adalah saling toleransi atau terus-terusan mengalami pergesekan yang tak kunjung henti. Misalnya jika kamu adalah orang yang berani mengambil risiko namun partnermu terlalu takut untuk melakukannya, maka akan timbul konflik yang baru. Contoh lain misalnya kamu adalah orang yang harus tepat waktu namun ia cenderung bekerja santai dan baru semangat saat mepet deadline, apakah siap menghadapinya?

5. Melupakan perjanjian legal ketika memulai bisnis dengan partner yang dekat sekalipun juga termasuk kesalahan

Perjanjian/ Credit: Andrea Piacquadio on Pexels via www.pexels.com

Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan bisnis dengan orang yang sudah lama kenal adalah tak memedulikan apa yang akan terjadi ke depan. Tak peduli seberapa dekat kamu dengan partner bisnismu, perjanjian secara hukum juga sebaiknya dilakukan. Hal ini bisa digunakan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan jika suatu saat harus berpisah, misalnya tentang bagaimana pembagian asetnya, bagaimana dengan ide dan pemilik hak cipta, dan lain sebagainya.

Yang perlu diingat adalah bahwa mencari partner kerja berbeda dengan ketika mencari seorang karyawan. Ketika memutuskan untuk menjadi partner maka diharapkan sama-sama memiliki komitmen yang kuat untuk mengembangkan bisnis dengan tanggung jawab dan keuntungan yang sama-sama dibagi adil. Jadi, jangan sampai cuma asal dekat saja ya.

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.