Berteman dengan ‘orang besar‘ — baik karena tinggi kedudukan atau pun publik figur, memang sebuah tantangan tersendiri. Di satu sisi, kamu ingin mendekatinya untuk alasan belajar ilmu dan berteman secara kasual, namun di sisi lain kamu kerap dicap sebagai ahli panjat sosial. Kasak-kusuk semacam nebeng ketenaran dan nunut popularitas kerap menerpa padamu. Padahal kan, niatnya bukan begitu!

Supaya kamu tetap bisa berteman dengan mereka (padahal, berteman ya berteman saja ya), tanpa terlalu banyak cercaan ‘panjat sosial‘ mengarah padamu, Hipwee Tips menyediakan beberapa tutorial pergaulan yang bisa kamu terapkan saat berteman dengan dia yang publik figur itu.

1. Meski ia adalah orang terkenal, tanamkan pada benak bahwa mereka tak lain dan tak bukan juga manusia biasa sepertimu

wanita secantik ini, mereka manusia juga lo via www.chron.com

Advertisement

Kebanyakan rakyat jelata seperti kita cenderung ‘mendewakan’ para publik figur. Padahal mereka juga sama manusianya dengan kita. Iya, mereka memang terbiasa digemari oleh khalayak, namun bukan berarti kamu boleh menggemarinya dengan berlebihan. Risikonya adalah dapat membuatmu dicap dan dianggap ‘rendah’ juga oleh mereka. ‘Ah, dia cuma fans kok’.

2. Sesekali share kebersamaan di sosial media boleh. Tetapi jangan terlalu sering ya

sesekali boleh. Sering jangan via kronologi.id

Memang menggoda sekali saat ketemu idola, selalu saja ada keinginan untuk mengunggahnya di sosial media semisal story di Instagram atau Facebook. Namun jika kamu banyak bertemu dan berinteraksi dengannya, tolong deh, jangan terlalu sering meng-abusing story dengan dia lagi, dia lagi. Ingat, misi utama adalah menghilangkan kesan bahwa dirimu cuma fans. No. Kamu adalah teman dan punya peran signifikan terhadap si publik figur itu.

3. Tempatkan diri secara tepat. Apakah sebagai FANS, ataukah FRIEND?

Rachel Chu adalah contoh orang yang pintar menempatkan diri via www.vox.com

Pandai memosisikan diri agar bisa diterima di level pergaulan tertentu memanglah sebuah seni. Jika kamu pernah menonton Crazy Rich Asian, tengoklah kepiawaian Rachel Chu agar bisa diterima di keluarga superkaya Young. Dia tak memosisikan diri sebagai ‘fans’ keluarga Young yang sudah kaya dari sononya, melainkan membuat dirinya sendiri pantas dan layak untuk diterima — tanpa terkesan memanjat sosial secara berlebihan.

4. Tidak perlu mensejajarkan diri dengan dia dalam hal pencapaian hidup atau popularitas. Cukup dengan pintar membawa diri

tak perlu sejajar via www.rebelcircus.com

Advertisement

Berusaha sejajar dengan dia yang sudah menjadi publik figur adalah hal yang tidak bisa dicapai secara instan. Untuk itu, kamu bisa menjadi sosok yang tetap dihormati dan dibutuhkan keberadaannya tanpa memiliki level yang sama dalam hal pencapaian hidup. Misal jika kamu nge-fans dengan motivator terkenal, kamu tak perlu ikutan menjadi motivator. Cukup menjadi sosok yang dicari motivator, misal EO acara, dan sebagainya.

Tahukah kamu, bahwa pemanjat sosial sering dikenal sebagai sosok yang tak punya prestasi atau karya apa-apa? Pastikan kamu bukan salah satu dari mereka.

5. Tidak disarankan untuk terlalu ‘menyembah’nya, bahkan (amit-amit) sampai menawarkan jasa seks. Aduh tolong!

yang begini jangan ditiru via sumsel.tribunnews.com

Mengidolakan seseorang bukan berarti kamu bisa memberikan seluruh hidup dan tubuhmu untuk dia. Kamu patut menghargai dirimu sendiri terlebih dahulu sebelum menghargai orang lain. Kalau kamu sampai di level ini, bukan hanya cap ‘pemanjat sosial‘ saja yang akan tertera padamu, melainkan cap-cap lain yang lebih rendah dari yang kamu bayangkan.

Nge-fans boleh, tapi jangan tolol.

6. Mengaku-ngaku sebagai tetangga sepupunya anaknya saudaranya si [sebut publik figur di sini], faedahnya buat kamu apa?

Saya ini anak jendral! via www.inovasee.com

Jika orangtua, adik, kakek/nenekmu adalah orang ‘besar’, baiklah itu adalah keberuntunganmu. Namun jika mengacu pada orang yang nggak ada hubungan langsung denganmu, misal tetangga sepupunya kakaknya saudaranya si XXX, faedahnya buat apa? Apakah statusmu langsung jadi tinggi dengan menyebut mereka semua? Sayangnya tidak. Dan banyak orang malah merasa risi dengan kebanggaan semu kamu itu.

Intinya untuk berteman, bergaul, bahkan menaikkan status sosialmu penting dilakukan tanpa merendahkan dirimu terlebih dulu. See?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya