Kisah Sukses Adam Khoo, Ditolak Sekolah 6 Kali Ternyata Sukses Jadi Miliarder di Usia 26 Tahun

kisah sukses adam khoo

Memiliki nilai yang selalu buruk, dianggap bodoh, hingga dijuluki sebagai seseorang yang tak memiliki masa depan mungkin bagi sebagian orang terasa amat menyakitkan. Sebagian akan merasa terpuruk dan merasa bahwa kalimat-kalimat yang diucapkan oleh orang lain tersebut memang benar adanya, sebagian yang lainnya malah termotivasi untuk menunjukkan yang sebaliknya. Adam Khoo adalah yang kedua. Ia sempat ditolak 6 sekolah, dijuluki bodoh, dan diremehkan tapi akhirnya berhasil membuktikan bahwa ia juga bisa sukses hingga jadi miliarder.

Pelajaran berharga yang bisa dipetik dari dirinya adalah bahwa hanya dengan kemauan kuat dan niat dari diri sendiri yang bisa mengubah nasib. Kenapa bisa begitu? Simak yuk cerita selengkapnya!

ADVERTISEMENTS

Sejak kecil Adam dijuluki sebagai orang yang bodoh hingga harus dikeluarkan bahkan saat masih Sekolah Dasar

Adam lahir pada 8 April 1974 dengan nama lengkap Adam Khoo Yean Ann dari pasangan Vince Khoo dan Betty L Khoo Kingsley. Ketika masih kecil ia merupakan seorang penggemar games dan pemalas yang bisa menghabiskan berjam-jam di depan televisi. Oleh sebab itu, ia dikenal sebagai sosok anak yang tidak bagus secara akademik. Bahkan saat masih kelas 4, ia harus dikeluarkan dari sekolahnya karena nilai yang sangat rendah. Oleh orang tuanya ia kemudian dipindahkan ke sebuah sekolah yang memiliki peringkat terendah. Hal ini kembali berulang saat ia masuk ke SMP. Ketika mendaftar, ia harus ditolak oleh enam sekolah dan akhirnya masuk ke sekolah dengan peringkat terendah di Singapura.

ADVERTISEMENTS

Kebiasaannya berlanjut setelah SMP namun akhirnya ia mulai termotivasi setelah bertemu mentornya di usia 13 tahun

Kisah Sukses Adam Khoo, Ditolak Sekolah 6 Kali Ternyata Sukses Jadi Miliarder di Usia 26 Tahun

Saat kecil/ Credit: I Am Gifted via iamgifted.co.id

Masuk SMP ternyata kebiasaan Adam tak banyak berubah yang membuatnya menduduki peringkat terendah lagi di sekolah. Akan tetapi, ada sebuah ‘aha moment‘ yang dialami Adam ketika usianya 13 tahun. Ketika itu ia mengikuti Super-Teen Camp yang membuatnya bertemu dengan mentornya. Ia mulai termotivasi ketika belajar dengan metode Neuro Linguistic Program (NLP), Accelerated Learning, dan The Whole Brain Learning. Di situ ia belajar bagaiamana cara menggunakan otaknya secara keseluruhan dan akhirnya menemukan cara untuk memotivasi dirinya sendiri supaya yakin bisa sukses. Setelah mempercayai orang-orang yang mengatakan bahwa ia bodoh, naif, dan berbagai kata sifat negatif lainnya akhirnya ia bisa memiliki kepercayaan diri bahwa ia juga bisa mendapatkan nilai yang bagus.

ADVERTISEMENTS

Setelah sadar dan memiliki targetnya, Adam berubah menjadi sosok ambisius yang berhasil membawanya masuk sekolah favorit

Adam mulai menerapkan tujuannya dari yang paling pertama adalah target untuk mendapatkan nilai A di semua mata pelajaran, lalu ia menyatakannya di depan kelas. Orang-orang tetap saja meremehkan bahkan menertawakannya dan tidak percaya dengan tekat yang ia miliki. Akan tetapi, reaksi tersebut dijadikannya bahan bakar untuk bisa sampai kepada mimpinya. Ia menerapkan metode belajar yang sudah didapatkan namun tetap dicap aneh karena cara belajar yang tidak biasa. Nyatanya, ia berhasil meraih peringkat 20 besar dan meningkat masuk ke jajaran 10 besar setelah proses yang ia lalui. Ia kemudian masuk ke SMA terbaik dan menjadi lulusan terbaik pula di sana, hal tersebut membawanya masuk ke National University of Singapore jurusan Administrasi Bisnis dan lagi-lagi menjadi mahasiswa terbaik.

ADVERTISEMENTS

Lulus kuliah Adam berhasil sukses menjadi seorang pebisnis dan motivator yang membuatnya menjadi seorang miliarder di usia 26 tahun

Ternyata selain aktif belajar, Adam juga mulai berjualan kotak musik saat berusia 15 tahun. Ketika usianya memasuki 22 tahun, ia menjadi trainer tingkat nasional di Singapura yang kliennya adalah manager dan top manager. Ketika usianya 26 tahun, Adam sudah memiliki omzet $20 juta per tahun dari 4 bisnis yang ia miliki meliputi bidang periklanan, pelatihan, hingga investasi. Ia juga memiliki lembaga pendidikan swasta terbesar di Asia.

Menurutnya ada beberapa hal yang bisa membimbing seseorang ke sebuah kesuksesan yaitu tujuan yang jelas, keyakinan yang benar dan kuat, dan aksi. Walaupun ia sempat menjadi orang terbodoh namun ia kemudian menyadari apa yang harus diubah dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target yang dimiliki hingga berhasil jadi miliarder di usia 26 tahun.

Baca sepuasnya konten-konten pembelajaran Masterclass Hipwee, bebas dari iklan, dengan berlangganan Hipwee Premium.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An avid reader and bookshop lover.