Kisah Sukses Bos Avian, Hermanto Tanoko. Lahir di Kandang Ayam dan Mulai Bisnis Sejak 9 Tahun

kisah sukses hermanto tanoko

Crazy Rich Surabaya biasanya terkenal karena hal-hal spektakuler yang mereka lakukan yang jarang-jarang dilakukan oleh orang biasa, entah belanja atau justru menyedekahkan sebagian harta mereka. Akan tetapi, mungkin kamu jarang mendengar bagaimana mereka meraih kesuksesaannya. Walaupun beberapa lahir dari orang yang sudah crazy rich dari sebelumnya, ternyata ada juga lo yang harus ikut membangun usaha dari 0 dan mengalami hidup sulit juga.

Advertisement

Salah satunya adalah bos Avian, Hermanto Tanoko yang dilahirkan di kandang ayam dan sudah belajar banyak hal sejak usianya masih dini. Kini ia sudah memiliki 77 perusahaan lo! Untuk selengkapnya, simak kisahnya berikut ini yuk!

Walaupun menjadi pewaris perusahaan Avian tapi Hermanto kecil hidup dengan banyak keterbatasan, ia bahkan lahir di kandang ayam

Hermanto lahir di bulan September 1962 di Malang sebagai anak bungsu dari 5 bersaudara. Waktu itu, keluarganya sedang mengalami kesulitan karena terkena PP 10 tahun 1960 yang menyebabkan mereka tinggal secara berpindah-pindah. Dilansir dari GNFI, Hermanto mereka harus tinggal di emper, Gunung Kawi, vihara, hingga akhirnya bisa menyewa rumah yang merupakan bekas kandang ayam dengan ukuran 1,5m x 9m yang sekaligus jadi tempatnya dilahirkan. Ayahnya kala itu bekerja sebagai pengumpul hasil bumi petani Singosari dan menjualnya kembali di kota Malang. Sedangkan ibunya menjual pakaian bekas di depan rumah. Menurutnya, kedua orang tuanya merupakan sosok pekerja keras.

Advertisement

Tak hanya orang tuanya yang pekerja keras, mereka juga mengajari Hermanto untuk berinvestasi sejak usianya masih sangat muda

Tahun 1962, ayahnya mulai membuka toko cat dan ibunya membuka warung kelontong di tahun 1964. Di tahun 1967, ketika usianya 5 tahun, ia mendapatkan angpau dan ayahnya menawarkan untuk berinvestasi di toko milik mereka. Awalnya orang tuanya menawarkan untuk membeli tepung terigu yang harganya akan naik, lalu mereka menawarkan biskuit, minyak goreng, dan lain sebagainya. Dari sana, Hermanto mulai mempelajari nilai uang dan bagaimana keuntungan didapatkan walaupun usianya masih sangat muda. Tak hanya itu, ia juga belajar berbisnis melalui kelereng. Ia tak memilikinya karena harganya mahal namun tetap belajar dengan batu berbentuk bulat. Saat di sekolah banyak yang membawa kelereng, dia mulai bermain ketika temannya terlihat mulai akan kalah. Akhirnya Hermanto berhasil menang berkali lipat dan justru menjualnya kembali di warung ibunya.

Sudah mulai berlajar berdagang, Hermanto juga mulai belajar tentang product knowledge saat usianya masih 9 tahun

Ketika itu, Hermanto diminta untuk menjaga cat toko ayahnya dan diminta untuk melayani para pembeli yang datang. Dari sanalah ia belajar apa kelebihan dari suatu produk dan berapa harganya, hingga mampu menawarkan produk yang mana ayahnya merupakan agen tunggal. Saat usianya 14 tahun, ayahnya membeli sebuah apotek namun belum ada orang yang bisa menjaganya. Akhirnya, ia menawarkan diri untuk menjadi penjaga apotek tersebut ketika pulang sekolah. Melalui bisnis ini, ia belajar mengatur waktu belajar dan berbisnis serta mencari tahu bagaimana supaya bisnis tersebut jadi yang paling sukses di kotanya.

Akhirnya ia berhasil membangun cat Avian bersama ayahnya dan sukses pula di berbagai lini bisnis yang lain

Advertisement

Dengan fondasi kuat dan ilmu yang sudah ia dapatkan sedari kecil akhirnya Hermanto mampu ikut membangun dan membesarkan merek cat ayahnya. Ketika itu, Soetikno Tanoko yang merupakan ayahnya sekaligus pendiri PT Avia Avian mengalami kesulitan dan meminta Hermanto untuk membantunya. Akhirnya mereka mampu membuat strategi dan perusahaan tersebut jadi semkin besar setiap tahunnya. Bahkan mereka mampu melewati masa krisis 1998 dengan mengikuti prinsip ayahnya yaitu menghindari utang dengan mata uang asing yang jika terjadi devaluasi maka akan membuat nilai utangnya berkali lipat. Kini, ia memiliki Tan Corp Group yang sudah memiliki 77 perusahaan dengan 1.500 karyawan.

Ternyata kesuksesan akan semakin mungkin diraih jika kamu memiliki kualitas tertentu yang secara disiplin dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama. Mengambil tantangan juga jadi salah satu kualitas yang penting dilakukan jika ingin bisnismu maju ke depan.

Gabung dan Berlangganan Newsletter

Berlangganan Newsletter dari Kita Mulai Bersama

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE