Kisah Sukses di Balik Resto Subway yang Sempat Viral Gegara Prank. Sering Muncul di Drama Korea!

kisah sukses resto subway

Beberapa waktu lalu, warga Indonesia khususnya Jakarta banyak yang kecewa setelah terkena prank bahwa restoran cepat saji, Subway akan membuka cabangnya di ibu kota. Nah, ternyata akun Instagram yang membuat warga heboh hanyalah buatan orang iseng yang kemudian minta maaf atas aksi prank-nya. Banyak orang yang heboh akan dibukanya restoran ini karena memiliki kenangan sendiri ketika mereka masih buka di Indonesia pada tahun 90-an. Ada juga yang penasaran akan rasanya karena sering muncul di drama-drama Korea.

Advertisement

Ternyata popularitas Subway di luar sana juga sangat bagus dan mendunia lo. Akan tetapi, kamu mungkin belum tahu bahwa restoran ini awalnya didirikan oleh seorang remaja berusia 17 tahun. Simak yuk perjalanan selengkapnya!

Awalnya restoran ini didirikan ternyata karena sang pemilik tak punya biaya untuk melanjutkan kuliahnya

Fred DeLuca/ Credit: NY Post via nypost.com

Dilansir dari berbagai sumber, restoran ini awalnya didirikan karena seorang remaja berusia 17 tahun bernama Fred DeLuca yang ingin melanjutkan kuliah namun belum memiliki biaya. Teman dari orang tuanya yang bernama Dr. Peter Buck menyarankan agar ia membuka kedai sandwich, namun untuk membuka usaha tentunya ia juga memerlukan modal. Untungnya, Buck mau menjadi investor pertama dengan meminjamkan $1000 untuk membuka restoran di Bridgeport, Connecticut pada tahun 1965.

Awalnya ternyata nama dari restoran ini bukan Subway namun Pete’s Super Submarines karena menu submarine yang jadi menu spesial di gerai mereka. Tampaknya restoran mereka mengalami kesuksesan sehingga tahun 1966 muncullah restoran kedua. Akan tetapi, nama restoran ini baru berubah menjadi Subway dengan logo kuning menyolok khasnya setelah 2 tahun berlalu.

Advertisement

Bisnis ini semakin berekspansi dengan total 200 outlet selama 16 tahun dan terus berkembang hingga puluhan ribu outlet di berbagai negara

Subway/ Credit: Subway.com via www.subway.com

Setelah berekspansi menjadi 16 outlet dengan kepemilikan pribadi franchise pertama outlet ini buka pada tahun 1974, sampai pada tahun 1982 perusahaan ini diklaim menjadi sub chain restoran terbesar di Amerika Serikat. Mereka juga melakukan inovasi dengan membuat rotinya sendiri yang makin membawa mereka kepada kesuksesan. Restoran pertama yang didirikan di luar Amerika adalah di Bahrain pada tahun 1984. Pasar Subway semakin meluas hingga ribuan gerai, bahkan mereka pernah mengalahkan Mc Donald’s dengan jumlah yang mereka miliki.

Kini dilansir dari Business Insider, restoran ini sudah memiliki 22 ribuan cabang di Amerika saja dan 43 ribuan di dunia. Salah satu penyebab masifnya ekspansi ini mungkin juga dipengaruhi harga franchise yang mereka tawarkan yang cukup murah yaitu sekitar US$116,000 sampai US$263,000, padahal Mc Donald’s menawarkan harga US$1 juta sampai US$2,2 juta.

Penyebab lain yang mungkin membuat Subway sukses adalah mereka menawarkan produk dan gerai yang memiliki prinsip sustainable

Gerai/ Credit: CNN via edition.cnn.com

Walau produknya adalah sandwich, namun Subway menawarkan produk makanan yang enak namun tetap sehat. Pembeli juga bisa melakukan  kustomisasi terhadap roti lapis yang akan mereka makan. Dari segi pelayanan mereka juga menerapkan “three seconds smiles” dan “three minutes service” di mana para karyawan akan tersenyum ketika menyapa pembeli dan melayani tak lebih dari 3 menit. Tak hanya itu, Subway menerapkan konsep sustainability dari packaging hingga distribusinya. Bahkan mereka juga memilih lokasi strategis supaya lebih mudah dijangkau dan menghemat biaya transportasi.

Dilansir dari Kompas, kini harga sandwich Subway berada di kisaran $5 atau sekitar Rp71 ribuan di Indonesia yang terasa lebih mahal daripada restoran serupa yang ada di sini. Mungkin harga ini ya yang masih dijadikan pertimbangan bagi Subway untuk membuka cabangnya lagi di sini, apalagi dulu mereka tutup juga karena merugi. Atau kamu mungkin bisa nih melihat peluang ini untuk buka gerai sendiri.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE