Kisah Sukses Wings Group. Berawal dari Sabun Produksi Rumahan yang Dijual dari Pintu ke Pintu

kisah sukses pendiri wings

Coba deh kalau sedang selo, kamu cek merek-merek beberapa produk yang kamu beli di supermarket atau warung kelontong yang ada di rumahmu. Bisa jadi salah satu atau bahkan beberapa di antara produk tersebut merupakan produksi Wings Group. Perusahaan yang satu ini memang memproduksi barang-barang konsumsi yang kita gunakan sehari-hari dan menjadi salah satu perusahaan terbesar di Indonesia.

Advertisement

Tak heran kalau Wings membawa pemiliknya menjadi miliarder terkaya paling tua di Indonesia karena keberadaannya yang juga sudah sejak lama. Meskipun sekarang sangat besar tapi perusahaan ini juga memulai semuanya dari bawah lo. Nah, kita simak yuk perjalanannya!

Wings didirikan oleh Harjo Susanto dan Ferdinand Katuari 73 tahun yang lalu, awalnya produk ini dibuat sebagai barang produksi rumahan

Harjo Susanto dan Ferdinand Katuari mendirikan Wings sejak tahun 1948 dengan nama Fa Wings di Surabaya. Awalnya peluang datang karena saat itu banyak keluarga yang merasa butuh alternatif sabun lain karena jika menggunakan detergen mereka akan merasa kesulitan jika tak memiliki mesin cuci. Akhirnya Harjo dan Katuari membuat sabun dalam bentuk krim. Mereka juga memproduksi sabun batangan yang merupakan hasil dari percampuran antara pemadatan minyak kelapa dan soda abu.

Meskipun sudah ada pasarnya namun produk mereka awalnya harus dijual dari pintu ke pintu terlebih dulu lo

Advertisement

Walaupun saat itu banyak keluarga yang membutuhkan namun mereka tak langsung mengetahui keberadaan sabun krim dari Wings ini, makanya produk-produk ini harus dipasarkan dari pintu ke pintu, dari satu desa ke desa yang lain. Dengan kelebihan sabun serta harganya yang terjankau akhirnya produk mereka laris manis di pasaran. Dari situ pula akhirnya Wings memproduksi produk-produk baru seperti sabun toilet, bedak, detergen bar, hingga pembalut. Mereka juga mengganti nama Fa Wings menjadi Wings Surya pada tahun 1991.

Wings saat itu sudah memiliki pesaing yang besar bahkan tingkat global yaitu Unilever yang tetap jadi kompetitor sampai sekarang

Unilever ketika itu sudah menjadi perusahaan besar dan persaingan pun dimulai. Strategi yang digunakan ketika itu adalah dengan mengeluarkan sabun GIV dengan harganya yang terjangkau yang membuatnya laku keras. Tak hanya itu, Wings terus maju dengan mengeluarkan penantang untuk setiap produk yang dibuat Unilever mulai dari detergen sampai pewangi. Untuk tetap bisa bertahan, Wings juga melancarkan kerja sama dengan beberapa perusahaan konglomerat di Indonesia serta mendirikan PT Unggul Indah Cahaya yang memproduksi alkybenzene yaitu bahan baku detergen.

Kini perusahaan ini di bawah kepemimpinan Eddy Katuari yang merupakan anak dari Ferdinand Katuari, keluarga ini cukup tertutup lo

Setelah memutuskan untuk pensiun, Ferdinand Katuari menyerahkan kepemimpinan Wings Group pada Eddy Katuari bersama dengan anak dari Harjo Susanto. Mereka terus melakukan ekspansi besar-besaran hingga memiliki berbagai macam produk rumah tangga, tak hanya sabun dan detergen namun juga berbagai produk makanan. Mereka juga terus berani bersaing dengan para kompetitor bidang yang lain, salah satunya dengan menciptakan Mie Sedaap di bawah anak perusahan yaitu PT Karunia Alam Semesta.

Uniknya meskipun sudah memiliki kekayaan hingga triliunan rupiah dan masuk ke jajaran orang terkaya di Indonesia namun keluarga ini memiliki sifat yang cukup tertutup baik akan permasalahan perusahaan maupun kehidupan keluarganya.

Meskipun tertutup, kita tetap bisa tahu bagaimana produk-produk konsumsi dan rumah tangga yang mereka produksi berhasil menguasai pasar saat ini. Pun, produk tersebut tak hanya dijual di Indonesia saja tapi juga sampai ke mancanegara lo.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE